Kiai Ahmad Dahlan dan Pembaharuan Pendidikan: Strategi Melawan Penjajah

Jum'at, 15 November 2024 - 08:22 WIB
loading...
Kiai Ahmad Dahlan dan...
Kiai Ahmad Dahlan telah melakukan pembaharuan terhadap sistem pendidikan sekolah dan pesantren. Foto: Ist
A A A
BEBERAPA hari lagi Muhammadiyah akan memperingati milad yang ke-112. Muhammadiyah lahir pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan dengan 18 November 1912 M.

Salah satu organisasi massa terbesar Indonesia ini didirikan KH Ahmad Dahlan . Lalu, bagaimana sejatinya perjuangan Pahlawan Nasional ini dalam membangun pendidikan sehingga seperti sekarang ini?

Kiai Haji Ahmad Dahlan mempunyai perhatian serius pada masalah pendidikan . Kala itu, pendidikan adalah faktor utama yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk dan sekian lama berada dalam penguasaan Belanda . Persoalan ini harus segera diatasi, dan penjajah harus dilawan.

"Namun demikian kelihatannya Ahmad Dahlan sangat jeli dalam melihat situasi politik. Melawan Belanda secara konfrontatif dengan mengangkat senjata saat itu belumlah tepat. Ia memilih pendidikan sebagai cara halus untuk melawan Belanda," tulis Prof Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed dalam buku berjudul "KH Ahmad Dahlan" Bab "Pembaharuan Pendidikan KH Ahmad Dahlan".

Baca juga: Profil Singkat Kiai Ahmad Dahlan dan Siasatnya Membangun Muhammadiyah

Buku tersebut diterbitkan oleh Museum Kebangkitan Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015. Kini, Abdul Mu'ti yang Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Di sini, kata Mu'ti, Ahmad Dahlan terlihat sebagai sosok yang penuh strategi dan diplomatik. Ia tidak mudah terpancing dengan ria-riak emosi yang muncul dari kalangan masyarakat Islam.

Ahmad Dahlan tampak cerdik dalam memandang sesuatu. Apa yang telah disuguhkan Belanda, terutama dalam bidang pendidikan menurutnya tidaklah buruk semuanya. Ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk (almuhafadzah ala al-qadiim as-shaaih wa al-akhdzu bi al-jadiid al-ashlah).

Demikianlah kiranya prinsip Ahmad Dahlan. Atas pemikiran inilah kemudian Kiai Ahmad Dahlan mengambil langkah konkrit. Ia merombak ruang tamu rumahnya menjadi ruang kelas.

Langkah ini dilakukan sebelum ia mendirikan Muhammadiyah, sebuah organisasi yang dalam beberapa hal mungkin dapat ditafsirkan sebagai media dan strategi politik.

"Jadi di sini terlihat jelas bahwa persoalan utama yang dipikirkan Ahmad Dahlan adalah sebuah solusi di tengah berbagai masalah yang muncul di Indonesia, bukan maksud politik dengan tujuan-tujuan pragmatis," ujar Mu'ti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gelar Salat Idulfitri...
Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Gedung PP Muhammadiyah Menteng Dipadati Jemaah
Asal Muasal dan Sejarah...
Asal Muasal dan Sejarah Perintah Zakat, Simak Biar Lebih Paham!
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Besok, Simak Penjelasannya
Inilah Asal-Usul Bacaan...
Inilah Asal-Usul Bacaan Lafaz Niat Puasa Ramadan
Sejarah Hari Santri:...
Sejarah Hari Santri: Dari Resolusi Jihad hingga Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Bersejarah
Rekomendasi
Hampir 2 Juta Petir...
Hampir 2 Juta Petir Menyambar Australia dalam Waktu 24 Jam
Sumber Air Terbesar...
Sumber Air Terbesar di Alam Semesta Ditemukan di Luar Angkasa
Topan Lupit Terjang...
Topan Lupit Terjang 3 Wilayah, Warga Jepang Diminta Waspada
Artikel Terkini
Suap-Menyuap Termasuk...
Suap-Menyuap Termasuk Bentuk Korupsi yang Dilaknat, Begini Penjelasannya
Mengapa Korupsi Diharamkan...
Mengapa Korupsi Diharamkan dan Termasuk Dosa Besar dalam Islam?
Curang dalam Islam:...
Curang dalam Islam: Ancaman Pelaku Kecurangan dalam Al-Qur'an dan Hadis, Bukan Golongan Rasulullah
4 Kisah Menuntut Ilmu...
4 Kisah Menuntut Ilmu dalam Al-Qur'an yang Penuh Hikmah, dari Nabi Musa hingga Burung Hudhud
Belajar Agama Lewat...
Belajar Agama Lewat Media Sosial, Ini Etika yang Harus Diperhatikan Muslim
Hukum Ngaji Online Menurut...
Hukum Ngaji Online Menurut Gus Baha, Kapan Lewat Internet dan Kapan Harus Berguru Langsung?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved