Ayat dan Hadis tentang Kemerdekaan dan Cinta Tanah Air
Minggu, 18 Agustus 2024 - 05:46 WIB
loading...
Ayat dan hadis tentang kemerdekaan. Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Berikut ini ayat dan hadis tentang kemerdekaan dan cinta tanah air. Dalam Al-Qur'an kemerdekaan disebut sebagai al-Hurriyah. Islam menghormati kemerdekaan individu, kemerdekaan berpikir, kemerdekaan berbicara, bahkan kemerdekaan memilih dan menentukan agama dan jalan hidupnya. Ini diterangkan dalam surah Al Baqarah ayat 256,
Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Baca juga: Makna Kemerdekaan dalam Perspektif Maqashid as-Syari'ah
Berikut ini ayat dan hadis tentang kemerdekaan dan cinta tanah air.
1. Surat An-Nisa’ ayat 66.
Artinya: “Dan sesungguhnya jika seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik): ‘Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!’ niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka..." ( QS. An-Nisa' : 66).
Syekh Wahbah Al-Zuhaily dalam tafsirnya al-Munir fil Aqidah wal Syari’ah wal Manhaj menyebutkan, bahwa ayat tersebut mengandung isyarat akan nasionalisme dan ketergantungan orang dengannya, dan Allah menjadikan keluar dari kampung halaman sebanding dengan bunuh diri, dan sulitnya hijrah dari tanah air.”
Pada kitabnya yang lain, Tafsir al-Wasith, Syekh Wahbah Al-Zuhaily mengatakan bahwa di dalam firman Allah “keluarlah dari kampung halaman kamu”, terdapat isyarat yang jelas akan ketergantungan hati manusia dengan negaranya, dan (isyarat) bahwa cinta tanah air adalah hal yang melekat di hati dan berhubungan dengannya. Sebab, Allah SWT menjadikan keluar dari kampung halaman dan tanah air, setara dan sebanding dengan bunuh diri.
Kedua hal tersebut, kata Syekh Wahbah, sama beratnya. Kebanyakan orang tidak akan membiarkan sedikit pun tanah dari negaranya manakala mereka dihadapkan pada penderitaan, ancaman, dan gangguan.”
Baca juga: Makna Tegaknya Masyarakat Islam Menurut Syaikh Al-Qardhawi
2. Surat At-Taubah ayat 122
لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Baca juga: Makna Kemerdekaan dalam Perspektif Maqashid as-Syari'ah
Berikut ini ayat dan hadis tentang kemerdekaan dan cinta tanah air.
1. Surat An-Nisa’ ayat 66.
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِم أَنِ اقْتُلُوْا أَنْفُسَكم أَوِ أخرُجُوا مِن دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوْه إِلَّا قليلٌ منهم
Artinya: “Dan sesungguhnya jika seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik): ‘Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!’ niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka..." ( QS. An-Nisa' : 66).
Syekh Wahbah Al-Zuhaily dalam tafsirnya al-Munir fil Aqidah wal Syari’ah wal Manhaj menyebutkan, bahwa ayat tersebut mengandung isyarat akan nasionalisme dan ketergantungan orang dengannya, dan Allah menjadikan keluar dari kampung halaman sebanding dengan bunuh diri, dan sulitnya hijrah dari tanah air.”
Pada kitabnya yang lain, Tafsir al-Wasith, Syekh Wahbah Al-Zuhaily mengatakan bahwa di dalam firman Allah “keluarlah dari kampung halaman kamu”, terdapat isyarat yang jelas akan ketergantungan hati manusia dengan negaranya, dan (isyarat) bahwa cinta tanah air adalah hal yang melekat di hati dan berhubungan dengannya. Sebab, Allah SWT menjadikan keluar dari kampung halaman dan tanah air, setara dan sebanding dengan bunuh diri.
Kedua hal tersebut, kata Syekh Wahbah, sama beratnya. Kebanyakan orang tidak akan membiarkan sedikit pun tanah dari negaranya manakala mereka dihadapkan pada penderitaan, ancaman, dan gangguan.”
Baca juga: Makna Tegaknya Masyarakat Islam Menurut Syaikh Al-Qardhawi
2. Surat At-Taubah ayat 122
Lihat Juga :