Cium Al-Qur'an, Putin Pro-Islam? Berikut Ini Jejaknya
Kamis, 22 Agustus 2024 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun dapat dikatakan bahwa Putin tidak secara langsung atau sengaja menargetkan warga sipil Muslim selama konflik ini, namun faktanya kekejaman terhadap warga sipil Muslim Chechnya yang tidak bersalah memang terjadi, sebagaimana yang terjadi dalam konflik modern mana pun.
Baca juga: Ucapkan Selamat Idul Adha, Putin Sebut Islam Pemersatu Antaretnis
Intervensi Suriah (2015-Sekarang)
Rusia, di bawah Putin, melakukan intervensi dalam Perang Saudara Suriah pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintahan Bashar al-Assad. Meskipun intervensi ini terutama bersifat geopolitik, yang bertujuan untuk mempertahankan pengaruh Rusia di Timur Tengah, intervensi ini memiliki implikasi yang signifikan bagi penduduk Muslim di Suriah.
Richard Sakwa dalam "The Putin Paradox" (London: I.B. Tauris, 2020) memaparkan serangan udara Rusia dituduh menargetkan wilayah sipil, termasuk wilayah dengan mayoritas Muslim Sunni.
Perlu dicatat bahwa keputusan Putin untuk melakukan intervensi di Suriah merupakan langkah yang diperhitungkan untuk melindungi kepentingan Rusia dan memperluas pengaruhnya, tetapi juga melibatkan dukungan terhadap rezim yang dituduh melakukan kekejaman terhadap rakyatnya sendiri, yang banyak di antaranya adalah Muslim.
Baca juga: Vladimir Putin: Masalah Palestina Ada di Hati Setiap Umat Islam
Rekonstruksi dan pembangunan ekonomi di Chechnya
Memang benar bahwa Chechnya, dan khususnya ibu kota Grozny hampir rata dengan tanah selama Perang Chechnya Kedua, apa yang terjadi setelahnya adalah era yang seharusnya menjadi rekonsiliasi dan pembangunan kembali.
Emil Souleimanov dalam "Chechnya after the Chechen Wars: From Past to Future?" (Zürich: LIT Verlag, 2011) menuturkan Putin menunjuk Ramzan Kadyrov sebagai pemimpin Chechnya, dan pemerintah Rusia telah berinvestasi besar-besaran dalam membangun kembali Grozny dan bagian lain Chechnya.
Baca juga: Ucapkan Selamat Idul Adha, Putin Sebut Islam Pemersatu Antaretnis
Intervensi Suriah (2015-Sekarang)
Rusia, di bawah Putin, melakukan intervensi dalam Perang Saudara Suriah pada tahun 2015 untuk mendukung pemerintahan Bashar al-Assad. Meskipun intervensi ini terutama bersifat geopolitik, yang bertujuan untuk mempertahankan pengaruh Rusia di Timur Tengah, intervensi ini memiliki implikasi yang signifikan bagi penduduk Muslim di Suriah.
Richard Sakwa dalam "The Putin Paradox" (London: I.B. Tauris, 2020) memaparkan serangan udara Rusia dituduh menargetkan wilayah sipil, termasuk wilayah dengan mayoritas Muslim Sunni.
Perlu dicatat bahwa keputusan Putin untuk melakukan intervensi di Suriah merupakan langkah yang diperhitungkan untuk melindungi kepentingan Rusia dan memperluas pengaruhnya, tetapi juga melibatkan dukungan terhadap rezim yang dituduh melakukan kekejaman terhadap rakyatnya sendiri, yang banyak di antaranya adalah Muslim.
Baca juga: Vladimir Putin: Masalah Palestina Ada di Hati Setiap Umat Islam
Rekonstruksi dan pembangunan ekonomi di Chechnya
Memang benar bahwa Chechnya, dan khususnya ibu kota Grozny hampir rata dengan tanah selama Perang Chechnya Kedua, apa yang terjadi setelahnya adalah era yang seharusnya menjadi rekonsiliasi dan pembangunan kembali.
Emil Souleimanov dalam "Chechnya after the Chechen Wars: From Past to Future?" (Zürich: LIT Verlag, 2011) menuturkan Putin menunjuk Ramzan Kadyrov sebagai pemimpin Chechnya, dan pemerintah Rusia telah berinvestasi besar-besaran dalam membangun kembali Grozny dan bagian lain Chechnya.
Lihat Juga :