Pra-Islam: Kisah Quraisy Menjadi Suku yang Mendominasi Kehidupan Masyarakat Arab

Selasa, 10 September 2024 - 16:08 WIB
loading...
Pra-Islam: Kisah Quraisy...
Suku-suku yang pernah memerintah di Makkah antara lain suku Amaliqah, suku Bani Jurhum, Suku Bani Khuza’ah dan suku Quraisy. Ilustrasi: Ist
A A A
Di kalangan bangsa Arab penetap sudah ada pemerintahan. Pusatnya di Kota Makkah . Suku-suku yang pernah memerintah di Makkah antara lain suku Amaliqah, suku Bani Jurhum, Suku Bani Khuza’ah dan suku Quraisy .

Dr Syamruddin Nasution, M.Ag. dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" (Yayasan Pusaka Riau, 2013) mengatakan Suku Amaliqah berkuasa di Makkah sebelum Nabi Ismail datang ke situ. Mereka dikalahkan dan diusir oleh suku Jurhum dari Makkah. "Ketika suku Jurhum berkuasa Nabi Ismail datang ke Makkah," jelasnya.

Pernikahan Nabi Ismail dengan salah satu anak gadis suku Jurhum menurunkan keturunan Adnan. Kalaitu, urusan pemerintahan kemudian dibagi dua. Masalah-masalah politik dan perang dipegang orang-orang Jurhum, sedangkan masalah keagamaan dan kepengurusan Kakbah diserahkan kepada keluarga Nabi Ismail.

Pada saat Banu Jurhum berkuasa di Makkah, banu Khuza’ah datang ke Makkah dari Saba’ Arabia selatan. Kala itu, Banu Jurhum yang tenggelam dalam kenikmatan hidup dimanfaatkan suku Khuza’ah untuk merebut kekuasaan dari tangan banu Jurhum.

Baca juga: Pra-Islam: Kisah Kabilah Arab Migrasi ke Syam dan Irak

Akibatnya Banu Jurhum terusir dan meninggalkan Makkah bersama-sama dengan anak-anak Nabi Ismail. Kekuasaan berpindah dari tangan Banu Jurhum ke tangan banu Khuza’ah, terjadi kira-kira tahun 207 SM.

Sebelum Banu Jurhum meninggalkan Makkah terlebih dahulu mereka memasukkan pusaka-pusaka kraton ke dalam sumur Zamzam dan ditimbun dengan tanah dan kelak sumur Zamzam ini baru dapat digali kembali di kemudian hari pada masa pemerintahan Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad SAW)

Kekuasaan politik kemudian dapat direbut dan berpindah kembali ke suku Jurhum keturunan Adnan di bawah pimpinan Qushai.

Sejak Qushai memegang tampuk pemerintahan beliau menata kembali kehidupan di Makkah baik dalam bangunan fisik maupun mengatur kehidupan masyarakat, termasuk bangunan Kakbah yang sudah tua diperbaharuinya. Di samping Kakbah dibangun “Darun Nadwah” untuk tempat permusyawaratan dan penyelenggaraan pemerintahan.

Suku keturunan Adnan inilah yang kemudian mengatur urusan-urusan politik dan urusan-urusan yang berhubungan dengan Kakbah.

Baca juga: Kala Koreysh, Jejak Dakwah Islam Suku Quraisy di Rusia

Semenjak itu, suku Quraisy menjadi suku yang mendominasi kehidupan masyarakat Arab. Ada sepuluh jabatan tinggi yang dibagi-bagikan kepada kabilah-kabilah asal suku Quraisy ini.

Di antaranya adalah (1) Hijabah, penjaga kunci-kunci kakbah, (2) Siqayah, pengawas mata air Zamzam untuk dipergunakan oleh para penziarah, (3) Diyat, kekuasaan hakim sipil dan kriminal, (4) Sifarah, pengurus pajak untuk orang miskin, (5) Nadwah, jabatan ketua dewan, (6) Khaimunah, pengurus balai musyawarah, (7) Khazinah, jabatan adminstrasi keuangan, dan (8) Azlam, penjaga panah peramal untuk mengetahui pendapat dewa-dewa.

Dalam pada itu sudah menjadi kebiasaan bahwa anggota yang tertua mempunyai pengaruh paling besar dan memakai gelar Rais.

Suku Quraisy berkuasa di Makkah sampai datang agama Islam. Urusan pemerintahan dipegang anak Qushai berganti-ganti. Qushai digantikan anaknya Abdi Manaf bin Qushai.

Akan tetapi Abdi Manaf tidak secakap ayahnya. Hasyim bin Abdi Manaf menggantikan ayahnya memerintah di Makkah. Dia adalah seorang negarawan yang cakap. Dia melakukan usaha-usaha memperkembangkan ekonomi dalam pemerintahan Quraisy di Makkah.

Baca juga: Pra Islam: Ketika Orang-Orang Arab Menjadi Penyekat antara Romawi dan Persia

Beliau wafat tahun 510 M. dan digantikan oleh saudaranya Al-Muthalib. Al-Muthalib berusaha mencari anak Hasyim yang tinggal di Yatsrib untuk dipersiapkan menduduki jabatan kepala pemerintahan Quraisy di Makkah.

Al-Muthalib wafat ada tahun 520 M dan kedudukannya digantikan oleh Abdul Muthalib bin Hasyim , namun tidak disetujui oleh Naufal saudara al-Muthalib. Abdul Muthalib terpaksa mencari bantuan ke Yatsrib sebanyak 80 orang pemuda untuk mendukung pemerintahannya.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Rekomendasi
NASA dan IBM Hadirk...
NASA dan IBM Hadirk AI untuk Pantau Datangnya Bencana di Bumi
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Bentuk Kesetiaan, Sepasang...
Bentuk Kesetiaan, Sepasang Kecoa Saling Kanibalisme Usai Kawin
Artikel Terkini
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved