Tafsir Surat Ali Imran Ayat 26 yang Dibaca Gus Miftah saat Mundur dari Jabatan Utusan Khusus
Jum'at, 06 Desember 2024 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Viral Gus Miftah Permalukan Penjual Es, Gus Yusuf Berikan Penjelasan
Allah telah memperlihatkan kepadanya banyak hakikat akhirat, umatnya menyebar ke segenap pelosok dunia dari Timur sampai ke Barat, dan agama serta syariatnya ditampakkan di atas semua agama dan syariat yang lain.
Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya untuk selama-lamanya sampai hari pembalasan, selama malam dan siang hari masih silih berganti.
Karena itulah Allah SWT mengatakan dalam firman-Nya: "Katakanlah, ‘Wahai Tuhan Yang mempunyai kekuasaan’." (Ali Imran: 26), hingga akhir ayat. Yakni Engkaulah Yang mengatur makhluk-Mu, Yang Maha Melakukan semua apa yang Engkau kehendaki.
Sebagaimana Allah menyanggah orang-orang yang mengakui dirinya dapat mengatur urusan Allah, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
"Dan mereka berkata, ‘Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Taif) ini?’"( Az-Zukhruf : 31)
Baca juga: Gus Miftah Kepleset Lidah? Begini Resepnya Islam
Allah berfirman, menyanggah ucapan mereka itu, melalui ayat berikut: "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?" (Az-Zukhruf: 32), hingga akhir ayat.
Dengan kata lain, Ibnu Katsir melanjutkan, Kamilah yang ber-tasarruf (tasarruf adalah setiap perilaku yang melahirkan hak dan kewajiban dengan landasan syara) dalam semua ciptaan Kami menurut apa yang Kami kehendaki, tanpa ada seorang pun yang bisa mencegah atau menolak Kami, dan bagi Kamilah hikmah yang sempurna serta hujah(alasan) yang benar dalam hal tersebut.
Demikianlah Allah menganugerahkan kenabian kepada siapa yang dikehendaki-Nya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
Allah telah memperlihatkan kepadanya banyak hakikat akhirat, umatnya menyebar ke segenap pelosok dunia dari Timur sampai ke Barat, dan agama serta syariatnya ditampakkan di atas semua agama dan syariat yang lain.
Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya untuk selama-lamanya sampai hari pembalasan, selama malam dan siang hari masih silih berganti.
Karena itulah Allah SWT mengatakan dalam firman-Nya: "Katakanlah, ‘Wahai Tuhan Yang mempunyai kekuasaan’." (Ali Imran: 26), hingga akhir ayat. Yakni Engkaulah Yang mengatur makhluk-Mu, Yang Maha Melakukan semua apa yang Engkau kehendaki.
Sebagaimana Allah menyanggah orang-orang yang mengakui dirinya dapat mengatur urusan Allah, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
وَقالُوا لَوْلا نُزِّلَ هذَا الْقُرْآنُ عَلى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ
"Dan mereka berkata, ‘Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang pembesar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Taif) ini?’"( Az-Zukhruf : 31)
Baca juga: Gus Miftah Kepleset Lidah? Begini Resepnya Islam
Allah berfirman, menyanggah ucapan mereka itu, melalui ayat berikut: "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?" (Az-Zukhruf: 32), hingga akhir ayat.
Dengan kata lain, Ibnu Katsir melanjutkan, Kamilah yang ber-tasarruf (tasarruf adalah setiap perilaku yang melahirkan hak dan kewajiban dengan landasan syara) dalam semua ciptaan Kami menurut apa yang Kami kehendaki, tanpa ada seorang pun yang bisa mencegah atau menolak Kami, dan bagi Kamilah hikmah yang sempurna serta hujah(alasan) yang benar dalam hal tersebut.
Demikianlah Allah menganugerahkan kenabian kepada siapa yang dikehendaki-Nya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
Lihat Juga :