Pesantren di Era Kolonial: Kitab-Kitabnya Masih Dipelajari sampai Sekarang

Selasa, 12 November 2024 - 05:15 WIB
loading...
Pesantren di Era Kolonial:...
Aktivitas sebuah pondok pesantren di Pulau Jawa pada masa kolonial Hindia Belanda. (Tropenmuseum)
A A A
PADA masa penjajahan Belanda , sistem pendidikan terbagi ke dalam 2 (dua) jenis: pendidikan umum dan pendidikan Islam.

Istilah pendidikan umum ini sebenarnya secara eksplisit tidak terdapat dalam literatur resmi, terlebih juga bisa saja diperdebatkan.

"Kalau mau disebut lebih tegas sebenarnya sistem pendidikan sekuler," tulis Prof Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed dalam buku berjudul "KH Ahmad Dahlan" Bab "Pembaharuan Pendidikan KH Ahmad Dahlan" (Museum Kebangkitan Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015).

"Namun umumnya masyarakat lebih paham dengan istilah pendidikan umum, sekolah umum," jelas Mu'ti.

Baca juga: Dirjen Pendis: Pembentukan Ditjen Pesantren untuk Akomodir Kepentingan Pesantren

Pada masa awal penjajahan, ketika VOC (Vereenigde Oost-indische Compagnie) yang berkuasa, sebenarnya corak pendidikan Kristen juga sudah ada. Namun pada akhirnya yang menguat dari pemerintah adalah pendidikan yang tidak memasukkan agama di dalamnya.

Sementara itu di sisi lain pendidikan Islam juga menguat dengan pesantren sebagai basis institusinya. Maka pada gilirannya, dua pola sistem pendidikan inilah yang menjadi arus utama sistem pendidikan kala itu.

Pendidikan Pesantren

Pendidikan Islam yang paling menonjol di zaman kolonial adalah pendidikan yang dilaksanakan di pesantren-pesantren . Namun di luar itu sebenarnya pengajaran Islam juga banyak dilakukan di surau/langgar.

"Proses pendidikan di surau ini sifatnya tidak formal. Materi yang diajarkan adalah pengetahuan agama," ujar Mu'ti.

Namun sebenarnya yang terjadi di sana bukan sekadar belajar dalam arti mempelajari rumpun ilmu secara kognitif. Di sana juga terjadi pembudayaan nilai. Jadi surau adalah representasi pembudayaan nilai-nilai kultural (learning society).

Secara khusus, lembaga pendidikan Islam yang berkembang massif dan secara khusus dijadikan sebagai tempat belajar adalah pesantren.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gelar Halaqah Pesantren,...
Gelar Halaqah Pesantren, GAPPI Bahas Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi Zakat
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Peluncuran Buku Jihad...
Peluncuran Buku Jihad Santri Merawat Bumi: 10 Kisah Inspiratif Pengelolaan Sampah di Pesantren
Pesantren Tahfidz Tunanetra...
Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Pertama Sam’an Cinta Qur’an Diresmikan
Menag Tinjau Pesantren...
Menag Tinjau Pesantren Al Khoziny, Salurkan Bantuan Rp610 Juta
3 Rekomendasi Gernas...
3 Rekomendasi Gernas Ayo Mondok untuk Penguatan Pendidikan Pesantren
Rekomendasi
Jepang Menemukan 7.000...
Jepang Menemukan 7.000 Lebih Pulau Baru
Dua Gempa Bumi Terbesar...
Dua Gempa Bumi Terbesar di Dunia Diprediksi Akan Terjadi Bersamaan
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Artikel Terkini
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved