Kisah Tabiin Amir bin Abdillah: Tidak Menikah dan Menolak Makan Daging

Selasa, 17 Desember 2024 - 14:39 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Ijtihad Tabiin sebagai Pendahulu Mazhab-Mazhab, Berikut Ini Tokoh-Tokohnya

Aku berkata: ‘Baiklah aku berjanji kepada Allah untuk tidak menyebarkan rahasia ini selagi Anda masih hidup.”

Lalu beliau berkata: “Tiada sesuatu yang memudharatkan agama yang lebih aku takuti dan fitnah wanita, maka aku memohon kepada Rabb-ku agar mencabut rasa cinta (syahwatku) kepada wanita, maka Allah mengabulkan do’aku sehingga tatkala aku berjalan, aku tidak peduli apakah yang aku lihat seorang wanita ataukah tembok.”

Aku berkata: “Ini yang pertama, lantas apa yang kedua?”

Beliau menjawab: “Yang kedua adalah, aku memohon kepada Rabb-ku agar tidak diberi rasa takut kepada siapapun selain Dia, maka Allah mengabulkan aku, sehingga demi Allah, tiadalah yang aku takuti baik yang di langit dan di bumi selain Dia.”

Aku bertanya: “Lantas apa do’a yang ketiga?”

Beliau menjawab: “Aku memohon kepada Allah agar menghilangkan rasa kantuk dan tidur sehingga aku bisa beribadah kepada-Nya di malam dan siang hari sesuka hatiku, namun Allah belum mengabulkannya.”

Tatkala aku mendengar dari beliau aku berkata: “Kasihanilah dirimu, Anda telah melakukan salat di malam hari dan shaum di siang hari, padahal jannah dapat diraih dengan amal yang lebih ringan dari pada yang Anda kerjakan. Dan neraka dapat dihindari dengan perjuangan yang lebih ringan dari apa yang Anda usahakan.”

Beliau berkata: “Aku takut jika nantinya aku menyesal selagi tiada bermanfaat sedikitpun penyesalan itu. Demi Allah aku akan bersungguh-sungguh untuk beribadah, tidak ada pilihan lain, jika aku selamat itu semata-mata karena rahmat Allah, jika aku masuk neraka maka itu karena keteledoranku.”

Dituduh Menyimpang

Amir bin Abdillah bukan sekadar ahli ibadah di waktu malam saja, namun juga mujahid di siang harinya. Tiada penyeru jihad fii sabilillah memanggil melainkan beliau segera mendatanginya.

Baca juga: Kisah Said bin Jubair Hadapi Penguasa yang Banyak Membunuh Tabiin

Sudah menjadi kebiasaan beliau, manakala hendak bergabung bersama para mujahidin yang hendak berperang, beliau melihat-lihat kelompok pasukan untuk memlilihnya. Jika beliau dapatkan yang sesuai, beliau berkata kepada mereka: ‘Wahai saudara, sesungguhnya aku ingin bergabung bersama kelompok kalian ini jika kalian mau mengabulkan tiga permintaanku.”

Mereka bertanya: “Apa tiga permintaan tersebut?”

Beliau menjawab: “Pertama, hendaknya kalian perkenankan aku untuk menjadi pelayan bagi keperluan kalian, maka tidak boleh seorangpun di antara kalian merebut tugas tersebut. Kedua, hendaknya akulah yang dijadikan mu’adzin, maka tidak boleh seorangpun di antara kalian merebut tugas azan untuk salat. Ketiga, hendaknya kalian izinkan aku untuk menginfakkan hartaku kepada kalian sesuai kemampuanku.”

Jika mereka menjawab: ‘ya”, maka beliau segera bergabung, namun jika dijawab tidak, maka beliau mencari kelompok pasukan lain yang mau menerima permintaan tersebut.

Sungguh, di kalangan para mujahidin tersebut Amir bin Abdillah mengambil bagian yang banyak dalam hal risiko dan kesusahan, namun mengambil bagian terkecil dalam hal yang menyenangkan (pembagian ghanimah).

Beliau terjun di kancah peperangan dengan gigih yang tiada orang lain segigih beliau dalam berperang. Akan tetapi di saat pembagian ghanimah, tiada yang lebih enggan menerima daripada heliau.

Inilah Sa’ad bin Abi Waqash tatkala usai perang Qadisiyah di Istana Kisra, beliau perintahkan Amru bin Muqarrin untuk mengumpulkan ghanimah dan menghitungnya agar selanjutnya seperima dari ghanimah tersebut dapat dikirim ke baitul maal bagi kaum muslimin. Adapun sisanya dibagikan kepada para mujahidin. Maka dikumpulkanlah harta benda berharga yang luar biasa banyaknya.

Baca juga: Nasehat Mahal dan Menyentuh dari Tabiin Syaikh Ar-Rabi bin Khutsaim

Di sana ada keranjang besar yang tertutup oleh tumpukan bebatuan berisi penuh bejana-bejana dan emas dan perak yang biasa dipaka oleh raja-raja Persi untuk makan dan minum.

