Kisah Muawiyah Mengerahkan 500 Kapal Laut Mengusir Romawi dari Siprus
Rabu, 23 Oktober 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Pihak Siprus berpendapat, persetujuan yang telah mereka capai dengan pihak Muslimin jangan sampai menimbulkan pertentangan dengan pihak Romawi, yang mungkin akan mengganggu mereka - hal yang tidak akan mampu dapat mereka cegah.
Oleh karena itu mereka mengadakan persetujuan damai dengan pihak Muslimin atas dasar jizyah 7200 dinar yang dibayarkan setiap tahun, dengan syarat jumlah yang sama juga harus dibayarkan kepada pihak Romawi.
Baca juga: Kisah Pergerakan Shalahuddin Al Ayyubi Mengusir Pasukan Eropa dari Syam
Atas dasar persetujuan ganda dengan pihak Romawi dan pihak Muslimin ini, pihak Muslimin tidak akan melindungi dan tidak akan berperang untuk melindungi mereka jika itu terjadi sesuatu terhadap mereka.
Warga Siprus akan menjadi mata-mata pihak Muslimin dengan memberitahukan kepergian orang-orang Romawi musuh mereka itu.
Ini menurut sumber Balazuri tentang pembebasan Siprus. Disebutkannya bahwa perang itu terjadi dalam tahun ke-28 atau tahun ke-29 Hijri, dan bahwa Siprus tetap setia pada perjanjian itu sampai tahun 32.
Dalam tahun itu pihak Romawi membantu para penyerang di laut itu dengan memberikan beberapa kapal kepada mereka.
Mu'awiyah menyerang mereka dengan 500 kapal dalam tahun 33 dan Siprus dibebaskan dengan jalan paksa setelah terjadi pembunuhan dan penawanan.
Setelah itu mereka kembali mengakui perjanjian itu dengan mengirimkan 12.000 orang ke sana, semua orang pemerintahan.
Di tempat itu beberapa mesjid, juga sekelompok orang dipindahkan ke sana dari Baalbak (Heliopolis), yang selanjutnya dibangun pula di sana sebuah kota.
Oleh karena itu mereka mengadakan persetujuan damai dengan pihak Muslimin atas dasar jizyah 7200 dinar yang dibayarkan setiap tahun, dengan syarat jumlah yang sama juga harus dibayarkan kepada pihak Romawi.
Baca juga: Kisah Pergerakan Shalahuddin Al Ayyubi Mengusir Pasukan Eropa dari Syam
Atas dasar persetujuan ganda dengan pihak Romawi dan pihak Muslimin ini, pihak Muslimin tidak akan melindungi dan tidak akan berperang untuk melindungi mereka jika itu terjadi sesuatu terhadap mereka.
Warga Siprus akan menjadi mata-mata pihak Muslimin dengan memberitahukan kepergian orang-orang Romawi musuh mereka itu.
Ini menurut sumber Balazuri tentang pembebasan Siprus. Disebutkannya bahwa perang itu terjadi dalam tahun ke-28 atau tahun ke-29 Hijri, dan bahwa Siprus tetap setia pada perjanjian itu sampai tahun 32.
Dalam tahun itu pihak Romawi membantu para penyerang di laut itu dengan memberikan beberapa kapal kepada mereka.
Mu'awiyah menyerang mereka dengan 500 kapal dalam tahun 33 dan Siprus dibebaskan dengan jalan paksa setelah terjadi pembunuhan dan penawanan.
Setelah itu mereka kembali mengakui perjanjian itu dengan mengirimkan 12.000 orang ke sana, semua orang pemerintahan.
Di tempat itu beberapa mesjid, juga sekelompok orang dipindahkan ke sana dari Baalbak (Heliopolis), yang selanjutnya dibangun pula di sana sebuah kota.
Lihat Juga :