Boleh Mengucapkan Selamat Natal, Begini Penjelasan Syaikh Al-Qardhawi
Rabu, 25 Desember 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Setelah hak kepada orang tua dan kerabat terpenuhi maka sudah sepatutnya hak kepada yang lainnya juga dilakukan atau dipenuhi oleh seorang muslim dengan akhlaknya sebagai manusia yang baik, sebagaimana yang telah Rasulullah sabdakan kepada Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda:
Baca juga: Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut 4 Mazhab dan Ulama Kontemporer
“Dari Abidzar Jundab bin Junadah dan Abi Abdurrahman Mu’adz bin Jabal ra dari Rasulullah SAW berkata: Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan baik”.
Menurut al-Qardhawi, dalam hadis di atas Rasulullah menyebutkan “pergaulilah manusia” bukan “pergaulilah orang muslim” dengan akhlak yang baik.
Rasulullah juga menganjurkan agar umat Islam bergaul dan berlaku adil, baik, ramah terhadap orang-orang non-muslim, juga sekaligus agar berhati-hati terhadap tipu daya dan upaya makar mereka.
Bentuk akhlak yang baik yang lebih khusus lagi adalah sikap lemah lembut kepada orang lain, sabar, memasang wajah yang cerah, bertutur kata yang lembut.
Termasuk akhlak yang baik juga, bermuamalah dengan orang lain sesuai yang layak dan cocok dengan keadaan orang lain tersebut.
Dalam hadits muttafaq alaihi dari Aisyah disebutkan bahwa suatu ketika ada beberapa orang Yahudi mendatangi Rasulullah SAW seraya mengucapkan ‘As-saamu’alaika (kebinasaan atas engkau), mendengarkan perkataan itu lantas ‘Aisyah berkata: “Bahkan bagimu kebinasaan dan laknat!”.
Baca juga: Hukum Mengucapkan Selamat Natal untuk Seorang Muslim, Begini Pendapat Quraish Shihab
Kemudian Rasulullah menenangkan ‘Aisyah seraya bersabda: “Tenanglah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah menyukai keramahan dalam setiap perintah-Nya”. (Shahih Muslim)
Aisyah berkat, “Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka ucapkan?”
Rasulullah berkata, “Aku mendengarnya dan aku berkata ‘Wa’alaikum’ (yaitu, maut atau celaka akan datang kepada kalian sebagaimana akan datang kepadaku)”
Maka dari itu, tidak ada larangan mengucapkan selamat pada hari-hari raya umat non-muslim, apabila mereka mengucapkan selamat pada umat Islam bertepatan dengan hari raya besar Islam maka diperintahkan pula bagi umat Islam agar membalas kebaikan dengan kebaikan dan membalas ucapan selamat tersebut dengan yang lebih baik atau dengan yang serupa, sebagaimana firman Allah SWT:
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa”.
Baca juga: Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut 4 Mazhab dan Ulama Kontemporer
“Dari Abidzar Jundab bin Junadah dan Abi Abdurrahman Mu’adz bin Jabal ra dari Rasulullah SAW berkata: Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya, dan bergaullah dengan manusia dengan baik”.
Menurut al-Qardhawi, dalam hadis di atas Rasulullah menyebutkan “pergaulilah manusia” bukan “pergaulilah orang muslim” dengan akhlak yang baik.
Rasulullah juga menganjurkan agar umat Islam bergaul dan berlaku adil, baik, ramah terhadap orang-orang non-muslim, juga sekaligus agar berhati-hati terhadap tipu daya dan upaya makar mereka.
Bentuk akhlak yang baik yang lebih khusus lagi adalah sikap lemah lembut kepada orang lain, sabar, memasang wajah yang cerah, bertutur kata yang lembut.
Termasuk akhlak yang baik juga, bermuamalah dengan orang lain sesuai yang layak dan cocok dengan keadaan orang lain tersebut.
Dalam hadits muttafaq alaihi dari Aisyah disebutkan bahwa suatu ketika ada beberapa orang Yahudi mendatangi Rasulullah SAW seraya mengucapkan ‘As-saamu’alaika (kebinasaan atas engkau), mendengarkan perkataan itu lantas ‘Aisyah berkata: “Bahkan bagimu kebinasaan dan laknat!”.
Baca juga: Hukum Mengucapkan Selamat Natal untuk Seorang Muslim, Begini Pendapat Quraish Shihab
Kemudian Rasulullah menenangkan ‘Aisyah seraya bersabda: “Tenanglah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah menyukai keramahan dalam setiap perintah-Nya”. (Shahih Muslim)
Aisyah berkat, “Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka ucapkan?”
Rasulullah berkata, “Aku mendengarnya dan aku berkata ‘Wa’alaikum’ (yaitu, maut atau celaka akan datang kepada kalian sebagaimana akan datang kepadaku)”
Maka dari itu, tidak ada larangan mengucapkan selamat pada hari-hari raya umat non-muslim, apabila mereka mengucapkan selamat pada umat Islam bertepatan dengan hari raya besar Islam maka diperintahkan pula bagi umat Islam agar membalas kebaikan dengan kebaikan dan membalas ucapan selamat tersebut dengan yang lebih baik atau dengan yang serupa, sebagaimana firman Allah SWT:
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa”.
Lihat Juga :