Rafidah: Kisah Zaid Ditinggalkan Pengikutnya karena Menghargai Abu Bakar dan Umar
Selasa, 01 Oktober 2024 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Mahmud az-Zaby dalam bukunya berjudul "Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at" yang diterjemahkan Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail menjadi "Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi" (Penerbit Pustaka, 1989) mengatakan karena tidak mengerti, seringkali orang menyebut rafadh bagi pencinta keluarga Nabi, tanpa membedakan antara istilah rafadh dan tasyayyu'. Ada sya'ir begini: "Jika mencintai Ahl al Bayt disebut Rafadh, maka saksikanlah bahwa aku penganut paham Rafidhah."
Ibnu Katsir dalam "Al-Bidayah wan-Nihayah" menceritakan, pada suatu saat kaum Syiah berkumpul bersama Zaid. Mereka bertanya kepada Zaid: "Apa maksud perkataan Anda, Allah memberi rahmat kepada Anda pada (diri) Abu Bakar dan 'Umar?"
Zaid menjawab: "Semoga Allah mengampuni Abu Bakar dan 'Umar. Aku tidak pernah mendengar seorang pun dari keluargaku yang berlepas tangan dari mereka berdua. Aku tidak pernah mengatakan tentang mereka kecuali yang - baik-balk. Aku ingin mengajak Anda kembali kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul, menghidupkan sunnah Nabi dan menumpas bid'ah. Jika mau mendengarkan, kalian dan aku akan memperoleh kebaikan. Tetapi bila kalian membangkang, maka aku bukanlah penolong kalian."
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi SAW, Diambil dari Tradisi Syiah?
Mendengar nasihat itu, kontan orang-orang Syiah itu bubar meninggalkan Zaid. Mereka menarik kembali bai'at mereka.
Sejak hari itu, mereka disebut kaum Rafidhah. Adapun orang-orang yang mendengarkan dan menerima nasihat Zaid, mereka disebut Zaidiyyah.
Penduduk Kufah umumnya penganut paham Rafidhah, sedangkan warga Makkah umumnya pengikut mazhab Zaidiyah. Baiknya, kaum Zaidiyah tetap menghargai Abu Bakar dan 'Umar. Jeleknya, mereka lebih mengutamakan 'Ali daripada kedua sahabat tadi. Padahal 'Ali tidak lebih utama dari Abu Bakar dan 'Umar. Bahkan, mungkin tidak -lebih utama daripada 'Utsman, menurut paham Sunni yang benar dan sahih.
Menurut al-Mas'udi dalam "Muruj adz-Dzahab", Zaid ibn 'Ali pernah berkata kepada kaum Syiah yang menuntut agar Zaid berlepas tangan dari Abu Bakar dan 'Umar.
Kata Zaid: "Abu Bakar dan Umar itu pemimpin kakekku. Maka aku tidak bisa melupakan mereka." Mendengar itu, orang-orang Syiah bubar, menyempal.
Baca juga: Kaum Rafidhah Mempercayai 12 Imam Bebas Dosa
Ibnu Katsir dalam "Al-Bidayah wan-Nihayah" menceritakan, pada suatu saat kaum Syiah berkumpul bersama Zaid. Mereka bertanya kepada Zaid: "Apa maksud perkataan Anda, Allah memberi rahmat kepada Anda pada (diri) Abu Bakar dan 'Umar?"
Zaid menjawab: "Semoga Allah mengampuni Abu Bakar dan 'Umar. Aku tidak pernah mendengar seorang pun dari keluargaku yang berlepas tangan dari mereka berdua. Aku tidak pernah mengatakan tentang mereka kecuali yang - baik-balk. Aku ingin mengajak Anda kembali kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul, menghidupkan sunnah Nabi dan menumpas bid'ah. Jika mau mendengarkan, kalian dan aku akan memperoleh kebaikan. Tetapi bila kalian membangkang, maka aku bukanlah penolong kalian."
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi SAW, Diambil dari Tradisi Syiah?
Mendengar nasihat itu, kontan orang-orang Syiah itu bubar meninggalkan Zaid. Mereka menarik kembali bai'at mereka.
Sejak hari itu, mereka disebut kaum Rafidhah. Adapun orang-orang yang mendengarkan dan menerima nasihat Zaid, mereka disebut Zaidiyyah.
Penduduk Kufah umumnya penganut paham Rafidhah, sedangkan warga Makkah umumnya pengikut mazhab Zaidiyah. Baiknya, kaum Zaidiyah tetap menghargai Abu Bakar dan 'Umar. Jeleknya, mereka lebih mengutamakan 'Ali daripada kedua sahabat tadi. Padahal 'Ali tidak lebih utama dari Abu Bakar dan 'Umar. Bahkan, mungkin tidak -lebih utama daripada 'Utsman, menurut paham Sunni yang benar dan sahih.
Menurut al-Mas'udi dalam "Muruj adz-Dzahab", Zaid ibn 'Ali pernah berkata kepada kaum Syiah yang menuntut agar Zaid berlepas tangan dari Abu Bakar dan 'Umar.
Kata Zaid: "Abu Bakar dan Umar itu pemimpin kakekku. Maka aku tidak bisa melupakan mereka." Mendengar itu, orang-orang Syiah bubar, menyempal.
Baca juga: Kaum Rafidhah Mempercayai 12 Imam Bebas Dosa
(mhy)
Lihat Juga :