Gerakan Damai sebelum Perang: Surat Khalifah Abu Bakar kepada Kaum Murtad
Selasa, 29 Oktober 2024 - 11:28 WIB
loading...
Tatkala Rasulullah wafat, di beberapa daerah menolak membayar zakat dan keluar dari agama Islam. Ilustrasi: AI
A
A
A
TATKALA Rasulullah SAW wafat, di beberapa daerah menolak membayar zakat bahkan tak sedikit yang keluar dari agama Islam atau murtad . Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq menghadapi masalah ini bertindak sangat tegas.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Abu Bakr As-Siddiq - Yang Lembut Hati" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan sebelum memerangi kaum murtad ini Khalifah Abu Bakar mengirim surat dan menyadarkan mereka.
Khalifah Abu Bakar membuat suatu gerakan damai dengan sebaik-baiknya. Ke seluruh Semenanjung Arabia itu terlebih dulu disiarkan surat pengumuman yang ditujukan kepada siapa saja yang mengetahui isi surat itu, yang awam atau yang khas, yang tetap dalam Islam atau yang murtad.
Surat itu dimulai dengan ucapan hamdalah dan puji-pujian kepada Allah. Kemudian menyebutkan bahwa risalah Muhammad itu benar datang dari Yang Mahakuasa sebagai berita baik dan peringatan.
Baca juga: Maaf dan Marah Khalifah Abu Bakar kepada Kaum yang Murtad
Kemudian menyebutkan bahwa Rasulullah telah wafat setelah selesai menyampaikan apa yang diperintahkan Allah kepada umat manusia, dan Allah sudah menjelaskan itu kepada umat Islam dengan firman-Nya:
"Sungguh, engkau akan mati, dan mereka pun akan mati." ( Qur'an, 39 . 30).
"Kami tidak menjadikan manusia sebelummu hidup kekal; kalaupun kau mati, adakah mereka akan hidup kekal?" ( Qur'an, 21 . 34).
"Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya pun telah berlalu rasul-rasul. Apabila dia mati atau terbunuh, kamu akan berbalik belakang (menjadi murtad)? Barang siapa berbalik belakang, sama sekali takkan merugikan Allah tetapi Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang bersyukur." ( Qur'an, 3 . 144).
Menurut Haekal, maksud Abu Bakar menyebutkan ayat-ayat itu untuk menangkis pangkal fitnah dan kekacauan karena mereka mengatakan: "Kalau Muhammad benar seorang rasul, tentu ia tidak akan mati."
Kemudian setelah mengingatkan supaya orang tetap bertakwa kepada Allah dan bertahan dengan agama-Nya, Abu Bakar berkata: "Kepada saya diberitahukan adanya orang-orang yang telah meninggalkan agamanya setelah berikrar dalam Islam dan menjalankan segala syariatnya, berbalik tidak lagi mengindahkan Allah subhanahu wa ta'ala dan perintah-Nya, tetapi sebaliknya telah mengikuti kehendak setan..."
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya yang diterjemahkan Ali Audah berjudul "Abu Bakr As-Siddiq - Yang Lembut Hati" (Pustaka Litera AntarNusa, 1987) menceritakan sebelum memerangi kaum murtad ini Khalifah Abu Bakar mengirim surat dan menyadarkan mereka.
Khalifah Abu Bakar membuat suatu gerakan damai dengan sebaik-baiknya. Ke seluruh Semenanjung Arabia itu terlebih dulu disiarkan surat pengumuman yang ditujukan kepada siapa saja yang mengetahui isi surat itu, yang awam atau yang khas, yang tetap dalam Islam atau yang murtad.
Surat itu dimulai dengan ucapan hamdalah dan puji-pujian kepada Allah. Kemudian menyebutkan bahwa risalah Muhammad itu benar datang dari Yang Mahakuasa sebagai berita baik dan peringatan.
Baca juga: Maaf dan Marah Khalifah Abu Bakar kepada Kaum yang Murtad
Kemudian menyebutkan bahwa Rasulullah telah wafat setelah selesai menyampaikan apa yang diperintahkan Allah kepada umat manusia, dan Allah sudah menjelaskan itu kepada umat Islam dengan firman-Nya:
"Sungguh, engkau akan mati, dan mereka pun akan mati." ( Qur'an, 39 . 30).
"Kami tidak menjadikan manusia sebelummu hidup kekal; kalaupun kau mati, adakah mereka akan hidup kekal?" ( Qur'an, 21 . 34).
"Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya pun telah berlalu rasul-rasul. Apabila dia mati atau terbunuh, kamu akan berbalik belakang (menjadi murtad)? Barang siapa berbalik belakang, sama sekali takkan merugikan Allah tetapi Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang bersyukur." ( Qur'an, 3 . 144).
Menurut Haekal, maksud Abu Bakar menyebutkan ayat-ayat itu untuk menangkis pangkal fitnah dan kekacauan karena mereka mengatakan: "Kalau Muhammad benar seorang rasul, tentu ia tidak akan mati."
Kemudian setelah mengingatkan supaya orang tetap bertakwa kepada Allah dan bertahan dengan agama-Nya, Abu Bakar berkata: "Kepada saya diberitahukan adanya orang-orang yang telah meninggalkan agamanya setelah berikrar dalam Islam dan menjalankan segala syariatnya, berbalik tidak lagi mengindahkan Allah subhanahu wa ta'ala dan perintah-Nya, tetapi sebaliknya telah mengikuti kehendak setan..."
Lihat Juga :