Kisah Sri Sultan Hamengkubuwono IX Mematikan Lampu ketika KH Ahmad Dahlan Bertamu
Jum'at, 06 Desember 2024 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kiai Ahmad Dahlan dan Pembaharuan Pendidikan: Strategi Melawan Penjajah
Kiai Ahmad Dahlan memandang bahwa tafsir atas ayat-ayat Al-Qur'an merupakan pengetahuan yang kompatibel terhadap seluruh temuan iptek dan pengalaman hidup manusia dari beragam bangsa dan pemeluk agama.
Seluruh gagasan dan kerja Kiai Ahmad Dahlan tercurah untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana kebenaran pemahaman atas ayat-ayat Al-Qur'an itu berfungsi bagi pemecahan berbagai problem kehidupan umat manusia.
Melalui jalan demikian itulah menurut pendapatnya, ajaran Islam akan benar-benar berfungsi bagi kebaikan hidup seluruh umat manusia dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Abdul Munir Mulkhan mengatakan gagasan tentang kebenaran dan kebaikan sebagai tafsir Al-Qur'an dalam hubungan dengan pengalaman universal kemanusiaan (global dan lokal) tampak mewarnai sikap hidup dan luas hubungan sosialnya.
Cikal-bakal Kelahiran Departemen Agama.
Kiai Ahmad Dahlan adalah salah seorang pejabat di lingkungan kerajaan Yogyakarta Hadiningrat yang secara khusus membidangi persoalan keagamaan (Islam) dalam lembaga Kepenghuluan (Jw: Kapengulon).
Lembaga yang hingga saat ini tetap bertahan itulah yang pada saat kemerdekaan menjadi cikal-bakal kelahiran Departemen Agama.
Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
Jabatan di lembaga kepenghuluan tersebut diterima Kiai Ahmad Dahlan secara turun-temurun dari kakek dan buyutnya yang hingga saat ini dipegang anak-keturunan Kiai Ahmad Dahlan yang seluruhnya merupakan pengurus teras Muhammadiyah.
Hubungan harmonis Kiai Ahmad Dahlan dengan pusat kekuasaan dari Kerajaan Yogyakarta cukup unik, terutama ketika kerajaan Jawa itu dipandang masyarakat sebagai pusat tradisi Kejawen yang penuh mistik.
Kiai Ahmad Dahlan memandang bahwa tafsir atas ayat-ayat Al-Qur'an merupakan pengetahuan yang kompatibel terhadap seluruh temuan iptek dan pengalaman hidup manusia dari beragam bangsa dan pemeluk agama.
Seluruh gagasan dan kerja Kiai Ahmad Dahlan tercurah untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana kebenaran pemahaman atas ayat-ayat Al-Qur'an itu berfungsi bagi pemecahan berbagai problem kehidupan umat manusia.
Melalui jalan demikian itulah menurut pendapatnya, ajaran Islam akan benar-benar berfungsi bagi kebaikan hidup seluruh umat manusia dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
Abdul Munir Mulkhan mengatakan gagasan tentang kebenaran dan kebaikan sebagai tafsir Al-Qur'an dalam hubungan dengan pengalaman universal kemanusiaan (global dan lokal) tampak mewarnai sikap hidup dan luas hubungan sosialnya.
Cikal-bakal Kelahiran Departemen Agama.
Kiai Ahmad Dahlan adalah salah seorang pejabat di lingkungan kerajaan Yogyakarta Hadiningrat yang secara khusus membidangi persoalan keagamaan (Islam) dalam lembaga Kepenghuluan (Jw: Kapengulon).
Lembaga yang hingga saat ini tetap bertahan itulah yang pada saat kemerdekaan menjadi cikal-bakal kelahiran Departemen Agama.
Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
Jabatan di lembaga kepenghuluan tersebut diterima Kiai Ahmad Dahlan secara turun-temurun dari kakek dan buyutnya yang hingga saat ini dipegang anak-keturunan Kiai Ahmad Dahlan yang seluruhnya merupakan pengurus teras Muhammadiyah.
Hubungan harmonis Kiai Ahmad Dahlan dengan pusat kekuasaan dari Kerajaan Yogyakarta cukup unik, terutama ketika kerajaan Jawa itu dipandang masyarakat sebagai pusat tradisi Kejawen yang penuh mistik.
Lihat Juga :