Waspada! Dukun Putih Sama Sesatnya: Beda Sihir dengan Karomah
Kamis, 14 November 2024 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
3. Ritual memindahkan penyakit pasien kepada hewan ternak (kambing), ayam, telur ayam, dan sebagainya.
4. Memberi minuman air putih yang sudah dibacai mantra-mantra.
5. Memberikan rajah yang sudah ditulis di kertas atau di kain, yang dapat dikenakan atau dimasukkan dalam minuman atau diminum oleh pasien.
6. Memberikan jimat atau benda keramat, seperti: cincin, gelang, kalung, sabuk, susuk, dan sebagainya.
7. Transfer energi atau tenaga dalam disertai dengan zikir dan amalan khusus.
8. Ruqyah jama’ah yang dilakukan oleh sebagian kelompok yang kurang paham tentang perbedaan sunnah dan bid’ah.7
Baca juga: Membentengi Diri dari Serangan Jahat Ilmu Hitam Sesuai Ajaran Islam
Beda Dukun dan Sihir dengan Karomah
Abu Ubaidah Yusuf menjelaskan para dukun dan tukang sihir banyak yang menampakkan aksi-aksi luar biasa, yang disiarkan di media massa dan layar kaca yang disaksikan oleh banyak penonton setia. Sebagian orang karena kejahilan tentang agama menilai hal itu sebagai karomah padahal hal itu adalah sihir dan penipuan yang amat nyata.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab Bughyatul Murtab menulis bahwa, “ Fitnah Dajjal itu tidaklah terbatas pada orang-orang yang hidup di zamannya saja, bahkan fitnah Dajjal yang sesungguhnya adalah setiap kebatilan dan penyimpangan terhadap syari’at yang dibarengi dengan keluarbiasaan."
"Barangsiapa percaya dengan kesesatan yang memiliki kedigdayaan tersebut," katak Ibnu Taimiyah, "Maka dia terkena fitnah Dajjal. Fitnah jenis ini banyak sekali pada setiap waktu dan tempat. Namun, fitnah Dajjal yang diberitakan Nabi SAW dalam banyak hadisnya adalah fitnah yang paling dahsyat.”
Abu Ubaidah Yusuf mengakui, antara karomah dan sihir ada kemiripan dari sisi sama-sama keluarbiasaan dan kedigdayaan. Namun, harus diingat bahwa kedigdayaan dan keluarbiasaan yang muncul pada seseorang tidak mesti menunjukkan kebaikan. Akan tetapi, kebaikan seseorang harus diukur dengan barometer syari’at.
4. Memberi minuman air putih yang sudah dibacai mantra-mantra.
5. Memberikan rajah yang sudah ditulis di kertas atau di kain, yang dapat dikenakan atau dimasukkan dalam minuman atau diminum oleh pasien.
6. Memberikan jimat atau benda keramat, seperti: cincin, gelang, kalung, sabuk, susuk, dan sebagainya.
7. Transfer energi atau tenaga dalam disertai dengan zikir dan amalan khusus.
8. Ruqyah jama’ah yang dilakukan oleh sebagian kelompok yang kurang paham tentang perbedaan sunnah dan bid’ah.7
Baca juga: Membentengi Diri dari Serangan Jahat Ilmu Hitam Sesuai Ajaran Islam
Beda Dukun dan Sihir dengan Karomah
Abu Ubaidah Yusuf menjelaskan para dukun dan tukang sihir banyak yang menampakkan aksi-aksi luar biasa, yang disiarkan di media massa dan layar kaca yang disaksikan oleh banyak penonton setia. Sebagian orang karena kejahilan tentang agama menilai hal itu sebagai karomah padahal hal itu adalah sihir dan penipuan yang amat nyata.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitab Bughyatul Murtab menulis bahwa, “ Fitnah Dajjal itu tidaklah terbatas pada orang-orang yang hidup di zamannya saja, bahkan fitnah Dajjal yang sesungguhnya adalah setiap kebatilan dan penyimpangan terhadap syari’at yang dibarengi dengan keluarbiasaan."
"Barangsiapa percaya dengan kesesatan yang memiliki kedigdayaan tersebut," katak Ibnu Taimiyah, "Maka dia terkena fitnah Dajjal. Fitnah jenis ini banyak sekali pada setiap waktu dan tempat. Namun, fitnah Dajjal yang diberitakan Nabi SAW dalam banyak hadisnya adalah fitnah yang paling dahsyat.”
Abu Ubaidah Yusuf mengakui, antara karomah dan sihir ada kemiripan dari sisi sama-sama keluarbiasaan dan kedigdayaan. Namun, harus diingat bahwa kedigdayaan dan keluarbiasaan yang muncul pada seseorang tidak mesti menunjukkan kebaikan. Akan tetapi, kebaikan seseorang harus diukur dengan barometer syari’at.
Lihat Juga :