Sejarah Persaingan Bani Hasyim dan Bani Ummayah
Kamis, 07 November 2024 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Sungguhpun begitu, Harb bin Umayyah pernah mengganggu Abdul-Muttalib bin Hasyim - kakek Nabi - karena orang Yahudi berada di bawah suaka Abdul-Muttalib. Harb bin Umayyah masih juga terus mengganggunya sampai akhirnya Yahudi itu dibunuhnya dan hartanya diambil.
Persaingan antara Banu Umayyah dengan Banu Hasyim ini tetap berlanjut. Sesudah Nabi diutus, Banu Umayyah menjadi golongan yang paling keras memusuhinya. Persaingan mereka terhadap Banu Hasyim itu merupakan pendorong terbesar dalam hal ini.
Abu Sufyan bin Harb, Akhnas bin Syariq dan Abu al-Hakam bin Hisyam mengintai Rasulullah selama tiga malam. Mereka mendengar dari balik tabir Rasulullah sedang membaca Qur'an. Akhnas pergi mengunjungi Abu Jahal di rumahnya dan menanyakan:
"Abu al-Hakam, bagaimana pendapat Anda tentang yang kita dengar dari Muhammad?"
"Yang saya dengar?!" jawab Abu Jahal. "Kami sudah saling memperebutkan kehormatan dengan Banu Abdu-Manaf. Mereka memberi makan, kami pun memberi makan, mereka menanggung, kami pun begitu, mereka memberi, kami juga memberi, sehingga kami dapat sejajar dan sama tangkas dalam perlombaan.
"Kami seperti dua ekor kuda pacuan." Tetapi tiba-tiba kata mereka: "Di kalangan kami ada seorang nabi yang menerima wahyu dari langit. Kapan kita akan mengalami yang semacam itu? Tidak! Kami samasekali tidak akan beriman kepadanya dan tidak akan mempercayainya!"
Baca juga: Abu Sufyan bin Harits (2-Habis): Akhir Sepupu Nabi SAW, Setelah 20 Tahun Memerangi Islam
Persaingan antara Banu Umayyah dengan Banu Hasyim ini tetap berlanjut. Sesudah Nabi diutus, Banu Umayyah menjadi golongan yang paling keras memusuhinya. Persaingan mereka terhadap Banu Hasyim itu merupakan pendorong terbesar dalam hal ini.
Abu Sufyan bin Harb, Akhnas bin Syariq dan Abu al-Hakam bin Hisyam mengintai Rasulullah selama tiga malam. Mereka mendengar dari balik tabir Rasulullah sedang membaca Qur'an. Akhnas pergi mengunjungi Abu Jahal di rumahnya dan menanyakan:
"Abu al-Hakam, bagaimana pendapat Anda tentang yang kita dengar dari Muhammad?"
"Yang saya dengar?!" jawab Abu Jahal. "Kami sudah saling memperebutkan kehormatan dengan Banu Abdu-Manaf. Mereka memberi makan, kami pun memberi makan, mereka menanggung, kami pun begitu, mereka memberi, kami juga memberi, sehingga kami dapat sejajar dan sama tangkas dalam perlombaan.
"Kami seperti dua ekor kuda pacuan." Tetapi tiba-tiba kata mereka: "Di kalangan kami ada seorang nabi yang menerima wahyu dari langit. Kapan kita akan mengalami yang semacam itu? Tidak! Kami samasekali tidak akan beriman kepadanya dan tidak akan mempercayainya!"
Baca juga: Abu Sufyan bin Harits (2-Habis): Akhir Sepupu Nabi SAW, Setelah 20 Tahun Memerangi Islam
(mhy)
Lihat Juga :