Inilah Keutamaan Mengikuti Majelis Ilmu Syar'i

loading...
Rasulullah SAW. bersabda,

“Belajarlah kalian semua atas ilmu yang kalian inginkan, maka demi Allah tidak akan diberikan pahala kalian sebab mengumpulkan ilmu sehingga kamumengamalkannya“. (HR. Abu Hasan) (Baca juga : Pemberantasan Korupsi dalam Pidato Jokowi Hanya Delusi? )

5. Menjadi pendidik bagi anak-anaknya

وَلْيَخْشَ الَّذِينَلَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةًضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوااللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا

“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkananak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap(kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allahdan mengucapkan perkataan yang benar”. (QS An-Nisa’: 9)

6. Mendapat kebaikan

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِاللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُفِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” (Muttafaq‘alaihi).

7. Dimudahkan jalan menuju surga

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَطَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَاللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَىالجَنَّةِ

“Barang siapa yangmenempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannyamenuju surga.” (HR. Muslim).

8. Menjadi amal jariyah

Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapayang mengajak orang lain untuk mengikuti petunjuk, niscaya akan mendapatkanpahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala merekasedikit pun.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jika anak adam meninggal dunia, maka semua(pahala) amalnya terputus, kecuali (pahala) sedekah jariyah, ilmuyang bermanfaat, anak yang saleh yang selalu memanjatkan doa untuknya.”

9. Memberi manfaat pada orang lain

Allah Ta’ala berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَالذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاتَعْلَمُونَ‪

“Maka, bertanyalahkepada ahli dzikr jika kalian tidak tahu.” (QS. An Nahl (16): 43)
halaman ke-2
preload video