Perkembangan Ilmu Tafsir dan Hadis Masa Dinasti Abbasiyah
Kamis, 19 September 2024 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Pembukaan Hadis untuk pertama kali dilakukan oleh Khalifah Umar bin abd al-Aziz di awal abad kedua Hijrah. Dalam mengumpulkan Hadis dari para penghafal Hadis, diadakan suatu metode yang disebut Isnad yaitu membahas persambungan Hadis.
Selain itu digunakan pula metode al-Jarh wa al-ta’dil yang membahas asal-usul penghafal Hadis.
Pada masa Daulah Abbasiyah, pembukuan Hadis mengalami perkembangan pesat. Muncul tokoh-tokoh Muhadditsin terkemuka dan terkenal sampai saat ini. Mereka itu adalah : Imam Malik , Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, altTurmudzi, al-Nasa’i, dan Ibn Majah.
Penulisan Hadis di masa Daulah Abbasiyah dilakukan secara gencar dalam rangka memelihara eksistensinya sebagai sumber kedua ajaran Islam, selain itu untuk kebutuhan umat juga, karena para penghafal Hadis banyak yang meninggal dunia sehingga dikhawatirkan terjadi kepunahan Hadis.
Baca juga: Perkembangan Tafsir: Abu Bakar Menolak Menafsirkan Al-Quran
Selain itu digunakan pula metode al-Jarh wa al-ta’dil yang membahas asal-usul penghafal Hadis.
Pada masa Daulah Abbasiyah, pembukuan Hadis mengalami perkembangan pesat. Muncul tokoh-tokoh Muhadditsin terkemuka dan terkenal sampai saat ini. Mereka itu adalah : Imam Malik , Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, altTurmudzi, al-Nasa’i, dan Ibn Majah.
Penulisan Hadis di masa Daulah Abbasiyah dilakukan secara gencar dalam rangka memelihara eksistensinya sebagai sumber kedua ajaran Islam, selain itu untuk kebutuhan umat juga, karena para penghafal Hadis banyak yang meninggal dunia sehingga dikhawatirkan terjadi kepunahan Hadis.
Baca juga: Perkembangan Tafsir: Abu Bakar Menolak Menafsirkan Al-Quran
(mhy)
Lihat Juga :