Ada pula sebuah kotak dan kayu mewah yang tatkala dibuka ternyata berisi baju-baju, pakaian dan selendang kaisar yang berenda permata dan mutiara. Ada lagi kotak perhiasan yang berisi barang-barang berharga seperti kalung dan perhiasan yang beraneka ragam. Ada juga kotak yang berisi senjata-senjata milik raja-raja Persi terdahulu, dan pedang-pedang para raja maupun pemimpin yang tunduk kepada Persi sepanjang perjalanan sejarah.

Di saat orang-orang bekerja menghitung ghanimah di bawah pengawasan kaum muslimin, tiba-tiba muncullah seorang laki-laki yang kusut dan berdebu sedang membawa kotak perhiasan yang berukuran besar dan berat bebannya, dia mengangkat dengan kedua tangannya sekaligus.

Mereka memperhatikan dengan seksama, mata mereka belum pernah melihat kotak perhiasan sebesar itu, belum ada pula di antara kotak perhiasan yang telah terkumpul yang setara atau mendekati besarnya dengan kotak tersebut.

Mereka melihat apa yang ada di dalamnya, ternyata penuh berisi perhiasan permata dan intan, lalu mereka bertanya kepada laki-laki tersebut: ‘Di manakah Anda dapatkan simpanan yang berharga itu?”

Orang tersebut menjawab “Aku dapatkan dalam peperangan anu..di tempat anu..”

Mereka bertanya, “Sudahkah Anda mengambil sebagiannya?”

Baca juga: Dalil Musik Haram dari Perkataan Tabiin, Begini Tanggapan Syaikh Al-Qardhawi

Orang itu menjawab: “Semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian! Demi Allah, sesungguhnya kotak perhiasan ini dan seluruh apa yang dimiliki raja-raja Persi bagiku tidaklah sebanding dengan kuku hitamku. Kalaulah bukan karena ini merupakan hak bagi kaum muslimin niscaya aku tidak sudi mengangkatnya dari dalam tanah dan tidak akan aku bawa ke sini.”

Mereka bertanya: “Siapakah Anda, semoga Allah memuliakan Anda!”

Orang itu menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan memberitahukannya karena kalian nanti akan memujiku, tidak pula aku ceritakan kepada selain kalian karena mereka akan menyanjungku. Akan tetapi aku memuji Allah Ta’ala dan mengharap pahala-Nya.”

Kemudian ia meninggalkan mereka dan pergi. Mereka menyuruh seseorang untuk mengikuti laki-laki tersebut guna memberitahukan kepada mereka siapa sebenarnya laki-laki misterius tersebut. Utusan tersebut terus membuntuti di belakangnya tanpa sepengetahuan beliau hingga sampai kepada pana sahabatnya. Utusan tersebut bertanya kepada mereka perihal laki-laki itu, lalu mereka menjawab: “Apakah Anda belum tahu siapa laki-laki itu? Dialah ahli zuhudnya orang Bashrah. . .Amir bin Abdillah At-Tamimi.”

Meski demikian gemilangnya perjalanan hidup Amir bin Abdillah namun beliau tidak terhindar pula dan hasutan dan gangguan manusia. Beliau menghadapi risiko seperti yang biasa dialami oleh orang yang lantang menyuarakan kebenaran, mencegah kemungkaran dan berusaha untuk menghilangkannya.

Peristiwa yang melatarbelakangi beliau mendapatkan hasutan tersebut bermula ketika beliau melihat salah seorang anak buah dan kepala polisi Bashrah sedang memegang leher seorang ahli dzimmah dan menariknya. Sementara orang dzimmi tersebut berteriak meminta tolong kepada manusia: “Tolonglah aku semoga Allah menolong kalian! Tolonglah ahli dzimmah (yang dilindungi) Nabi kalian wahai kaum muslimin!”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Syawal Bulan Menikah,...
Syawal Bulan Menikah, Inilah 5 Doa untuk Pengantin Baru
Menikah di Bulan Istimewa...
Menikah di Bulan Istimewa Rajab, Ini 3 Keutamaannya!
Apa Itu Hak Khiyar dalam...
Apa Itu Hak Khiyar dalam Pernikahan? Simak Penjelasannya di Sini!
6 Tipe Wanita yang Jangan...
6 Tipe Wanita yang Jangan Dipersunting, Kaum Muslimah Wajib Tahu!
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Tadabur Surat An-Nur...
Tadabur Surat An-Nur Ayat 32 : Perintah untuk Menikah Bagi yang Masih Melajang
Rekomendasi
5 Fakta Pedang Zulfikar:...
5 Fakta Pedang Zulfikar: Senjata Legendaris Rasulullah yang Setara dengan 1000 Tentara
Robot Apung Mulai Kumpulkan...
Robot Apung Mulai Kumpulkan Data Pertama di Bawah Es Antartika
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Anjing Sakit Tidak Mau...
Anjing Sakit Tidak Mau Makan dan Lemas, Begini Cara Mengatasinya!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved