Syaikh Al-Qardhawi: Ahli Kitab Kufur karena Mendustakan Kerasulan Muhammad SAW
Rabu, 13 November 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
"... Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula bagi mereka). Dan dihalalkan mengawini wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu..." ( QS al-Ma'idah : 5)
Surat yang sama pula, yakni surat al-Ma'idah, berbicara tentang kekufuran orang-orang Nasrani karena mereka mengatakan: "... sesungguhnya Allah ialah al-Masih putera Maryam ..." (QS al-Ma'idah, 72)
"... bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga ..." (Surat al-Ma'idah, 73)
Oleh karena itu, tidak benar orang yang mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang Nasrani pada hari ini berbeda dengan orang-orang Nasrani ketika al-Qur'an diturunkan."
Karena kita semua telah tahu bahwa ajaran agama Nasrani telah terkristalisasi dan dikenal pasti batas-batas keyakinannya sejak adanya 'Seminar Nicea' yang sangat terkenal pada tahun 325 M.
Baca juga: Benarkah kufur Nikmat Termasuk Dosa Besar? Begini Penjelasannya
Pada era Makkah , para sahabapun mengetahui kedekatan para ahli kitab -khususnya orang-orang Nasrani- kepada orang-orang Roma. Para ahli kitab ini begitu sedih dengan kekalahan orang-orang Nasrani dari Byzantium terhadap orang-orang Persia, yang Majusi.
Dan pada masa yang sama, para penyembah berhala dari kaum musyrik Makkah sangat bergembira dengan kemenangan yang diraih oleh orang Persia.
Kedua golongan ini diketahui kepada siapa mereka lebih dekat dan kepada siapa mereka lebih jauh. Kekalahan orang-orang Roma ini disebutkan dalam awal surat ar-Rum sebagai berikut:
"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeriyang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dansesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsaRomawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karenapertolongan Allah ..." ( QS ar-Rum : 1-5)
Surat yang sama pula, yakni surat al-Ma'idah, berbicara tentang kekufuran orang-orang Nasrani karena mereka mengatakan: "... sesungguhnya Allah ialah al-Masih putera Maryam ..." (QS al-Ma'idah, 72)
"... bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga ..." (Surat al-Ma'idah, 73)
Oleh karena itu, tidak benar orang yang mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang Nasrani pada hari ini berbeda dengan orang-orang Nasrani ketika al-Qur'an diturunkan."
Karena kita semua telah tahu bahwa ajaran agama Nasrani telah terkristalisasi dan dikenal pasti batas-batas keyakinannya sejak adanya 'Seminar Nicea' yang sangat terkenal pada tahun 325 M.
Baca juga: Benarkah kufur Nikmat Termasuk Dosa Besar? Begini Penjelasannya
Pada era Makkah , para sahabapun mengetahui kedekatan para ahli kitab -khususnya orang-orang Nasrani- kepada orang-orang Roma. Para ahli kitab ini begitu sedih dengan kekalahan orang-orang Nasrani dari Byzantium terhadap orang-orang Persia, yang Majusi.
Dan pada masa yang sama, para penyembah berhala dari kaum musyrik Makkah sangat bergembira dengan kemenangan yang diraih oleh orang Persia.
Kedua golongan ini diketahui kepada siapa mereka lebih dekat dan kepada siapa mereka lebih jauh. Kekalahan orang-orang Roma ini disebutkan dalam awal surat ar-Rum sebagai berikut:
"Alif Lam Mim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeriyang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dansesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsaRomawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karenapertolongan Allah ..." ( QS ar-Rum : 1-5)
Lihat Juga :