Bahayanya Sifat Hasad dan Cara Mengobatinya
Rabu, 02 September 2020 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Mengenal Karier Perempuan di Masa Rasulullah SAW )
4. Orang hasad menyerupai kebiasaan yahudi yang merasa hasad dengan pemberian kutamaan Allah kepada orang lain.
5. Orang hasad meremehkan nikmat Allah kepada dirinya sendiri.
Karena dia merasa nikmat Allah kepada orang lain lebih sempurna dan lebih utama sehingga ia menganggap kecil nikmat Allah pada dirinya lalu iapun tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat tersebut.
6. Orang hasad menunjukkan betapa sensitif dirinya serta tidak suka kebaikan pada orang lain.
Bahkan dia seorang rendahan karena tidak memandang sesuatu kecuali kepada dunia. Andai ia memandang akhirat, iapun akan berpaling darinya.
(Baca juga : Menyoal Pengembalian Peran Centeng Perbankan dari Lapangan Banteng ke Kebon Sirih )
Andai ada orang berkata, “Jika tertimpa hasad pada hatiku tanpa pilihan. Apakah obatnya?” Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab, obat hasad ada dua, yakni :
1. Berpaling dari perkara yang memicu hasad secara total, melupakannya serta menyibukkan diri dengan urusan yang penting bagi dirinya.
2. Memperhatikan dan mengingat-ingat bahaya hasad. Karena dengan berfikir merenung bahaya suatu perbuatan maka iapun bersegera untuk berlari dan menjauhinya. Hendaknya ia mempraktekkannya.
4. Orang hasad menyerupai kebiasaan yahudi yang merasa hasad dengan pemberian kutamaan Allah kepada orang lain.
5. Orang hasad meremehkan nikmat Allah kepada dirinya sendiri.
Karena dia merasa nikmat Allah kepada orang lain lebih sempurna dan lebih utama sehingga ia menganggap kecil nikmat Allah pada dirinya lalu iapun tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat tersebut.
6. Orang hasad menunjukkan betapa sensitif dirinya serta tidak suka kebaikan pada orang lain.
Bahkan dia seorang rendahan karena tidak memandang sesuatu kecuali kepada dunia. Andai ia memandang akhirat, iapun akan berpaling darinya.
(Baca juga : Menyoal Pengembalian Peran Centeng Perbankan dari Lapangan Banteng ke Kebon Sirih )
Andai ada orang berkata, “Jika tertimpa hasad pada hatiku tanpa pilihan. Apakah obatnya?” Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab, obat hasad ada dua, yakni :
1. Berpaling dari perkara yang memicu hasad secara total, melupakannya serta menyibukkan diri dengan urusan yang penting bagi dirinya.
2. Memperhatikan dan mengingat-ingat bahaya hasad. Karena dengan berfikir merenung bahaya suatu perbuatan maka iapun bersegera untuk berlari dan menjauhinya. Hendaknya ia mempraktekkannya.
Lihat Juga :