Kisah Berakhirnya Perlawanan Persia: Berikut Ini Wilayah Paling Sulit Ditaklukkan Muslim
Senin, 18 November 2024 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Pelarian dan Matinya Raja Persia Yazdigird di Era Khalifah Utsman bin Affan
Sejarawan Tabari menghubungkan perselisihan mereka ini pada upaya Salman yang ingin memegang pimpinan Habib tetapi Habib menolak. Pihak Syam berkata: "Kami bermaksud menghantam Salman". Pihak Kufah berkata: "Kalau begitu kita hantam saja Habib biar banyak yang mati dari kalian dan dari kami..."
Dalam hal ini penyair Kufah, Aus bin Magra' berkata:
Kalau kalian menghantam Salman akan kami hantam Habib kalian
Kalau kalian berangkat menemui Ibn Affan kami pun akan berangkat
Kalau kalian melanda, daerah perang itu adalah daerah komandan kami
Dan ini komandan yang dalam batalion-batalion sudah akan datang
Kami adalah para penguasa daerah-daerah perang, kamilah garnisunnya
Setiap malam, membidik dan menyangga setiap daerah perang.
Tetapi sejarawan Balazuri mengacu adanya perselisihan itu pada Salman, bahwa ia bersama pasukannya sampai ke tempat pertempuran itu sesudah pihak Syam selesai menghadapi musuh.
Pasukan Kufah meminta agar hasil rampasan perang dibagi bersama dengan mereka, tetapi permintaan itu ditolak. Antara Habib dengan Salman kemudian terjadi perang mulut dan beberapa orang dari pihak Syam mengancam akan membunuh Salman. Maka keluarlah kata-kata penyair pihak Kufah seperti disebutkan di atas itu.
Baca juga: Kisah Kisra Yazdigird yang Menjadi Pelarian: Satu per Satu Wilayah Persia Dikuasai Muslim
Sejarawan Tabari menghubungkan perselisihan mereka ini pada upaya Salman yang ingin memegang pimpinan Habib tetapi Habib menolak. Pihak Syam berkata: "Kami bermaksud menghantam Salman". Pihak Kufah berkata: "Kalau begitu kita hantam saja Habib biar banyak yang mati dari kalian dan dari kami..."
Dalam hal ini penyair Kufah, Aus bin Magra' berkata:
Kalau kalian menghantam Salman akan kami hantam Habib kalian
Kalau kalian berangkat menemui Ibn Affan kami pun akan berangkat
Kalau kalian melanda, daerah perang itu adalah daerah komandan kami
Dan ini komandan yang dalam batalion-batalion sudah akan datang
Kami adalah para penguasa daerah-daerah perang, kamilah garnisunnya
Setiap malam, membidik dan menyangga setiap daerah perang.
Tetapi sejarawan Balazuri mengacu adanya perselisihan itu pada Salman, bahwa ia bersama pasukannya sampai ke tempat pertempuran itu sesudah pihak Syam selesai menghadapi musuh.
Pasukan Kufah meminta agar hasil rampasan perang dibagi bersama dengan mereka, tetapi permintaan itu ditolak. Antara Habib dengan Salman kemudian terjadi perang mulut dan beberapa orang dari pihak Syam mengancam akan membunuh Salman. Maka keluarlah kata-kata penyair pihak Kufah seperti disebutkan di atas itu.
Baca juga: Kisah Kisra Yazdigird yang Menjadi Pelarian: Satu per Satu Wilayah Persia Dikuasai Muslim
(mhy)
Lihat Juga :