6 Fakta Sulaiman Al-Qanuni, Sultan ke-10 Daulah Turki Utsmani
Selasa, 03 Desember 2024 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Sulaiman berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Syria, Hijaz dan Yaman pada tahun 1529 M.
Kedua, pada masanya luas wilayah kekuasaan Turki Utsmani mencapai klimaksnya, hal itu mencakup dari Asia Kecil, Irak, Armenia, Syria, Hijaz dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis dan Aljazair di Afrika; dan Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria dan Rumania di Eropa.
Ketiga, kemajuan Turki Utsmani di bidang militer sangat luar biasa, tidak tertandingi oleh Daulah mana pun.
Ini karena Daulah Utsmani yang pertama adalah orang-orang yang kuat, sehingga mereka dapat melakukan ekspansi dengan cepat dan wilayah yang sangat luas. Hal tentu karena didukung, antara lain, faktor militer yang kuat dan tangguh. Mereka memiliki kekuatan militer yang pemberani, tangguh, terampil yang sanggup bertempur kapan saja dan di mana saja.
Untuk pertama kali dalam Islam kekuatan militer diorganisir dengan baik dan teratur, terutama ketika terjadi kontak senjata dengan Eropa mereka memiliki tentara yang sudah terorganisasi dengan baik.
Pembaharuan dalam tubuh militer oleh Sultan ke-2 Orkhan tidak hanya dalam mutasi militer, tetapi juga anak-anak Kristen Eropa yang sudah masuk Islam diasramakan dan dibimbing dalam suasana Islam yang kelak akan dijadikan prajurit.
Baca juga: Yahudi Ezkinaz, Dalang di Balik Runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah
Hal ini sangat menguntungkan sehingga terbentuklah militer yang baru dalam tubuh Daulah Turki Utsmani yang disebut “Yenisseri”.
Di samping Yenisari ada lagi pasukan militer Turki Utsmani dari tentara kaum foedal yang dikirim kepada pemerintah pusat. Pasukan ini disebut pasukan militer “Thajiah”.
Angkatan laut pun dibenahi karena sangat diperlukan dalam ekspansi.
Keempat, di pucuk pimpinan kekaisaran yang berkembang, Sulaiman secara pribadi melembagakan perubahan peradilan besar-besaran yang berkaitan dengan masyarakat, pendidikan, perpajakan, dan hukum pidana.
Kedua, pada masanya luas wilayah kekuasaan Turki Utsmani mencapai klimaksnya, hal itu mencakup dari Asia Kecil, Irak, Armenia, Syria, Hijaz dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis dan Aljazair di Afrika; dan Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria dan Rumania di Eropa.
Ketiga, kemajuan Turki Utsmani di bidang militer sangat luar biasa, tidak tertandingi oleh Daulah mana pun.
Ini karena Daulah Utsmani yang pertama adalah orang-orang yang kuat, sehingga mereka dapat melakukan ekspansi dengan cepat dan wilayah yang sangat luas. Hal tentu karena didukung, antara lain, faktor militer yang kuat dan tangguh. Mereka memiliki kekuatan militer yang pemberani, tangguh, terampil yang sanggup bertempur kapan saja dan di mana saja.
Untuk pertama kali dalam Islam kekuatan militer diorganisir dengan baik dan teratur, terutama ketika terjadi kontak senjata dengan Eropa mereka memiliki tentara yang sudah terorganisasi dengan baik.
Pembaharuan dalam tubuh militer oleh Sultan ke-2 Orkhan tidak hanya dalam mutasi militer, tetapi juga anak-anak Kristen Eropa yang sudah masuk Islam diasramakan dan dibimbing dalam suasana Islam yang kelak akan dijadikan prajurit.
Baca juga: Yahudi Ezkinaz, Dalang di Balik Runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah
Hal ini sangat menguntungkan sehingga terbentuklah militer yang baru dalam tubuh Daulah Turki Utsmani yang disebut “Yenisseri”.
Di samping Yenisari ada lagi pasukan militer Turki Utsmani dari tentara kaum foedal yang dikirim kepada pemerintah pusat. Pasukan ini disebut pasukan militer “Thajiah”.
Angkatan laut pun dibenahi karena sangat diperlukan dalam ekspansi.
Keempat, di pucuk pimpinan kekaisaran yang berkembang, Sulaiman secara pribadi melembagakan perubahan peradilan besar-besaran yang berkaitan dengan masyarakat, pendidikan, perpajakan, dan hukum pidana.
Lihat Juga :