Belajar dari Islam, Eropa Menuju Renaissance
Rabu, 28 Agustus 2024 - 19:43 WIB
loading...
Islam tidak membawa apa pun kecuali nyawa dan pakaian yang mereka pakai ketika diusir dari Andalusia. Foto: Social Studies Help
A
A
A
Kekalahan pasukan Salib di Timur Tengah memberikan pelajaran penting bagi Eropa , bahwa Islam bukan hanya kuat dalam militer namun juga unggul dalam segi ilmu pengetahuan .
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" mengatakan Islam sangat peduli dan menghargai ilmu pengetahuan. Agama tidak mendominasi atau mengatur perkembangan ilmu pengetahuan, akan tetapi Islam melihat bahwa sesuatu yang baru membutuhkan penyelesaian dengan cara bijaksana dan tidak bertentangan dengan dasar-dasar agama.
Kebaikan untuk manusia dan alam adalah konsep Islam untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik dan teratur. Islam banyak sekali melahirkan ilmuwan-ilmuwan terkenal, tidak hanya dikenal oleh dunia Islam, namun juga di Eropa.
Baca juga: 3 Faktor Kemenangan Reconquista dan Keruntuhan Kekhalifahan Cordoba
Karya literasi berupa buku-buku ilmu pengetahuan sangat produktif dibuat oleh ilmuwan-ilmuwan Islam. Kota seperti Bagdad, Bashrah, Kufah, Damaskus, Alexandria, dan Cairo merupakan kota berkumpulnya para cendekiawan Islam dalam berbagai bidang, sedangkan Makkah dan Madinah sebagai kota suci untuk beribadah yang lebih netral dari kehidupan politik.
Pada saat itu, pasukan Salib membandingkan sendiri bagaimana perbedaan hidup dan perbedaan kualitas hidup orang-orang Islam dengan orang-orang Eropa. Orang-orang Islam terutama di perkotaan banyak yang dapat membaca dan menulis dengan menggunakan huruf Arab. Sementara di Eropa, orang-orang yang hidup di kota-kota besar seperti Paris, Venesia, Roma, London, dan sebagainya masih banyak yang buta huruf.
Masjid merupakan tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat. Masjid tidak hanya tempat untuk beribadah namun juga sebagai tempat belajar agama dan bertukar pikiran mengenai masalah pengetahuan serta masalah sosial.
Tidak hanya itu, masjid juga sebagai tempat dinamika perekonomian. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya pasar yang berdekatan dengan area masjid. Intinya masjid adalah pusat peradaban Islam.
Hal tersebut berbeda dengan gereja di Eropa yang terlihat lebih kaku seperti halnya musim dingin. Gereja hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, dan pada waktu itu sejarah mencatat gereja menjadi titik sentral pengaturan kehidupan sosial agar tidak melenceng dari hukum gereja.
Baca juga: Reconquista: Kisah Menjelang Runtuhnya Kekhalifahan Cordoba
Jati Pamungkas, S.Hum, M.A. dalam bukunya berjudul "Perang Salib Timur dan Barat, Misi Merebut Yerusalem dan Mengalahkan Pasukan Islam di Eropa" mengatakan Islam sangat peduli dan menghargai ilmu pengetahuan. Agama tidak mendominasi atau mengatur perkembangan ilmu pengetahuan, akan tetapi Islam melihat bahwa sesuatu yang baru membutuhkan penyelesaian dengan cara bijaksana dan tidak bertentangan dengan dasar-dasar agama.
Kebaikan untuk manusia dan alam adalah konsep Islam untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik dan teratur. Islam banyak sekali melahirkan ilmuwan-ilmuwan terkenal, tidak hanya dikenal oleh dunia Islam, namun juga di Eropa.
Baca juga: 3 Faktor Kemenangan Reconquista dan Keruntuhan Kekhalifahan Cordoba
Karya literasi berupa buku-buku ilmu pengetahuan sangat produktif dibuat oleh ilmuwan-ilmuwan Islam. Kota seperti Bagdad, Bashrah, Kufah, Damaskus, Alexandria, dan Cairo merupakan kota berkumpulnya para cendekiawan Islam dalam berbagai bidang, sedangkan Makkah dan Madinah sebagai kota suci untuk beribadah yang lebih netral dari kehidupan politik.
Pada saat itu, pasukan Salib membandingkan sendiri bagaimana perbedaan hidup dan perbedaan kualitas hidup orang-orang Islam dengan orang-orang Eropa. Orang-orang Islam terutama di perkotaan banyak yang dapat membaca dan menulis dengan menggunakan huruf Arab. Sementara di Eropa, orang-orang yang hidup di kota-kota besar seperti Paris, Venesia, Roma, London, dan sebagainya masih banyak yang buta huruf.
Masjid merupakan tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat. Masjid tidak hanya tempat untuk beribadah namun juga sebagai tempat belajar agama dan bertukar pikiran mengenai masalah pengetahuan serta masalah sosial.
Tidak hanya itu, masjid juga sebagai tempat dinamika perekonomian. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya pasar yang berdekatan dengan area masjid. Intinya masjid adalah pusat peradaban Islam.
Hal tersebut berbeda dengan gereja di Eropa yang terlihat lebih kaku seperti halnya musim dingin. Gereja hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, dan pada waktu itu sejarah mencatat gereja menjadi titik sentral pengaturan kehidupan sosial agar tidak melenceng dari hukum gereja.
Baca juga: Reconquista: Kisah Menjelang Runtuhnya Kekhalifahan Cordoba
Lihat Juga :