Mengapa Riba Sangat Diharamkan dalam Islam? Begini Penjelasannya
Kamis, 08 Agustus 2024 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
الطَّعَامَ يُخَالِطُ الْبَدَنَ وَيُمَازِجُهُ وَيَنْبُتُ مِنْهُ فَيَصِيرُ مَادَّةً وَعُنْصُرًا لَهُ ، فَإِذَا كَانَ خَبِيثًا صَارَ الْبَدَنُ خَبِيثًا فَيَسْتَوْجِبُ النَّارَ ؛ وَلِهَذَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ جِسْمٍ نَبَتَ مَنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ . وَالْجَنَّةُ طَيِّبَةٌ لَا يَدْخُلُهَا إلَّا طَيِّبٌ
“Makanan yang masuk ke tubuh, diserap oleh tubuh dan menumbuhkan daging ia menjadi zat dan komponen bagi tubuh itu. Apabila zat itu buruk maka tubuh juga menjadi buruk sehingga harus merasakan neraka. Karenanya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “setiap tubuh yang tumbuh dari makanan haram maka neraka lebih pantas untuknya.” Sementara surga adalah baik yang tidak akan dimasuki kecuali tubuh yang baik.” (Majmu’ Fatawa: 21/541)
Maka, hendaklah seorang kepala keluarga menjamin kehalalan pemasukannya, dan tidak tergiur dengan jumlah yang banyak atau cepat nan mudah didapatkan namun pada akhirnya merusak kehidupannya di dunia dan akhirat.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa mencukupkan bagi kita yang halal dan menjauhkan yang haram nan merusak bagi dunia dan akhirat.
Baca juga: Dalil-dalil Al Qur'an dan Hadis Tentang Larangan Riba, Simak Baik-baik!
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :