alexametrics

5 Amalan Agar Masuk Surga Secepat Ini

loading...
5 Amalan Agar Masuk Surga Secepat Ini
Keindahan Masjid Nabawi Kota Madinah saat malam. Raudhah yang ada di dalam area masjid ini merupakan salah satu taman-taman surga. Foto/Ist
Semua orang pasti mendambakan surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Untuk meraih kebahagiaan itu, tentu butuh jihad (pengorbanan) dan amal saleh.

Keistimewaan surga digambarkan oleh Allah Ta’ala dalam sebuah hadis Qudsi: "Aku (Allah) telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh suatu balasan (surga), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia". (HR Al-Bukhari).

Ustaz Bobby Herwibowo, alumnus Universitas Al-Azhar Kairo yang juga pendiri lembaga sosial Askar Kauny memberikan tips agar masuk surga, tentunya atas izin dan ridha Allah Ta'ala. Ada 5 amalan yang bisa mengantarkan seseorang masuk surga, yaitu:

1. Membaca Ayat Kursi Setiap Selesai Salat

Dari Abu Umamah RA, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda: "Siapa membaca ayat kursi setiap selesai salat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian." (HR An-Nasai dalam Al-Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram).



2. Membaca Dzikir Roditu Billahi Robba.
Dari tsauban RA Berkata Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang mengucapkan ketika sore hari 'Radhitu billahi rabba wabil islami diina wabi Muhammadin Nabiyya…adalah hak atas Allah untuk menjadikan dia ridha." (HR.Turmudzi)

Dari Abu Sa'’id Al-Khudriy RA berkata: "Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan 'Radhiitu billahi rabba wa bil Islaami diina wa bimuhammadin Rasuulaa (Aku ridha/rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Rasulku)' maka surga baginya."

Takhrij Hadits:
Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf (6/36), 'Abd bin Humaid dalam al-Musnad (hal 308), Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud No. 1529, An-Nasaa'i dalam As-Sunan al-Kubra (7/9), Ibnu Hiban dalam Shahih Ibnu Hibban (3/144), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/699) dan beliau berkata: "(Ini) Hadits shahih sanadnya, namun keduanya (Al-Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya".

Sabda Nabi SAW: "Barang siapa yang di pagi hari mengucapkan maka aku menjamin untuk mengambil tangannya (menuntunnya), hingga aku memasukkannya ke dalam Surga." (Hadits ini dibawakan oleh imam Al-Munziri dalam At-Targhib wat Tarhiib dengan sanad hasan dan dimasukkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah ke dalam Silsilah Ash-Shahihah)

3. Membaca Doa Masuk Pasar.
Dari "Umar bin Khattab RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): 'Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa 'ala kulli sya-in qodiir' (Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha mampu atas segala sesuatu)', maka Allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat.

Dalam riwayat lain: dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga. (HR At-Tirmidzi (No. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (No. 2235), Ad-Daarimi (No. 2692) dan Al-Hakim (No. 1974) dari dua jalur yang saling menguatkan.

4. Doa Miliaran Pahala.
Sabda Nabi SAW: "Siapa yang beritighfar (memintakan ampunan) untuk orang-orang beriman laki-laki dan perempuan maka Allah mencatat kebaikan untuknya sebanyak kaum muminin dan mukminat." (HR. Al-Thabrani dan dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami'. Al-Haitsami berkata tentangnya dalam Majma’ Al-Zawaid: sanadnya baik)

5. Tasbih Bernilai Triliunan Pahala.
Ibnu Abbas berkata Rasulullah SAW keluar dari (menemui) Juwairiyyah, dan dia berada di musallanya, dan beliau kembali sedang juwairiyyah masih di musallanya. Lantas Rasulullah bersabda, "Engkau tak henti-hentinya di musallamu ini. "Dia menjawab, 'Ya. Beliau bersabda," Sungguh aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali kalau ditimbang dengan apa yangengkau katakan niscaya lebih berat dari yang engkau ucapkan, "Subhanallahu wa Bihamdihi 'Adada Kholqihi…". (HR. Muslim)
(rhs)
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

(QS. Asy-Syura:51)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak