Kisah Abdurrahman bin Auf: Sahabat Bertangan Emas yang Kaya Raya dan Dermawan

Selasa, 21 Januari 2025 - 16:40 WIB
loading...
Kisah Abdurrahman bin...
Dengan latar belakang sebagai pedagang yang ulung, Abdurrahman bin Auf memulai bisnisnya di Pasar Bani Qainuqa, ia memanfaatkan kecerdasannya dalam membaca peluang dan sifatnya sangat dermawan. Foto ilustrasi/youtube
A A A
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu, salah satu sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang dikenal sebagai sosok yang kaya raya sekaligus dermawan .

Selain memiliki kekayaan melimpah, sahabat Rasulullah ini juga seorang pejuang tangguh yang mendedikasikan hidupnya demi menegakkan ajaran Islam. Kekayaan tidak membuatnya sombong, melainkan menjadi sarana untuk membantu sesama.

Abdurrahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah dan lahir di Mekkah pada tahun 580 Masehi, sepuluh tahun setelah peristiwa Tahun Gajah. Ayahnya bernama Al-Harits bin Abdullah, sementara ibunya adalah Asyifa binti Auf.

Sebelum memeluk Islam, ia dikenal dengan nama Abdul Amar, meski beberapa riwayat menyebut namanya adalah Abdul Haris atau Abdul Ka’bah. Setelah memeluk Islam, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengganti namanya menjadi Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf termasuk dalam kelompok assabiqunal awwalun, generasi pertama yang masuk Islam.

Ia adalah salah satu dari delapan orang pertama yang menerima Islam melalui ajakan Abu Bakar as-Siddiq radhiyallahu anhu. Bahkan, ia masuk Islam hanya dua hari setelah Abu Bakar memeluk agama ini.

Dalam perjalanan dakwah, ia turut merasakan berbagai siksaan dari kaum Quraisy hingga akhirnya berhijrah ke Habasyah atas perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf tidak memiliki harta apa pun. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mempersaudarakannya dengan Saad bin Rabi’, salah satu orang terkaya di Madinah.

Saad menawarkan setengah dari hartanya kepada Abdurrahman. Namun, Abdurrahman menolak dengan halus dan meminta ditunjukkan pasar untuk memulai usaha.

Dengan latar belakang sebagai pedagang yang ulung, Abdurrahman bin Auf memulai bisnisnya di Pasar Bani Qainuqa. Ia memanfaatkan kecerdasannya dalam membaca peluang.

Tanpa modal awal, ia berhasil menjual susu kering dan minyak samin. Ia bahkan menjalin kerja sama dengan pengrajin alat pertanian, mengambil barang dagangan tanpa pembayaran awal, dan membayarnya setelah barang terjual.

Lambat laun, Abdurrahman memiliki kios sendiri di pasar. Melihat kondisi pasar yang padat dan kumuh, Abdurrahman memutuskan untuk membangun pasar baru.

Ia bekerja sama dengan pemilik lahan di dekat pasar lama, menyediakan modal untuk membangun pasar dengan sistem bagi hasil. Pasar baru ini segera menarik banyak pedagang dan pembeli karena suasananya yang lebih nyaman.

Abdurrahman bin Auf selalu menjunjung tinggi kejujuran. Jika ada barang dagangan yang cacat, ia akan memberitahukan kondisinya kepada pembeli.

Sikap ini membuatnya sangat dipercaya oleh para pelanggannya. Dalam berdagang, ia lebih memilih keuntungan kecil dengan volume penjualan besar, sehingga usaha dan reputasinya berkembang pesat.

Kesuksesan tidak membuat Abdurrahman bin Auf lupa diri. Ia tetap hidup sederhana dan rajin bersedekah. Dalam berpenampilan, ia sering tidak dapat dibedakan dari para pekerjanya karena mengenakan pakaian yang sama sederhana. Kekayaannya ia gunakan untuk mendukung perjuangan Islam, membantu kaum fakir miskin, dan mendanai berbagai kegiatan umat.

Suatu hari, setelah kehidupannya membaik, Abdurrahman menikah dengan seorang wanita dari kaum Anshar dengan mahar berupa emas seberat biji kurma. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberi nasihat agar ia mengadakan walimah walaupun hanya dengan menyembelih seekor kambing.

Pernikahan ini menjadi bukti bahwa meskipun kaya, Abdurrahman tetap menjalani hidup dengan penuh syukur dan tawadhu.

Hikmah dari Kisah Abdurrahman bin Auf

Banyak sekali pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kisah Sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf, diantaranya adalah pentingnya berkontribusi demi agama.

Abdurrahman bin Auf rela mengorbankan harta, tenaga, serta waktunya untuk mendukung keberlangsungan dakwah Islam. Semangat beliau dalam berjuang di jalan Allah menjadi panutan, khususnya bagi mereka yang dianugerahi kelebihan dalam hal kekayaan.

Di samping itu, kisah Abdurrahman bin Auf juga mengajarkan nilai kerendahan hati meskipun memiliki kekayaan melimpah, beliau senantiasa menjauhi kesombongan dan memilih untuk hidup dengan sederhana, menunjukkan bahwa kemewahan dunia tidak seharusnya mengubah kepribadian seseorang.

Tidak hanya itu, bisa dilihat juga dari semangat persaudaraan dan tolong-menolong, seperti yang dicontohkan oleh Saad bin Rabi’ ketika dipersaudarakan dengan Abdurrahman bin Auf.

Lalu ketekunan dan keuletan dalam membangun usaha, Abdurrahman memulai dari nol dengan kecerdikan dan kerja keras. Dengan penuh Keikhlasan dan kedermawanan, kekayaan yang dimiliki tidak membuatnya sombong, melainkan menjadi sarana untuk berbuat baik kepada sesama.

Itulah kisah Abdurrahman bin Auf yang bisa menjadi teladan bagaimana seorang muslim dapat sukses duniawi tanpa melupakan akhirat, menjunjung tinggi kejujuran, dan tetap hidup sederhana meskipun dianugerahi kekayaan melimpah.

Baca juga: Kekayaan Abdurrahman bin Auf Kebangetan Capai 72.000 Triliun, Elon Musk dan Jeff Bezos Lewat!
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Rekomendasi
NASA dan IBM Hadirk...
NASA dan IBM Hadirk AI untuk Pantau Datangnya Bencana di Bumi
Melayang! Pulau di Alaska...
Melayang! Pulau di Alaska Terlihat seperti Piring Terbang
Ini Alasan Presiden...
Ini Alasan Presiden Turkmenistan Ngotot Tutup Gerbang Mulut Neraka
Artikel Terkini
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Infografis
6 Negara Arab yang Kaya...
6 Negara Arab yang Kaya Raya karena Memiliki Ladang Minyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved