Istilah Dajjal Sudah Dikenal sejak 400 Tahun sebelum Al-Qur'an Diturunkan
Rabu, 30 Oktober 2024 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Quraish, berbeda-beda penilaian ulama tentang riwayat-riwayat menyangkut dajjal ini. Serta makna hadis-hadis Nabi SAW itu.
Kelompok Ahl Sunnah lebih-lebih pakar hadis mengakui adanya apa yang dinamai dajjal dan bahwa ia adalah satu sosok manusia yang menjerumuskan umat Islam, tetapi kelompok Mu'tazilah yang cenderung sangat rasional menolak kebenaran hadis-hadis itu.
Sebagian pemikir kontemporer memahami hadis-hadis yang berbicara tentang dajjal dalam arti kondisi tertentu yang dialami masyarakat. Ada yang memahaminya dalam arti peradaban Barat dewasa ini.
Ujian Pada Masa Penuh Fitnah
Sementara, Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam kitab Sunnah Rasul menyebutkan Dajjal sebagai sosok yang digunakan Allah SWT untuk menguji hamba-hamba-Nya pada masa penuh fitnah.
Dengan hadirnya Dajjal, orang-orang yang benar-benar mengikuti sunnah Rasul SAW akan tampak. Begitu pula, siapa pun yang munafik atau kafir akan jelas. Mereka berbondong-bondong menjadi pengikut Dajjal.
Sebagaimana diceritakan dalam hadis, di antara kemahiran tipu daya Dajjal ialah kemampuannya menyulap' kebenaran dengan kebatilan. Begitu pula sebaliknya. Dajjal disebutkan keluar membawa air dan api.
Baca juga: Apakah Ibnu Shayyad Merupakan Sesosok Dajjal?
Nabi SAW bersabda, Sungguh, aku tahu apa yang ada bersama Dajjal, bersamanya ada dua sungai yang mengalir. Salah satunya secara kasat mata berupa air putih, dan yang lainnya secara kasat mata berupa api yang bergejolak.
Bila ada yang menjumpainya, hendaklah mendatangi yang ia lihat berupa api dan hendaklah menutup mata, kemudian hendaklah menundukkan kepala lalu meminumnya. Karena, sesungguhnya itu adalah air dingin. (HR Muslim).
Yang dilihat manusia sebagai api, sebenarnya air. Sedangkan, apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya adalah api.
Kelompok Ahl Sunnah lebih-lebih pakar hadis mengakui adanya apa yang dinamai dajjal dan bahwa ia adalah satu sosok manusia yang menjerumuskan umat Islam, tetapi kelompok Mu'tazilah yang cenderung sangat rasional menolak kebenaran hadis-hadis itu.
Sebagian pemikir kontemporer memahami hadis-hadis yang berbicara tentang dajjal dalam arti kondisi tertentu yang dialami masyarakat. Ada yang memahaminya dalam arti peradaban Barat dewasa ini.
Ujian Pada Masa Penuh Fitnah
Sementara, Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam kitab Sunnah Rasul menyebutkan Dajjal sebagai sosok yang digunakan Allah SWT untuk menguji hamba-hamba-Nya pada masa penuh fitnah.
Dengan hadirnya Dajjal, orang-orang yang benar-benar mengikuti sunnah Rasul SAW akan tampak. Begitu pula, siapa pun yang munafik atau kafir akan jelas. Mereka berbondong-bondong menjadi pengikut Dajjal.
Sebagaimana diceritakan dalam hadis, di antara kemahiran tipu daya Dajjal ialah kemampuannya menyulap' kebenaran dengan kebatilan. Begitu pula sebaliknya. Dajjal disebutkan keluar membawa air dan api.
Baca juga: Apakah Ibnu Shayyad Merupakan Sesosok Dajjal?
Nabi SAW bersabda, Sungguh, aku tahu apa yang ada bersama Dajjal, bersamanya ada dua sungai yang mengalir. Salah satunya secara kasat mata berupa air putih, dan yang lainnya secara kasat mata berupa api yang bergejolak.
Bila ada yang menjumpainya, hendaklah mendatangi yang ia lihat berupa api dan hendaklah menutup mata, kemudian hendaklah menundukkan kepala lalu meminumnya. Karena, sesungguhnya itu adalah air dingin. (HR Muslim).
Yang dilihat manusia sebagai api, sebenarnya air. Sedangkan, apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya adalah api.
Lihat Juga :