Perang Salib V: Kisah Pasukan Salib dan Turki Seljuk Menyerang Shalahuddin Al Ayyubi
Selasa, 06 Agustus 2024 - 14:39 WIB
loading...
Kegagalan Perang Salib IV membebaskan Yerusalem dari Islam memberikan pukulan yang luar biasa bagi Kepausan Katolik di Roma. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Perang Salib V terjadi pada tahun 1213-1221. Kegagalan Perang Salib IV dalam menjalankan misi suci untuk membebaskan Yerusalem dari Islam memberikan pukulan yang luar biasa bagi Kepausan Katolik di Roma.
Paus Inosentius III kembali mencetuskan keputusan perang untuk membebaskan Yerusalem. Paus Inosentius III bahkan telah mempersiapkan penaklukkan Yerusalem sejak tahun 1208, atau empat tahun setelah Konstantinopel berhasil direbut pasukan Salib.
Alexander Mikaberidze dalam bukunya berjudul "Conflict and Conquest in the Islamic World" menyebutkan Paus Inosentius III meninggal tahun 1216 dan digantikan oleh Paus Honorius III. Pada masa kepemimpinan Paus Honorius III, pasukan Salib menyerang Dinasti Ayyubiah dan ingin menginvasi Mesir .
Baca juga: Perang Salib IV: Kisah Perang Konstantinopel, Lawannya Bukan Kaum Muslimin
Perang Salib V merupakan perang yang penuh kontroversi jika dilihat dari segi strategi militer, karena menyerang pusat kekuatan yaitu di Mesir, dan bukan langsung menyerang Yerusalem melalui Acre.
Sultan al-Kamil
Pertempuran fisik pada Perang Salib V sebenarnya dimulai tahun 1218 ketika Pasukan Salib bertempur melawan Dinasti Ayyubiah yang dipimpin oleh Sultan al-Kamil.
Perang Salib V dihitung sejak tahun 1213 ketika Paus Inosentius III mengundang kerajaan-kerajan di seluruh Eropa untuk mengikuti Perang Salib.
Jawaban yang diterima Paus Inosentius III sangat menggembirakan karena Kerajaan Prancis, Kerajaan Suci Roma, dan Kerajaan Hungaria yang menjadi kerajaan terkemuka di Eropa bersedia mengikuti perang.
Tidak hanya ketiga kerajaan itu saja. Kerajaan Latin Romawi atau kerajaan bentukan Pasukan Salib di Konstantinopel juga ikut serta dalam Perang Salib V.
Paus Inosentius III kembali mencetuskan keputusan perang untuk membebaskan Yerusalem. Paus Inosentius III bahkan telah mempersiapkan penaklukkan Yerusalem sejak tahun 1208, atau empat tahun setelah Konstantinopel berhasil direbut pasukan Salib.
Alexander Mikaberidze dalam bukunya berjudul "Conflict and Conquest in the Islamic World" menyebutkan Paus Inosentius III meninggal tahun 1216 dan digantikan oleh Paus Honorius III. Pada masa kepemimpinan Paus Honorius III, pasukan Salib menyerang Dinasti Ayyubiah dan ingin menginvasi Mesir .
Baca juga: Perang Salib IV: Kisah Perang Konstantinopel, Lawannya Bukan Kaum Muslimin
Perang Salib V merupakan perang yang penuh kontroversi jika dilihat dari segi strategi militer, karena menyerang pusat kekuatan yaitu di Mesir, dan bukan langsung menyerang Yerusalem melalui Acre.
Sultan al-Kamil
Pertempuran fisik pada Perang Salib V sebenarnya dimulai tahun 1218 ketika Pasukan Salib bertempur melawan Dinasti Ayyubiah yang dipimpin oleh Sultan al-Kamil.
Perang Salib V dihitung sejak tahun 1213 ketika Paus Inosentius III mengundang kerajaan-kerajan di seluruh Eropa untuk mengikuti Perang Salib.
Jawaban yang diterima Paus Inosentius III sangat menggembirakan karena Kerajaan Prancis, Kerajaan Suci Roma, dan Kerajaan Hungaria yang menjadi kerajaan terkemuka di Eropa bersedia mengikuti perang.
Tidak hanya ketiga kerajaan itu saja. Kerajaan Latin Romawi atau kerajaan bentukan Pasukan Salib di Konstantinopel juga ikut serta dalam Perang Salib V.
Lihat Juga :