Gus Miftah Kepleset Lidah? Begini Resepnya Islam
Jum'at, 06 Desember 2024 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, cara yang paling ampuh untuk mengobati keseleo lidah atau salah ucap itu ada beberapa hal. Antara lain meminta maaf dan mau mengakui kesalahannya. "Akui saja kalau memang salah ucap. Minta maaf atas khilaf dan salah ucap," tuturnya.
Selain itu, seseorang yang mengalami keseleo lidah sebaiknya mau mengintrospeksi diri dan mulai berbenah diri.
"Belajar untuk meningkatkan kualitas ilmu dan berhati-hati sebelum berucap. Baik internal atau eksternal komunitas, bicaralah dengan bijak," pungkasnya.
Freudian Slips atau Parapraxis
Dalam dunia psikologi , keseleo lidah ini memiliki istilah tersendiri, yaitu Freudian Slips atau Parapraxis.
Ini merupakan kesalahan berbicara yang diyakini bisa mengungkapkan hal sebenarnya yang ada dalam alam bawah sadar seseorang.
Baca juga: Gerindra Ultimatum Gus Miftah Minta Maaf ke Pedagang Es yang Diolok-olok
Penemu teori ini adalah Sigmund Freud dari Austria. Freud menjelaskan bahwa alam bawah sadar merupakan sebuah gudang penyimpanan bagi segala kenangan, pikiran, motif, dan keinginan yang tidak terungkapkan.
Biasanya, seseorang akan terus mencoba untuk menekan dan membatasi pemikiran tersebut. Hal inilah yang secara tidak sadar mulai mempengaruhi alam sadar seseorang, hingga 'terdorong' keluar secara tidak sengaja lewat mimpi atau kalimat spontan.
Hal inilah yang menjadi alasan kenapa keseleo lidah atau kesalahan berbicara terjadi.
Freud berpendapat bahwa keseleo lidah merupakan tanda yang menuntun pada kondisi psikologi yang mendalam pada diri seseorang.
Ia juga mempercayai bahwa ketika seseorang kelepasan mengatakan sesuatu secara tak disengaja, hal itu bukanlah murni sebuah kebetulan, namun merupakan kondisi di mana sensor pikiran mengalami kerusakan dalam memproses informasi apa yang harus diungkapkan.
Menata Ucapan atau Diam
Sejatinya, Islam telah mengajarkan agar kita senantiasa menata ucapan atau diam, sehingga dapat meraih keuntungan dari pembicaraan yang dilakukan dan meraih keselamatan dari sikap diam yang diambilnya.
Selain itu, seseorang yang mengalami keseleo lidah sebaiknya mau mengintrospeksi diri dan mulai berbenah diri.
"Belajar untuk meningkatkan kualitas ilmu dan berhati-hati sebelum berucap. Baik internal atau eksternal komunitas, bicaralah dengan bijak," pungkasnya.
Freudian Slips atau Parapraxis
Dalam dunia psikologi , keseleo lidah ini memiliki istilah tersendiri, yaitu Freudian Slips atau Parapraxis.
Ini merupakan kesalahan berbicara yang diyakini bisa mengungkapkan hal sebenarnya yang ada dalam alam bawah sadar seseorang.
Baca juga: Gerindra Ultimatum Gus Miftah Minta Maaf ke Pedagang Es yang Diolok-olok
Penemu teori ini adalah Sigmund Freud dari Austria. Freud menjelaskan bahwa alam bawah sadar merupakan sebuah gudang penyimpanan bagi segala kenangan, pikiran, motif, dan keinginan yang tidak terungkapkan.
Biasanya, seseorang akan terus mencoba untuk menekan dan membatasi pemikiran tersebut. Hal inilah yang secara tidak sadar mulai mempengaruhi alam sadar seseorang, hingga 'terdorong' keluar secara tidak sengaja lewat mimpi atau kalimat spontan.
Hal inilah yang menjadi alasan kenapa keseleo lidah atau kesalahan berbicara terjadi.
Freud berpendapat bahwa keseleo lidah merupakan tanda yang menuntun pada kondisi psikologi yang mendalam pada diri seseorang.
Ia juga mempercayai bahwa ketika seseorang kelepasan mengatakan sesuatu secara tak disengaja, hal itu bukanlah murni sebuah kebetulan, namun merupakan kondisi di mana sensor pikiran mengalami kerusakan dalam memproses informasi apa yang harus diungkapkan.
Menata Ucapan atau Diam
Sejatinya, Islam telah mengajarkan agar kita senantiasa menata ucapan atau diam, sehingga dapat meraih keuntungan dari pembicaraan yang dilakukan dan meraih keselamatan dari sikap diam yang diambilnya.
Lihat Juga :