Kisah Muawiyah Mengerahkan 500 Kapal Laut Mengusir Romawi dari Siprus
Rabu, 23 Oktober 2024 - 05:15 WIB
loading...
Setelah sampai di Siprus dan mendarat di tepi pantai, mereka tidak melihat seorang penguasa pun atau penduduk yang mencegat mereka. Ilustrasi: AI
A
A
A
SUKSES membangun armada laut, Mu'awiyah bin Abi Sufyan merencanakan menyerang pasukan Romawi di Siprus. Pulau Siprus terletak di timur laut Laut Tengah, tak jauh dari Anatolia di bagian utaranya dan dari Syam di sebelah timurnya.
Tak ada laut yang memisahkan kedua pulau selain sebuah terusan sempit. Di Siprus terdapat dua gunung barisan yang ketinggian beberapa puncaknya lebih dari 3000 meter.
Kepulauan ini - sampai sekarang - terkenal karena kesuburan dan buah-buahannya yang baik serta udaranya yang nyaman. Di samping itu ia merupakan pangkalan perang yang kukuh sekali menguasai seluruh Laut Tengah.
Itu sebabnya selama beberapa generasi pulau ini menjadi rebutan terus-menerus. Waktu itu daerah-daerah ini berada di bawah kekuasaan Romawi, dan merupakan pulau pertama yang diserbu pasukan Muslimin di Laut Tengah.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan Mu'awiyah bin Abi Sufyan mengarungi lautan dengan membawa istrinya Fakhitah binti Qarazah dan beberapa sahabat yang sudah tinggal di Syam yang berasal dari Makkah dan Madinah .
Baca juga: Kisah Pasukan Muslim Mengusir Romawi dari Farama: Begini Sikap Orang-Orang Mesir
Kapal yang ditumpangi Mu'awiyah ini berada di garis depan diikuti oleh kapal-kapal lain di belakangnya, yang terdiri dari para sukarelawan Muslimin.
Setelah sampai di Siprus dan mendarat di tepi pantai, mereka tidak melihat seorang penguasa pun atau penduduk yang mencegat mereka.
Haekal menuturkan untuk apa pasukannya memerangi mereka sementara pulau itu berada di bawah kekuasaan Romawi. Kalau bukan Romawi yang akan membela pulau itu rakyatnya tak ada yang akan membela diri.
Kenyataannya kala itu tak satu pun kapal Romawi yang merintangi pasukan Muslimin dan tidak pula berusaha hendak mencegah kedatangan mereka. Kedua belah pihak memilih jalan damai dengan berunding.
Tak ada laut yang memisahkan kedua pulau selain sebuah terusan sempit. Di Siprus terdapat dua gunung barisan yang ketinggian beberapa puncaknya lebih dari 3000 meter.
Kepulauan ini - sampai sekarang - terkenal karena kesuburan dan buah-buahannya yang baik serta udaranya yang nyaman. Di samping itu ia merupakan pangkalan perang yang kukuh sekali menguasai seluruh Laut Tengah.
Itu sebabnya selama beberapa generasi pulau ini menjadi rebutan terus-menerus. Waktu itu daerah-daerah ini berada di bawah kekuasaan Romawi, dan merupakan pulau pertama yang diserbu pasukan Muslimin di Laut Tengah.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Usman bin Affan, Antara Kekhalifahan dengan Kerajaan" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan Mu'awiyah bin Abi Sufyan mengarungi lautan dengan membawa istrinya Fakhitah binti Qarazah dan beberapa sahabat yang sudah tinggal di Syam yang berasal dari Makkah dan Madinah .
Baca juga: Kisah Pasukan Muslim Mengusir Romawi dari Farama: Begini Sikap Orang-Orang Mesir
Kapal yang ditumpangi Mu'awiyah ini berada di garis depan diikuti oleh kapal-kapal lain di belakangnya, yang terdiri dari para sukarelawan Muslimin.
Setelah sampai di Siprus dan mendarat di tepi pantai, mereka tidak melihat seorang penguasa pun atau penduduk yang mencegat mereka.
Haekal menuturkan untuk apa pasukannya memerangi mereka sementara pulau itu berada di bawah kekuasaan Romawi. Kalau bukan Romawi yang akan membela pulau itu rakyatnya tak ada yang akan membela diri.
Kenyataannya kala itu tak satu pun kapal Romawi yang merintangi pasukan Muslimin dan tidak pula berusaha hendak mencegah kedatangan mereka. Kedua belah pihak memilih jalan damai dengan berunding.
Lihat Juga :