Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq

Maaf dan Marah Khalifah Abu Bakar kepada Kaum yang Murtad

loading...
Maaf dan Marah Khalifah Abu Bakar kepada Kaum yang Murtad
Ilustrasi Khalifah Abu Bakar. Foto/Ilustrasi/Ist
KISAH ini tentang kaum yang murtad setelah Rasulullah SAW wafat. Salah satunya adalah Qurrah bin Hubairah, pemimpin Banu Amir. Sekembalinya dari Oman menuju Madinah, Amr bin As singgah ke hunian Qurrah. Kala itu, sang pemimpin kabilah itu dan anak buahnya sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Islam atau murtad. (Baca juga: Kisah Umm Ziml, Perempuan yang Murtad Demi Balas Dendam)

Tatkala Amr akan meneruskan perjalanan, Qurrah mengajak berbicara empat mata kepadanya. “He, orang-orang Arab pinggiran itu tidak senang kepada kamu sekalian karena upeti itu. Kalau kalian dapat membebaskan mereka dari pengambilan harta mereka, mereka akan setia dan patuh kepada kalian. Kalau tidak, tak ada jalan lain mereka sepakat akan melawan kalian,” ujarnya terkait permintaannya untuk tidak membayar zakat.

“Kau sudah berbalik jadi kafir, Qurrah? Kau mengancam dan menakut-nakuti kami dengan mereka itu?” jawab Amr balik mengancam.

Sikap Qurrah bin Hubairah ini agak aneh. Soalnya, tadinya dia dikenal sebagai penyembah berhala yang berakal. “Kami mempunyai – banyak tuhan laki-laki dan tuhan perempuan. Tuhan-tuhan itu kami panggil, tetapi tidak menyahut. Kami mohon sesuatu kepada mereka, tetapi mereka tidak memberi apa-apa,” ujarnya saat bertemu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. (Baca juga: Benarkah Sayyidina Ali Menolak Kepemimpinan Khalifah Abu Bakar?)



Setelah itu ia kemudian memeluk agama Islam. “Beruntunglah orang yang dikaruniai akal dan pikiran yang sehat,” ujar Rasulullah kepada Qurrah bin Hubairah, kala itu.

Tak disangka, setelah Rasulullah SAW wafat, dia masuk barisan orang yang enggan membayar zakat. Akhirnya Qurrah termasuk orang yang diperangi pasukan Khalid bin Walid.

Ia ditangkap Hisyam bin Al-Ash dan dibawanya kepada Khalid. Oleh Khalid, Qurrah pun dikirim sebagai tawanan ke Madinah untuk dihadapkan kepada
Khalifah Abu Bakar. Kepada Khalifah, Ia menolak dibilang murtad. “Khalifah Rasulullah, saya seorang Muslim, dan keislaman saya itu sudah disaksikan oleh Amr bin As. Ketika singgah ke tempat saya, saya terima dia, saya hormati dan saya lindungi dia,” ujarnya memelas.



Selanjutnya, Khalifah Abu Bakar memanggil Amr bin As dan menanyakan tentang Qurrah serta apa yang dikatakannya itu. Amr pun bercerita apa adanya. Setelah menyinggung soal zakat dan apa yang dikatakannya, Qurrah menyela sambil mengatakan: “Cukup!” (Baca juga: Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah)
halaman ke-1 dari 4
cover top ayah
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ اَنۡفُسَنَا وَاِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَـنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَـنَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ
Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

(QS. Al-A’raf:23)
cover bottom ayah
preload video