Kisah Orang Sisilia Membunuh Konstantin karena Kalah Perang Melawan Muslim
Minggu, 27 Oktober 2024 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Sekalipun terbatas, penumpasan itu niscaya dapat dibenarkan, mengingat segala kerugian yang telah menimpa pasukan Muslimin cukup besar. Akan tetapi karena hal itu tidak dilakukan, malah membiarkan musuh lari, maka seharusnya Khalifah Utsman bin Affan memecatnya.
"Namun hal itu tidak dilakukan karena Abdullah bin Sa'ad masih saudara susuannya," tulis Haekal.
Dulu, di masa pembebasan Makkah, Utsman juga yang pernah memintakan perlindungan kepada Nabi untuk Abdullah bin Sa'ad, setelah Nabi melihat orang ini termasuk dari mereka yang patut mendapat hukuman mati karena pernah murtad.
Lawan-lawan politik Khalifah Utsman itu tetap mengecamnya dan mengeluarkan kata-kata yang tak pernah mereka ucapkan, sehingga Abdullah bin Sa'ad meminta kepada Muhammad bin Huzaifah dan Muhammad bin Abu Bakar - kedua pemuka gerakan ini - untuk tidak bersama-sama satu kendaraan dengan dia.
Sementara itu, Konstantin dengan kapalnya melarikan diri menuju ke Sisilia. Sesudah diketahui warga, apa yang telah menimpanya, kata mereka kepadanya: "Anda telah menghancurkan agama Nasrani dan menghabiskan pemimpin-pemimpinnya. Kalau orang-orang Arab itu ke mari, kita tak punya apa lagi yang dapat mencegahnya."
Kemudian mereka membawanya ke sebuah kamar mandi dan mereka bunuh, sedang yang lain dibiarkan kembali ke Konstantinopel.
Baca juga: Gambaran Mencekam Perang Hunain, Pasukan Muslim Nyaris Kalah
Perang Sawari
Pertempuran Dzatus Shawari memiliki arti Pertempuran Tiang Kapal atau disebut juga Pertempuran Foinikos. Ini adalah pertempuran laut krusial yang terjadi pada 655 antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Abu al-A'war as-Sulami melawan armada Bizantium di bawah komando Kaisar Konstans II.
Para sejarawan menamakan perang ini Perang as-Sawari. Ibnu Katsir dalam "al-Bidayah wan Nihayah" mengatakan bahwa mereka menamakannya demikian setelah melihat Muslimin ketika sudah siap bertempur mengikat kapal-kapal mereka satu sama lain, atau mereka mendekati pihak Romawi dan mengikatkan kapal-kapal itu dengan kapal-kapal mereka.
"Namun hal itu tidak dilakukan karena Abdullah bin Sa'ad masih saudara susuannya," tulis Haekal.
Dulu, di masa pembebasan Makkah, Utsman juga yang pernah memintakan perlindungan kepada Nabi untuk Abdullah bin Sa'ad, setelah Nabi melihat orang ini termasuk dari mereka yang patut mendapat hukuman mati karena pernah murtad.
Lawan-lawan politik Khalifah Utsman itu tetap mengecamnya dan mengeluarkan kata-kata yang tak pernah mereka ucapkan, sehingga Abdullah bin Sa'ad meminta kepada Muhammad bin Huzaifah dan Muhammad bin Abu Bakar - kedua pemuka gerakan ini - untuk tidak bersama-sama satu kendaraan dengan dia.
Sementara itu, Konstantin dengan kapalnya melarikan diri menuju ke Sisilia. Sesudah diketahui warga, apa yang telah menimpanya, kata mereka kepadanya: "Anda telah menghancurkan agama Nasrani dan menghabiskan pemimpin-pemimpinnya. Kalau orang-orang Arab itu ke mari, kita tak punya apa lagi yang dapat mencegahnya."
Kemudian mereka membawanya ke sebuah kamar mandi dan mereka bunuh, sedang yang lain dibiarkan kembali ke Konstantinopel.
Baca juga: Gambaran Mencekam Perang Hunain, Pasukan Muslim Nyaris Kalah
Perang Sawari
Pertempuran Dzatus Shawari memiliki arti Pertempuran Tiang Kapal atau disebut juga Pertempuran Foinikos. Ini adalah pertempuran laut krusial yang terjadi pada 655 antara pasukan Muslim yang dipimpin oleh Abu al-A'war as-Sulami melawan armada Bizantium di bawah komando Kaisar Konstans II.
Para sejarawan menamakan perang ini Perang as-Sawari. Ibnu Katsir dalam "al-Bidayah wan Nihayah" mengatakan bahwa mereka menamakannya demikian setelah melihat Muslimin ketika sudah siap bertempur mengikat kapal-kapal mereka satu sama lain, atau mereka mendekati pihak Romawi dan mengikatkan kapal-kapal itu dengan kapal-kapal mereka.
Lihat Juga :