Kisah Sultan Baybars Mengusir Bangsa Mongol dari Mesir saat Daulah Abbasiyah Runtuh
Rabu, 20 November 2024 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya Sultan Ibn Baybars mengejar, menyerang dan mengalahkan tentara Mongol di dekat Damaskus ibu kota Suriah (1303) sehingga Sultan Mamalik dapat membersihkan sisa-sisa tentara Mongol mulai dari Mesir sampai ke Suriah dan dapat kembali merebut seluruh wilayah tersebut dari tangan musuh.
Faktor kemenangan Baybars dalam usahanya mempertahankan Mesir dari serangan Mongol adalah strateginya yang menyerang ke luar Mesir tidak bertahan, sebab pertahanan yang paling kuat menghadapi musuh adalah menyerang, seperti yang telah dilakukan oleh Salahuddin Al-Ayyubi.
Sedangkan di pihak musuh menganggap remeh kepada tentara Islam karena ibu kota negara Islam (Baghdad) telah dihancurkan, maka semangat jihadnya telah hilang karena itu dia datang hanya dengan sejumlah kecil tentara.
Akan tetapi perkiraan mereka itu meleset, semangat tentara Islam masih kuat terutama menghadapi serangan Mongol.
Selain itu, kemampuan perang orang Mamalik ini sangat mahir karena mereka memang berbakat perang sehingga Mongol tidak dapat menghadapi mereka.
Mengangkat Khalifah
Oleh karena itu Mesir terbebas dari serangan musuh. Baybars membuat satu peristiwa besar dalam pemerintahannya yaitu melakukan bai’at tehadap Al-Mustansir (1226-1242) sebagai Khalifah.
Adapun Al-Mustansir berasal dari keturunan Abbasiyah yang melarikan diri dari Baghdad ke Mesir sewaktu Baghdad diserang pasukan Hulaqu Khan bangsa Mongol.
Baca juga: 4 Faktor Penyebab Kemunduran Daulah Abbasiyah
Dia karena berasal dari keturunan Abbasiyah masih diakui kaum muslimin sebagai Khalifah walaupun hanya simbol belaka. Dia memberikan pengesahan kepada Baybars menjadi Sultan untuk wilayah Mesir, Suriah, Hijaz, Yaman dan daerah Sungai Furat.
Dengan demikian Sultan Baybars mendapat legalitas dari Khalifah atas seluruh wilayah kekuasaannya.
Faktor kemenangan Baybars dalam usahanya mempertahankan Mesir dari serangan Mongol adalah strateginya yang menyerang ke luar Mesir tidak bertahan, sebab pertahanan yang paling kuat menghadapi musuh adalah menyerang, seperti yang telah dilakukan oleh Salahuddin Al-Ayyubi.
Sedangkan di pihak musuh menganggap remeh kepada tentara Islam karena ibu kota negara Islam (Baghdad) telah dihancurkan, maka semangat jihadnya telah hilang karena itu dia datang hanya dengan sejumlah kecil tentara.
Akan tetapi perkiraan mereka itu meleset, semangat tentara Islam masih kuat terutama menghadapi serangan Mongol.
Selain itu, kemampuan perang orang Mamalik ini sangat mahir karena mereka memang berbakat perang sehingga Mongol tidak dapat menghadapi mereka.
Mengangkat Khalifah
Oleh karena itu Mesir terbebas dari serangan musuh. Baybars membuat satu peristiwa besar dalam pemerintahannya yaitu melakukan bai’at tehadap Al-Mustansir (1226-1242) sebagai Khalifah.
Adapun Al-Mustansir berasal dari keturunan Abbasiyah yang melarikan diri dari Baghdad ke Mesir sewaktu Baghdad diserang pasukan Hulaqu Khan bangsa Mongol.
Baca juga: 4 Faktor Penyebab Kemunduran Daulah Abbasiyah
Dia karena berasal dari keturunan Abbasiyah masih diakui kaum muslimin sebagai Khalifah walaupun hanya simbol belaka. Dia memberikan pengesahan kepada Baybars menjadi Sultan untuk wilayah Mesir, Suriah, Hijaz, Yaman dan daerah Sungai Furat.
Dengan demikian Sultan Baybars mendapat legalitas dari Khalifah atas seluruh wilayah kekuasaannya.
Lihat Juga :