Sifat dan Potensi Manusia Menurut Al-Qur'an: 3 Anugerah, Salah Satunya Pengalaman Hidup di Surga
Kamis, 26 September 2024 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
b. Pengalaman hidup di surga, baik yang berkaitandengan kecukupan dan kenikmatannya, maupun rayuan Iblis dan akibat buruknya.
Menurut Quraish, pengalaman di surga adalah arah yang harus dituju dalam membangun dunia ini, kecukupan sandang, pangan, dan papan, serta rasa aman terpenuhi ( QS Thaha [20] : 116-ll9), sekaligus arah terakhir bagi kehidupannya di akhirat kelak.
Sedangkan godaan Iblis, dengan akibat yang sangat fatal itu, adalah pengalaman yang amat berharga dalam menghadapi rayuan Iblis di dunia, sekaligus peringatan bahwa jangankan yang belum masuk, yang sudah masuk ke surga pun, bila mengikuti rayuannya akan terusir.
Baca juga: 2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
c. Petunjuk-petunjuk keagamaan.
Menurut Quraish, masih banyak ayat-ayat lain yang dapat dikemukakan tentang sifat dan potensi manusia serta arah yang harus ia tuju.
Dari kitab suci Al-Quran dan hadis-hadis Nabi SAW diperoleh informasi serta isyarat-isyarat yang boleh jadi dapat
mengungkap sebagian misteri makhluk ini. Namun demikian, pemahaman atau informasi dan isyarat tersebut tidak dapat dilepaskan dari subjektivitas manusia, sehingga ia tetap mengandung kemungkinan benar atau salah, seperti halnya yang dikemukakan oleh tulisan ini.
Secara tegas Al-Quran mengemukakan bahwa manusia pertama diciptakan dari tanah dan Roh Ilahi melalui proses yang tidak dijelaskan rinciannya, sedangkan reproduksi manusia, walaupun dikemukakan tahapan-tahapannya, namun tahapan tersebut lebih banyak berkaitan dengan unsur tanahnya.
Isyarat yang menyangkut unsur immaterial, ditemukan antara lain dalam uraian tentang sifat-sifat manusia, dan dari uraian tentang fitrah, nafs, qalb, dan ruh yang menghiasi makhluk manusia.
Baca juga: Kematian Menurut Al-Qur'an: Hanya Ketiadaan Hidup di Dunia
Menurut Quraish, pengalaman di surga adalah arah yang harus dituju dalam membangun dunia ini, kecukupan sandang, pangan, dan papan, serta rasa aman terpenuhi ( QS Thaha [20] : 116-ll9), sekaligus arah terakhir bagi kehidupannya di akhirat kelak.
Sedangkan godaan Iblis, dengan akibat yang sangat fatal itu, adalah pengalaman yang amat berharga dalam menghadapi rayuan Iblis di dunia, sekaligus peringatan bahwa jangankan yang belum masuk, yang sudah masuk ke surga pun, bila mengikuti rayuannya akan terusir.
Baca juga: 2 Jenis Sifat Akal Manusia Menurut Al-Qur'an
c. Petunjuk-petunjuk keagamaan.
Menurut Quraish, masih banyak ayat-ayat lain yang dapat dikemukakan tentang sifat dan potensi manusia serta arah yang harus ia tuju.
Dari kitab suci Al-Quran dan hadis-hadis Nabi SAW diperoleh informasi serta isyarat-isyarat yang boleh jadi dapat
mengungkap sebagian misteri makhluk ini. Namun demikian, pemahaman atau informasi dan isyarat tersebut tidak dapat dilepaskan dari subjektivitas manusia, sehingga ia tetap mengandung kemungkinan benar atau salah, seperti halnya yang dikemukakan oleh tulisan ini.
Secara tegas Al-Quran mengemukakan bahwa manusia pertama diciptakan dari tanah dan Roh Ilahi melalui proses yang tidak dijelaskan rinciannya, sedangkan reproduksi manusia, walaupun dikemukakan tahapan-tahapannya, namun tahapan tersebut lebih banyak berkaitan dengan unsur tanahnya.
Isyarat yang menyangkut unsur immaterial, ditemukan antara lain dalam uraian tentang sifat-sifat manusia, dan dari uraian tentang fitrah, nafs, qalb, dan ruh yang menghiasi makhluk manusia.
Baca juga: Kematian Menurut Al-Qur'an: Hanya Ketiadaan Hidup di Dunia
(mhy)
Lihat Juga :