Pertaruhan Besar Khalid bin Walid dalam Perang Yamamah

Senin, 24 Agustus 2020 - 15:06 WIB
loading...
Pertaruhan Besar Khalid...
Ilustrasi/Ist
A A A
KHALIFAH Abu Bakar tetap mempertahankan kedudukan Khalid bin Walid dan selanjudnya menugaskan Saifullah ini untuk berangkat ke Yamamah . memerangi Musailamah . Itu dilakukan setelah peramal Banu Hanifah itu mengalahkan Ikrimah. (Baca juga: Kasus Khalid tentang Laila, Membaca Sikap Umar dengan Khalifah Abu Bakar )

Muhammad Husain Haekal dalam As-Siddiq Abu Bakr berpendapat penugasan kepada Khalid bin Walid ini untuk memperlihatkan kepada orang-orang Madinah dan terutama mereka yang sependapat dengan Umar bin Khattab , bahwa Khalid adalah orang yang akan mengantarkan malapetaka itu, akan memberi pukulan telak, dan ketika perintah itu dikeluarkan ia akan melemparkannya ke neraka— atau dia akan habis tenggelam. (Baca juga: Soal Si Cantik Laila, Begini Kemarahan Umar Bin Khattab kepada Khalid Bin Walid )

Itulah hukuman yang paling tepat atas perbuatannya terhadap Umm Tamim, Laila, dan suaminya. Atau kemenangan itu pula yang akan membersihkan namanya, lalu ia muncul sebagai orang yang datang dengan kemenangan yang membawa hasil, sekaligus menenteramkan hati kaum Muslimin.

Baca juga: Trio Jenderal Bertempur Bersama Perangi Kaum Murtad di Oman

Dengan demikian apa yang terjadi di Butah sudah tak berarti apa-apa lagi. Menurut Haekal, Yamamah sudah membersihkan nama Khalid walaupun dalam pada itu, sebelum darah Muslimin dan darah pengikut-pengikut Musailamah kering, ia telah menikah pula dengan seorang gadis perawan, seperti yang dilakukannya dengan Laila. Atas perbuatannya ini pun Abu Bakar memberikan teguran, bahkan lebih keras lagi dari ketika mengawini Laila. Tetapi itu tak lebih dari sekadar teguran dan Khalid pun tak lebih dari sekadar mendengarkan. (Baca juga: Kontroversi Khalid bin Walid dan Betis Indah Si Cantik Laila )

Saya rasa teguran Abu Bakar hanya untuk menenangkan kemarahan orang-orang semacam Abu Qatadah. “Kalau saya harus merasa heran, keheranan saya kepada penulis-penulis dan para ahli sejarah yang dengan peristiwa itu mereka berusaha hendak menjelek-jelekkan Khalid. Juga tidak kurang keheranan saya kepada mereka yang berusaha hendak membelanya atau mencari-carikan alas an,” ujar Haekal. (Baca juga: Cinta Bersemi Dua Sejoli Nabi Palsu di Yamamah )

“Apa artinya Malik, apa artinya Laila dan apa pula artinya Bint Mujja'ah dibandingkan dengan ratusan bahkan ribuan kepala yang sudah ditebas oleh pedang Khalid atau atas perintahnya,” lanjutnya.

Ratusan, bahkan ribuan kepala yang sudah lepas dari tubuh itu merupakan kebanggaan Khalid, dan itulah yang membuat dia sebagai Saifullah. Jika pada suatu saat pedangnya itu pernah menimbulkan keonaran, selama bertahun-tahun pedang itu juga telah memberikan kemenangan dan kebanggaan. (Baca juga: Ini Dia, Nabi Palsu yang Ditinggalkan Pengikutnya Saat Perang Berkecamuk )

Khalid bertolak dari Madinah ke Butah setelah Abu Bakar mengeluarkan perintah agar berangkat menghadapi Musailamah di Yamamah. Sekarang ia kembali ke sana sesudah tempat itu bebas dari pembangkangan kaum murtad dan bekas-bekasnya. Ia tinggal di sana bersama pasukannya sambil menunggu datangnya bantuan dari Abu Bakar yang memang sudah dipersiapkan untuk memperkuatnya.

Setelah kemudian bantuan datang, ia berangkat memimpin angkatan bersenjatanya menuju tempat orang yang mengaku nabi itu, yang di Semenanjung itu ia dipandang paling berbahaya. Ia berangkat dengan penuh rasa percaya diri dan keimanan kepada Allah, dan dengan keyakinan bahwa Allah akan memperkuatnya, akan memberikan pertolongan kepadanya. "Jika Allah menolong kamu tak ada yang akan dapat mengalahkan kamu. " (Qur'an, 3. 160).

Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat

Khalid bin Walid berangkat ke Butah memimpin pasukannya berikut pasukan yang diperbantukan oleh Abu Bakar. Bantuan yang dikirimkan Khalifah Abu Bakar ini tak kurang kuatnya dari pasukan Khalid sendiri. Mereka terdiri dari tokoh-tokoh Muhajirin dan Ansar sahabat-sahabat Rasulullah yang sudah pernah juga mengalami perang, dan dari kabilah-kabilah atau suku-suku yang keberaniannya dalam pertempuran sudah cukup terkenal.

Pasukan Ansar dipimpin oleh Sabit bin Qais dan al-Bara' bin Malik, dan pasukan Muhajirin dipimpin oleh Abu Huzaifah bin Yaman dan Zaid bin Khattab. Sedang dari kabilah-kabilah masing-masing sudah dengan pemimpinnya sendiri. (Baca juga: 11 Brigade Basmi Kaum Murtad, Khalid Bin Walid Pimpin Brigade Pertama )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Doa Umar bin Khattab...
Doa Umar bin Khattab agar Bisa Meninggal di Tanah Suci
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Karomah Khalid bin Walid,...
Karomah Khalid bin Walid, Si Pedang Allah yang Tak Mempan Diracun
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Rekomendasi
Isi Bulan Terungkap,...
Isi Bulan Terungkap, Ternyata Ini yang Membuat Tak Bisa Bercahaya
Bukti Ilmiah Ini Diyakini...
Bukti Ilmiah Ini Diyakini Arkeolog Gunung Padang sebagai Piramida Tertua di Dunia
Begini Kondisi Bumi...
Begini Kondisi Bumi saat Es Antartika Seluruhnya Mencair
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved