Ayat dan Hadis tentang Kemerdekaan dan Cinta Tanah Air
Minggu, 18 Agustus 2024 - 05:46 WIB
loading...
A
A
A
1. Hadis tentang menjamin keselamatan sesama muslim. Rasulullah bersabda:
Artinya: "Seorang Muslim adalah orang yang sanggup menjamin keselamatan orang-orang Muslim lainnya dari gangguan lisan dan tangannya." (HR Bukhari).
Baca juga: Makna Kemerdekaan dalam Islam, Cinta Tanah Air Tidak Bertentangan dengan Prinsip Agama
2. Hadis tentang sikap Rasulullah saat hendak tiba di Madinah.
Artinya: "Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding Madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkannya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah." (HR Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).
3. Hadis tentang kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada Madinah melalui doanya.
Artinya: "Ya Allah, jadikan kami cinta Madinah, sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah" (HR Bukhari).
Baca juga: Makna Ummatan Wasatha Menurut Quraish Shihab
4. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: Demi Allâh yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh tidaklah sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.
Inilah kemerdekaan yang sesungguhnya dengan mengetahui keesaan Allah SWT, beriman kepada-Nya dan mengikuti sunah Rasulullah SAW. Inilah yang pasti mendatangkan kebaikan untuk diri kita dan mendatangkan ketentraman bagi masyarakat sekitar kita serta memajukan umat manusia.
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Artinya: "Seorang Muslim adalah orang yang sanggup menjamin keselamatan orang-orang Muslim lainnya dari gangguan lisan dan tangannya." (HR Bukhari).
Baca juga: Makna Kemerdekaan dalam Islam, Cinta Tanah Air Tidak Bertentangan dengan Prinsip Agama
2. Hadis tentang sikap Rasulullah saat hendak tiba di Madinah.
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا ....... وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ
Artinya: "Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding Madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkannya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah." (HR Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).
3. Hadis tentang kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada Madinah melalui doanya.
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ
Artinya: "Ya Allah, jadikan kami cinta Madinah, sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah" (HR Bukhari).
Baca juga: Makna Ummatan Wasatha Menurut Quraish Shihab
4. Rasulullah SAW bersabda:
وَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِلَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّه لِنَفْسِهِ
Artinya: Demi Allâh yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh tidaklah sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.
Inilah kemerdekaan yang sesungguhnya dengan mengetahui keesaan Allah SWT, beriman kepada-Nya dan mengikuti sunah Rasulullah SAW. Inilah yang pasti mendatangkan kebaikan untuk diri kita dan mendatangkan ketentraman bagi masyarakat sekitar kita serta memajukan umat manusia.
(mhy)
Lihat Juga :