Utsman bin Affan tentang Umar bin Khattab: Batinnya Lebih Baik Ketimbang Lahirnya
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi Ali bin Abi Thalib tidak sependapat dengan Utsman. Ia menyarankan lebih baik Umar berangkat ke Baitulmukadas. Pasukan Muslimin sudah bersusah payah menghadapi udara dingin dan perang serta sudah lama meninggalkan kampung halaman Umar lebih cenderung pada pendapat Ali, dan itu yang diterimanya, dan ia menyerahkan urusan Madinah kepada Ali. Ia berangkat bersama rombongannya dan mengadakan perjanjian damai di Baitulmukadas.
Baca juga: Mimpi Bertemu Nabi dan Kronologi Terbunuhnya Utsman bin Affan
Dalam soal pembebasan Mesir Utsman juga menjadi pemimpin kaum oposisi dan berbeda pendapat dengan Amr bin As dan menentang pikiran itu bersama-sama yang lain.
Begitu keras oposisi Utsman itu sehingga ia berkata kepada Umar: "Dengan semangat tinggi didorong oleh keberanian dan ingin memegang pimpinan, saya khawatir Amr yang berangkat tanpa didukung staf ahli dan dukungan bersama, akan menjerumuskan pasukan Muslimin ke dalam bencana, dengan mengharapkan kesempatan yang tidak diketahuinya ada atau tidak!"
Untuk menentang Amr bin As membebaskan Mesir itu Utsman sudah mengumpulkan suatu kekuatan untuk mempengaruhi pendapat umum di Madinah .
Kendati Umar sudah yakin dan puas dengan pendapat Amr bin As dan ikut mendukungnya, tetapi segala yang dikemukakan Utsman dan mereka yang sama-sama menentangnya, juga diperhitungkannya matang-matang.
Malah dalam menghadapi oposisi mereka itu ia masih berdalih supaya diberikan kesempatan Amr memasuki Mesir dan memerangi Romawi di sana untuk menolong Mesir lepas dari tangan mereka demi kepentingan Muslimin semata. Inilah dua masalah besar yang dihadapi sejarah Islam, dan yang berlawanan dengan pendapat Utsman.
Tetapi dalam banyak hal, Umar dan Utsman sering sependapat. Juga tidak kurang dari sahabat-sahabat besar lainnya ia sering menentang atau sejalan dengan pendapat Umar. Kita sudah melihat banyak orang yang menentang pembebasan Mesir, seperti yang dilakukan oleh Utsman itu.
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Mereka yang mendukung Utsman dalam oposisinya itu, dalam hal-hal lain mereka menentangnya, sebab mereka yang pernah mendampingi Rasulullah SAW semua sama-sama menginginkan kejayaan Islam dan umatnya. Tujuan mereka ikhlas demi Allah, mereka hanya mengharapkan rida Allah dan menjauhi kemurkaan-Nya.
Baca juga: Mimpi Bertemu Nabi dan Kronologi Terbunuhnya Utsman bin Affan
Dalam soal pembebasan Mesir Utsman juga menjadi pemimpin kaum oposisi dan berbeda pendapat dengan Amr bin As dan menentang pikiran itu bersama-sama yang lain.
Begitu keras oposisi Utsman itu sehingga ia berkata kepada Umar: "Dengan semangat tinggi didorong oleh keberanian dan ingin memegang pimpinan, saya khawatir Amr yang berangkat tanpa didukung staf ahli dan dukungan bersama, akan menjerumuskan pasukan Muslimin ke dalam bencana, dengan mengharapkan kesempatan yang tidak diketahuinya ada atau tidak!"
Untuk menentang Amr bin As membebaskan Mesir itu Utsman sudah mengumpulkan suatu kekuatan untuk mempengaruhi pendapat umum di Madinah .
Kendati Umar sudah yakin dan puas dengan pendapat Amr bin As dan ikut mendukungnya, tetapi segala yang dikemukakan Utsman dan mereka yang sama-sama menentangnya, juga diperhitungkannya matang-matang.
Malah dalam menghadapi oposisi mereka itu ia masih berdalih supaya diberikan kesempatan Amr memasuki Mesir dan memerangi Romawi di sana untuk menolong Mesir lepas dari tangan mereka demi kepentingan Muslimin semata. Inilah dua masalah besar yang dihadapi sejarah Islam, dan yang berlawanan dengan pendapat Utsman.
Tetapi dalam banyak hal, Umar dan Utsman sering sependapat. Juga tidak kurang dari sahabat-sahabat besar lainnya ia sering menentang atau sejalan dengan pendapat Umar. Kita sudah melihat banyak orang yang menentang pembebasan Mesir, seperti yang dilakukan oleh Utsman itu.
Baca juga: Pasca-Terbunuhnya Utsman bin Affan: Delapan Hari Tanpa Khalifah
Mereka yang mendukung Utsman dalam oposisinya itu, dalam hal-hal lain mereka menentangnya, sebab mereka yang pernah mendampingi Rasulullah SAW semua sama-sama menginginkan kejayaan Islam dan umatnya. Tujuan mereka ikhlas demi Allah, mereka hanya mengharapkan rida Allah dan menjauhi kemurkaan-Nya.
(mhy)
Lihat Juga :