Fanatik Prosedural

Senin, 14 Oktober 2024 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Dalam konteks ungkapan Ali bin Abi Thalib, penggunaan kata يتكلم به الرجال (yatakallamu bihi al-rijāl) menekankan peran aktif manusia dalam memahami dan menafsirkan Al-Qur'an. Ini mengindikasikan bahwa makna Al-Qur'an tidak bersifat statis, melainkan dinamis dan tergantung pada interaksi antara teks dan pembacanya.

Dalam kontek kelembagaan ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil. Bahwasanya aturan, panduan, atau SOP di tempat kerja mungkin sudah tertulis atau belum terwujud sepenuhnya. Namun, sama seperti Al-Qur'an yang tidak bisa berbicara tanpa interpretasi dari manusia, demikian pula aturan di lembaga kita. Aturan itu, sejelas apapun ditulis, tetap membutuhkan kreativitas dan inisiatif dari kita sebagai pelaku. Aturan hanyalah teks yang diam, dan manusialah yang menghidupkannya dengan tindakan!

"Belum Ada SOP, Jadi Gak Bisa Kerja Nih"

Kita sering mendengar alasan ini. Padahal, apakah benar bahwa tanpa panduan kita tidak bisa bekerja? Mari kita bayangkan jika kita hidup pada masa Ali bin Abi Thalib, tanpa teknologi canggih, tanpa SOP yang diketik rapi dan disimpan di drive. Apakah orang-orang di zaman tersebut berhenti bekerja? Tentu tidak!

Ali tidak menyuruh para pengikutnya berhenti menegakkan kebaikan hanya karena teks-teks Al-Qur'an tidak mengeluarkan suara sendiri. Sebaliknya, ia menantang mereka untuk berpikir, memahami, dan bertindak berdasarkan makna yang lebih dalam. Begitu juga dengan kita.

Kreativitas dan Inisiatif: Dua Kunci Produktivitas

Di lembaga tempat Anda bekerja, mungkin belum ada panduan tugas yang super detil, tetapi itu bukan alasan untuk tidak produktif. Kreativitas dan inisiatif adalah dua hal yang tidak memerlukan SOP tertulis. Anda bisa menggunakan akal sehat, pengalaman, dan keterampilan Anda untuk mengerjakan tugas-tugas harian.

Mari kita bercermin dari pernyataan Ali tadi. Dalam bekerja, kita dihadapkan pada situasi yang mungkin tidak selalu memiliki aturan tertulis yang jelas. Namun, aturan itu tidak harus menjadi penentu apakah kita bisa bekerja atau tidak. Kadang, kita perlu berbicara dan bertindak melalui aturan itu, menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata.

Apa yang Bisa Dilakukan?

1. Cari Solusi Sendiri: Daripada menunggu panduan lengkap, cobalah mencari tahu sendiri bagaimana tugas seharusnya diselesaikan. Berkonsultasilah dengan rekan kerja atau atasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
11 Kaidah Islam yang...
11 Kaidah Islam yang Bisa Mempersempit Perceraian
Bagaimana Hukum Transfusi...
Bagaimana Hukum Transfusi Darah dari Non Muslim? Begini Penjelasannya
Bagaimana Hukum Menyantuni...
Bagaimana Hukum Menyantuni Anak Yatim Nonmuslim?
Hukum Mengadakan Arisan...
Hukum Mengadakan Arisan di Dalam Masjid, Apakah Diperbolehkan?
Rekomendasi
Segini Kekuatan Angin...
Segini Kekuatan Angin yang Menyelamatkan Nabi Musa saat Dikejar Firaun
Fenomena Alam Juli 2025:...
Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh
Temuan Tengkorak Terplester...
Temuan Tengkorak Terplester dari Zaman Neolitik Membingungkan Ilmuwan
Artikel Terkini
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ingin Menikah? Bulan...
Ingin Menikah? Bulan Zulhijjah dan Muharram Jadi Waktu yang Penuh Keberkahan
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
Cerita Unik Khalifah...
Cerita Unik Khalifah Al-Mahdi: Bangun Insfrastruktur Makkah dan Tradisi Parfum di Masjidil Haram
Data Kemenhaj, 6.333...
Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Infografis
Fenomena Si Janda Bolong,...
Fenomena Si Janda Bolong, Tanaman Hias dengan Harga Selangit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved