Apakah Ibnu Shayyad Merupakan Sesosok Dajjal?
Rabu, 23 November 2022 - 09:59 WIB
loading...
Sosok Ibnu Shayyad mengundang kontroversi, yakni apakah dia benar-benar Dajjal ataukah hanya salah satu pengikut Dajjal atau Dajjal kecil? Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Pertanyaan apakah Ibnu Shayyad merupakan sesosok Dajjal beredar di kalangan umat Islam. Ibnu Shayyad memang mengundang kontroversi, yakni apakah dia benar-benar Dajjal ataukah hanya salah satu pengikut Dajjal atau Dajjal kecil?
Dalam beberapa kitab, para ulama telah menjelaskan tentang hal ini. Buku yang menjelaskan soal Ibnu Shayyad antara lain ada di buku Al-Mahdi fi Muwajahati ad-Dajjal, yang ditulis oleh Syaikh Mansur 'Abdul Hakim. Buku tersebut menjelaskan bahwa Ibnu Shayyad muncul pada zaman Nabi Shallalahu 'Alaihi wa Sallam dan dia adalah orang Yahudi Madinah.
Baca juga: Mengapa Dajjal Digelari Al-Masih Seperti Nabi Isa? Ini Penjelasannya
Jabir bin 'Abdillah Radhiyallahu'anhuma berkata, "ada seorang wanita yang melahirkan anak lelaki, matanya buta sebelah dan bergigi taring panjang. Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam khawatir kalau ia adalah Dajjal . Beliau mendapatinya sedang tidur mendengkur dengan selimut yang tebal. Lalu ibunya membangunkannya.
Maka Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam bertanya, "wahai Ibnu Shayyad, apa yang engkau lihat?" Dia menjawab, "Aku melihat kebenaran dan istana di atas air".
RasulullahShallallahu "Alaihi wa Sallamberkata kepada Umar bin al-Khaththabradhiallahu anhu : “Jika ia (Ibnu Shayyad) adalah dia (Dajjal), engkau tidak akan mampu mengalahkannya. Jika bukan, sia-sialah kamu membunuhnya.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmadrahimahullah, Imam al-Bukharirahimahullah, Imam Muslimrahimahullahdalam “Kitabul Fitan wa Asyrathus Sa’ah” , Imam Abu Dawud, dan oleh “Imam at-Tirmidzi.
Hadis di atas secara lengkap diriwayatkan dari jalan az-Zuhri, dari Salim bin Abdillah, beliau memberitakan bahwa Abdullah ibnu Umar radhiyallahu anhuma memberitakan bahwa Umar radhiyallahu anhu berangkat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan sekelompok orang menemui Ibnu Shayyad. Mereka melihatnya tengah bermain-main dengan sejumlah anak laki-laki di dekat benteng dari tembok batu Bani Maghalah.
Ketika itu Ibnu Shayyad adalah seorang bocah yang usianya mendekati baligh. Dia tidak memperhatikan (kami) hingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menepuknya dengan tangan beliau. Beliau berkata, “Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah?”
Ibnu Shayyad melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan bagi al-ummiyyin (orang-orang yang ummi).” Kemudian, Ibnu Shayyad bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Apakah Anda bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyangkalnya dan berkata, “Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata (kepada Ibnu Shayyad), “Apa yang kamu lihat?”
Dalam beberapa kitab, para ulama telah menjelaskan tentang hal ini. Buku yang menjelaskan soal Ibnu Shayyad antara lain ada di buku Al-Mahdi fi Muwajahati ad-Dajjal, yang ditulis oleh Syaikh Mansur 'Abdul Hakim. Buku tersebut menjelaskan bahwa Ibnu Shayyad muncul pada zaman Nabi Shallalahu 'Alaihi wa Sallam dan dia adalah orang Yahudi Madinah.
Baca juga: Mengapa Dajjal Digelari Al-Masih Seperti Nabi Isa? Ini Penjelasannya
Jabir bin 'Abdillah Radhiyallahu'anhuma berkata, "ada seorang wanita yang melahirkan anak lelaki, matanya buta sebelah dan bergigi taring panjang. Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam khawatir kalau ia adalah Dajjal . Beliau mendapatinya sedang tidur mendengkur dengan selimut yang tebal. Lalu ibunya membangunkannya.
Maka Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam bertanya, "wahai Ibnu Shayyad, apa yang engkau lihat?" Dia menjawab, "Aku melihat kebenaran dan istana di atas air".
RasulullahShallallahu "Alaihi wa Sallamberkata kepada Umar bin al-Khaththabradhiallahu anhu : “Jika ia (Ibnu Shayyad) adalah dia (Dajjal), engkau tidak akan mampu mengalahkannya. Jika bukan, sia-sialah kamu membunuhnya.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmadrahimahullah, Imam al-Bukharirahimahullah, Imam Muslimrahimahullahdalam “Kitabul Fitan wa Asyrathus Sa’ah” , Imam Abu Dawud, dan oleh “Imam at-Tirmidzi.
Hadis di atas secara lengkap diriwayatkan dari jalan az-Zuhri, dari Salim bin Abdillah, beliau memberitakan bahwa Abdullah ibnu Umar radhiyallahu anhuma memberitakan bahwa Umar radhiyallahu anhu berangkat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan sekelompok orang menemui Ibnu Shayyad. Mereka melihatnya tengah bermain-main dengan sejumlah anak laki-laki di dekat benteng dari tembok batu Bani Maghalah.
Ketika itu Ibnu Shayyad adalah seorang bocah yang usianya mendekati baligh. Dia tidak memperhatikan (kami) hingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menepuknya dengan tangan beliau. Beliau berkata, “Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah?”
Ibnu Shayyad melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan bagi al-ummiyyin (orang-orang yang ummi).” Kemudian, Ibnu Shayyad bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Apakah Anda bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyangkalnya dan berkata, “Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata (kepada Ibnu Shayyad), “Apa yang kamu lihat?”
Lihat Juga :