Dunia Sufi: Guru Palsu Bisa Jadi Tampak Seperti Asli
Jum'at, 04 September 2020 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
Para guru palsu dalam Sufisme, sebagaimana di mana saja, tidaklah sedikit. Maka para Sufi dihadapkan pada situasi aneh, sebab sementara guru palsu bisa jadi tampak seperti asli (karena ia berusaha keras untuk berpenampilan seperti yang diinginkan muridnya), sedangkan Sufi sejati seringkali tidak seperti apa yang dikira oleh Salik yang belum terlatih dan belum bisa membedakan.
Rumi mengingatkan, "Jangan menilai seorang Sufi sebagai seseorang yang bisa dilihat, sobat. Berapa lama, seperti seorang anak kecil, engkau hanya lebih menyukai kacang dan roti?"
Baca juga: Kewenangan Dipangkas, OJK Melawan
Guru palsu sangat memperhatikan penampilan, dan mengetahui bagaimana membuat seorang murid mengira bahwa ia adalah orang besar, bahwa ia memahaminya, bahwa dirinya memiliki rahasia-rahasia besar yang akan diungkap.
Seorang Sufi memiliki banyak rahasia, tetapi ia harus menjadikan rahasia-rahasia tersebut berkembang dalam diri murid. Sufisme merupakan sesuatu yang diberikan kepadanya.
Guru palsu akan menjaga para pengikutnya agar tidak menjauh dari dirinya untuk selamanya, tidak mengatakan kepada mereka, bahwa mereka tengah diberikan latihan yang harus berakhir secepat mungkin, sehingga mereka bisa merasakan perkembangan mereka sendiri dan melanjutkan hidup sebagai orang-orang yang tercerahkan.
Baca juga: Megawati Jangan Terpancing Maju Pilpres 2024, Jadi King Maker Lebih Terhormat
Rumi menyeru kepada para skolastik, teolog dan pengikut guru palsu, "Kapan kalian berhenti menyembah dan mencintai timbanya? Kapan kaki mulai mencari airnya?" Hal-hal lahiriah merupakan sesuatu yang biasanya dinilai oleh kebanyakan orang. "Ketahuilah perbedaan antara warna anggur dan warna gelasnya." (Bersambung)
Rumi mengingatkan, "Jangan menilai seorang Sufi sebagai seseorang yang bisa dilihat, sobat. Berapa lama, seperti seorang anak kecil, engkau hanya lebih menyukai kacang dan roti?"
Baca juga: Kewenangan Dipangkas, OJK Melawan
Guru palsu sangat memperhatikan penampilan, dan mengetahui bagaimana membuat seorang murid mengira bahwa ia adalah orang besar, bahwa ia memahaminya, bahwa dirinya memiliki rahasia-rahasia besar yang akan diungkap.
Seorang Sufi memiliki banyak rahasia, tetapi ia harus menjadikan rahasia-rahasia tersebut berkembang dalam diri murid. Sufisme merupakan sesuatu yang diberikan kepadanya.
Guru palsu akan menjaga para pengikutnya agar tidak menjauh dari dirinya untuk selamanya, tidak mengatakan kepada mereka, bahwa mereka tengah diberikan latihan yang harus berakhir secepat mungkin, sehingga mereka bisa merasakan perkembangan mereka sendiri dan melanjutkan hidup sebagai orang-orang yang tercerahkan.
Baca juga: Megawati Jangan Terpancing Maju Pilpres 2024, Jadi King Maker Lebih Terhormat
Rumi menyeru kepada para skolastik, teolog dan pengikut guru palsu, "Kapan kalian berhenti menyembah dan mencintai timbanya? Kapan kaki mulai mencari airnya?" Hal-hal lahiriah merupakan sesuatu yang biasanya dinilai oleh kebanyakan orang. "Ketahuilah perbedaan antara warna anggur dan warna gelasnya." (Bersambung)
(mhy)
Lihat Juga :