Potret Terbaik Pribadi Seorang Perempuan Muslimah
Kamis, 03 September 2020 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” (QS. Al-Ahzab : 33)
Perempuan muslimah yang betah di rumah sungguh sangat membantu pekerjaan rumah tangga , membantu pendidikan anak kecil yang butuh kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang, menghibur suami kapan saja pulang dari bepergian. Oleh karena itu, islam menunjukkan kepemimpinan di rumah adalah perempuan terutama pada saat suami sedang keluar.
(Baca juga : Begini Suasana Hari Pertama Pembatasan Aktivitas Warga Depok )
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
والمرأة راعية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها
“Dan wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)
Karena pentingnya keberadaan wanita di rumah maka salat yang merupakan pokok tiang agama, bagi wanita lebih utama menunaikan salatnya di rumah dari pada di masjid. Maka bagaimana bila perempuan keluar bukan ke masjid?
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
صلاة المرأة في بيتها أفضل من صلاتها في حجرتها وصلاتها في مخدعها أفضل من صلاتها في بيتها
“Salat seorang wanita di rumahnya lebih utama dari pada shalatnya di kamarnya, dan shalatnya di kamar lebih utama dari pada salatnya di dalam rumahnya.” (HR. Abu Dawud)
(Baca juga : Kemendikbud Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter Pancasila pada Pelajar )
Seandainya kebaikan perempuan itu keluar dari rumah, tentu salat mereka di masjid lebih utama. Namun, apa wasiat Rasulullah jika perempuan sering keluar, Beliau bersabda,
المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان
” Perempuan itu aurat apabila keluar maka di sambut (dipercantik) oleh setan. “(HR. Tirmidzi)
Subhanallah, alangkah indahnya hidup perempuan muslimah bila mau meniru jejak istri Rasulullah, alangkah sejuknya hati suami, alangkah bahagianya anak dan keluarga. (bersambung)
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu.” (QS. Al-Ahzab : 33)
Perempuan muslimah yang betah di rumah sungguh sangat membantu pekerjaan rumah tangga , membantu pendidikan anak kecil yang butuh kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang, menghibur suami kapan saja pulang dari bepergian. Oleh karena itu, islam menunjukkan kepemimpinan di rumah adalah perempuan terutama pada saat suami sedang keluar.
(Baca juga : Begini Suasana Hari Pertama Pembatasan Aktivitas Warga Depok )
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
والمرأة راعية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها
“Dan wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)
Karena pentingnya keberadaan wanita di rumah maka salat yang merupakan pokok tiang agama, bagi wanita lebih utama menunaikan salatnya di rumah dari pada di masjid. Maka bagaimana bila perempuan keluar bukan ke masjid?
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
صلاة المرأة في بيتها أفضل من صلاتها في حجرتها وصلاتها في مخدعها أفضل من صلاتها في بيتها
“Salat seorang wanita di rumahnya lebih utama dari pada shalatnya di kamarnya, dan shalatnya di kamar lebih utama dari pada salatnya di dalam rumahnya.” (HR. Abu Dawud)
(Baca juga : Kemendikbud Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter Pancasila pada Pelajar )
Seandainya kebaikan perempuan itu keluar dari rumah, tentu salat mereka di masjid lebih utama. Namun, apa wasiat Rasulullah jika perempuan sering keluar, Beliau bersabda,
المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان
” Perempuan itu aurat apabila keluar maka di sambut (dipercantik) oleh setan. “(HR. Tirmidzi)
Subhanallah, alangkah indahnya hidup perempuan muslimah bila mau meniru jejak istri Rasulullah, alangkah sejuknya hati suami, alangkah bahagianya anak dan keluarga. (bersambung)
(wid)
Lihat Juga :