Pesantren di Era Kolonial: Kitab-Kitabnya Masih Dipelajari sampai Sekarang

Selasa, 12 November 2024 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Pesantren belum mengenal kurikulum dalam arti yang lebih sistematis sebagaimana dalam pendidikan modern. Jenjang dan batas waktu belajar misalnya tidak jelas. Semua itu lebih bergantung pada individu yang belajar.

Namun demikian, dalam arti yang lebih luas di sana sebenarnya sudah ada kurikulum. Setidaknya ada daftar kitab-kitab yang biasa dikaji dan pentahapan untuk mempelajarinya.

Menurut Karel A Steenbrink, semenjak akhir abad ke-19 pengamatan terhadap kurikulum pesantren sudah dilakukan misalnya oleh LWC Van Den Berg (1886) seorang pakar pendidikan dari Belanda.

Berdasarkan wawancaranya dengan para kiai, dia mengomplikasi suatu daftar kitab-kitab kuning yang masa itu dipakai di pesantren-pesantren Jawa dan umumnya Madura.

Kitab-kitab tersebut sampai sekarang pada umumnya masih dipakai sebagai buku pegangan di pesantren.

Kitab-kitab tersebut adalah: kitab-kitab fikih, baik fikih secara umum maupun fikih ibadah, tata bahasa arab, ushuludin, tasawwuf dan tafsir.

Baca juga: Masa Depan Pendidikan Pesantren

Karel A. Steenbrink menyimpulkan bahwa kebanyakan kitab-kitab yang dipakai di pesantren masa itu hampir semuanya berasal dari zaman pertengahan dunia Islam.

Ada perbedaan yang mendasar antara pendidikan pesantren dengan pendidikan Belanda. Pendidikan pesantren bertujuan untuk membina manusia hubungannya dengan Tuhan (theosentris), sedangkan pendidikan Belanda bertujuan untuk membina manusia hubungannya dengan kehidupan (antroposentris).

Harus diakui bahwa sistem pendidikan Barat lebih handal dan sistematis. Sedangkan sistem pendidikan pesantren masih bersifat tradisional. Hal inilah kemudian yang menyebabkan umat Islam tertinggal terutama dalam membangun tata kehidupan yang berkemajuan.

Pada konteks inilah kemudian lahirlah KH Ahmad Dahlan . Dia adalah salah satu bumi putra yang mendapat kesempatan untuk belajar ke luar. Di tempat belajarnya ia berinteraksi dengan tokoh-tokoh pembaharuan Islam. Bekal inilah yang di kemudian hari membuatnya mampu memosisikan diri secara tepat dan solutif di tengah problematika yang sedang terjadi di Indonesia.

Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gelar Halaqah Pesantren,...
Gelar Halaqah Pesantren, GAPPI Bahas Kemandirian Ekonomi dan Digitalisasi Zakat
Pustunastren UIN Mataram...
Pustunastren UIN Mataram Jadi Pusat Studi Pesantren dan Manuskrip Nusantara
Peluncuran Buku Jihad...
Peluncuran Buku Jihad Santri Merawat Bumi: 10 Kisah Inspiratif Pengelolaan Sampah di Pesantren
Pesantren Tahfidz Tunanetra...
Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Pertama Sam’an Cinta Qur’an Diresmikan
Menag Tinjau Pesantren...
Menag Tinjau Pesantren Al Khoziny, Salurkan Bantuan Rp610 Juta
3 Rekomendasi Gernas...
3 Rekomendasi Gernas Ayo Mondok untuk Penguatan Pendidikan Pesantren
Rekomendasi
Berdenyut Cepat dan...
Berdenyut Cepat dan 5 Fakta Mengerikan Keadaan Bumi sedang Kritis
Terumbu Karang Mediterania...
Terumbu Karang Mediterania Terbesar di Kroasia Terancam oleh Pemanasan Global
Batu Seberat 137 Ton...
Batu Seberat 137 Ton yang Bisa Dipindahkan dengan 1 Orang Saja
Artikel Terkini
LGBT dalam Pandangan...
LGBT dalam Pandangan Islam: Dalil Al-Qur'an, Hadis, dan Solusi Menurut Syariat
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved