Ketika Islam Mengawali Peradaban Hampir dari Nol Lagi

Minggu, 01 September 2024 - 05:40 WIB
loading...
Ketika Islam Mengawali...
Islam telah kehilangan sinarnya semenjak hilangnya pengetahuan manusia di Baghdad dan Cordoba. Ilustrasi: Ist
A A A
Kemunduran Islam dari peradaban dunia salah satunya adalah akibat Reconquista atau penaklukan kembali Andalusia (Spanyol) oleh kaum Kristen Eropa.

"Reconquista mendepak Islam dari Semenanjung Iberia tanpa membawa bekal ilmu pengetahuan yang mereka kembangkan sejak tahun 711 hingga tahun pengusiran terjadi," tulis Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa".

Dengan ilmu pengetahuan, Islam menemukan masa kejayaannya pada abad keemasan di Baghdad dan di Cordoba di waktu yang bersamaan, yaitu di sekitar tahun 900-1000.

Baca juga: Sepak Terjang Ratu Isabella Andalusia

Islam menemukan kejayaan tidak cukup dengan mengangkat senjata untuk memperluas wilayah, namun Islam juga menguatkan dengan ilmu pengetahuan dengan tujuan menciptakan peradaban, baik berupa fisik dan nonfisik yang tidak ada duanya di dunia.

Menurut Jati Pamungkas, kala itu terdapat tiga kekhalifahan Islam yang berpusat di Cordoba, Cairo, dan Baghdad. Dari ketiga kota tersebut, Cordoba dan Baghdad menjadi kota terlengkap karena tidak hanya sebagai pusat pemerintahan namun juga sebagai tempat berkumpulnya para cendekiawan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah ada di masa sebelumnya.

Hanya Cairo yang selamat dari kemusnahan dan peperangan, namun Cairo tidak selengkap Cordoba dan Baghdad mengenai ilmu-ilmu umum. Cairo yang didukung oleh adanya Universitas al-Azhar didominasi oleh ilmu-ilmu agama.

Serangan Mongol di Baghdad dan diambilnya literatur dari Cordoba membuat Islam mengawali peradaban hampir dari nol lagi.

Menurut Jati Pamungkas, faktor kemunduran Islam secara garis besar dipengaruhi oleh tiga peristiwa besar. Salah satunya adalah Reconquista.

Baca juga: Begini Sejarah Singkat Muslim di Andalusia

Gerakan Kristen ini merampas karya-karya dan ilmu yang telah dikembangkan Islam dalam berbagai bidang. Di Cordoba, terdapat pula Baitul Hikmah seperti di Bagdad untuk menyimpan karya-karya ilmuwan di bidang selain agama.

Karya-karya dari ilmuwan Islam Bagdad juga banyak dipelajari di Cordoba dengan cara penggandaan naskah. Jatuhnya Cordoba dan kota-kota lain membuat pelajar muslim kehilangan referensinya dalam mempelajari ilmu umum.

Pada akhirnya, Eropalah yang diuntungkan karena mereka tinggal mempelajari tanpa bersusah payah membangun fondasi. Fondasi mereka sebenarnya karya-karya Yunani yang dikembangkan dengan maksimal oleh pemikir-pemikir Islam hingga ditemukannya metode kedokteran dan ilmu hitung dengan penemuan angka nol, pengoperasian aljabar, dan sebagainya.

Pengusiran umat Islam membuat Islam telah kehilangan senjatanya di dunia. Hidup di lahan tandus dan tanpa ada ilmu pengetahuan membuat peradaban Islam “jalan di tempat” sejak abad ke-14.

Baca juga: Kekuasaan Daulah Andalusia di Spanyol dan Keruntuhannya

Islam telah kehilangan sinarnya semenjak hilangnya pengetahuan manusia di Baghdad dan Cordoba. Sebagian besar lenyap dan sebagian kecil berpindah tangan.

Sebagian kecil ilmu Islam tersebut dikembangkan Eropa hingga melahirkan Revolusi Industri di Inggris pada awal abad ke-18, yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt.

Sejak itu Eropa menjadi cahaya dunia. Napoleon menginvasi Mesir pada akhir abad ke-18 dengan membawa peralatan-peralatan tercanggih di Eropa pada waktu itu seperti mesin cetak.

Napoleon terkejut dengan keadaan Mesir yang tidak mengalami perkembangan, bahkan jauh lebih buruk dibanding masa kejayaan Islam yang banyak ditulis oleh sejarawan Eropa.

Baca juga: Belajar dari Islam, Eropa Menuju Renaissance
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Sejarah Kiswah Kakbah:...
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Dibangun Lebih dari...
Dibangun Lebih dari Rp1.500 Triliun! 20 Fakta Menakjubkan Masjidil Haram
Jejak Para Singa Allah:...
Jejak Para Singa Allah: Deretan Panglima Perang Terhebat dalam Sejarah Islam
Inilah Penyebab Utama...
Inilah Penyebab Utama Iran Menjadi Negara Syiah
Rekomendasi
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
NOAA Prediksi Air Permukaan...
NOAA Prediksi Air Permukaan Laut Akan Naik hingga 40 Kaki
Dua Gempa Bumi Terbesar...
Dua Gempa Bumi Terbesar di Dunia Diprediksi Akan Terjadi Bersamaan
Artikel Terkini
5 Akhlak Dasar Muslim...
5 Akhlak Dasar Muslim yang Kini Mulai Langka, Nomor 5 Jadi Kunci Menjaga Ukhuwah
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Sujud dalam Ayat-ayat...
Sujud dalam Ayat-ayat Al-Qur'an, Mengandung Banyak Makna!
Sujud Syukur Tidak Boleh...
Sujud Syukur Tidak Boleh Sembarangan, Ini Syarat dan Tata Caranya Menurut Ulama
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved