Syaikh al-Qardhawi tentang Talak: Ajaran Kristen Hanya Obat Sementara
Selasa, 27 Agustus 2024 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian, apa yang diperbuatnya itu adalah obat sementara untuk waktu tertentu, sehingga datanglah agama yang universal dan abadi; yaitu dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW.
"Tidak rasional kalau al-Masih menghendaki hukumnya ini bersifat abadi dan berlaku untuk segenap umat manusia. Sebab murid-muridnya sendiri telah menyatakan keberatannya terhadap hukum yang sangat berat ini," ujar al-Qadhawi.
Baca juga: Talak: Begini Perbedaan Pendapat dalam Sekte Kristen
Mereka berkata: "Jikalau demikian ini perihal laki dengan bini, tiada berfaedah kawin." Sebab semata-mata kawin dengan seorang perempuan, berarti dia menjadikan perempuan itu sebagai belenggu di lehernya yang tidak mungkin dapat dilepaskan dengan apa pun, kendatipun hatinya penuh kebencian, kesempitan dan kemurkaan; dan betapa pun watak dan pembawaan kedua belah pihak itu berbeda.
Dahulu kala seorang filsuf berkata: "Sebesar-besar bencana, adalah beristrikan seorang perempuan yang tidak kamu setujui tetapi tidak juga kamu cerai."
Dan berkatalah seorang penyair Arab:
Barang siapa menghalang-halangi kebebasan dunia,
Maka pasti dia akan menemui musuh dari kawan seiringnya sendiri.
Baca juga: Cerai dalam Pandangan Yahudi dan Kristen: Beda dengan Islam
"Tidak rasional kalau al-Masih menghendaki hukumnya ini bersifat abadi dan berlaku untuk segenap umat manusia. Sebab murid-muridnya sendiri telah menyatakan keberatannya terhadap hukum yang sangat berat ini," ujar al-Qadhawi.
Baca juga: Talak: Begini Perbedaan Pendapat dalam Sekte Kristen
Mereka berkata: "Jikalau demikian ini perihal laki dengan bini, tiada berfaedah kawin." Sebab semata-mata kawin dengan seorang perempuan, berarti dia menjadikan perempuan itu sebagai belenggu di lehernya yang tidak mungkin dapat dilepaskan dengan apa pun, kendatipun hatinya penuh kebencian, kesempitan dan kemurkaan; dan betapa pun watak dan pembawaan kedua belah pihak itu berbeda.
Dahulu kala seorang filsuf berkata: "Sebesar-besar bencana, adalah beristrikan seorang perempuan yang tidak kamu setujui tetapi tidak juga kamu cerai."
Dan berkatalah seorang penyair Arab:
Barang siapa menghalang-halangi kebebasan dunia,
Maka pasti dia akan menemui musuh dari kawan seiringnya sendiri.
Baca juga: Cerai dalam Pandangan Yahudi dan Kristen: Beda dengan Islam
(mhy)
Lihat Juga :