3 Fase Ramadan Beserta Keutamaan dan Amalan yang Bisa Dikerjakan
Senin, 24 Februari 2025 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
"Sedekah yang paling utama adalah shadaqah pada bulan Ramadhan." (HR. at-Tirmidzi)
-Menjauhi Ghibah dan Menjaga Pandangan
Berikutnya adalah anjuran menjauhi ghibah dan menjaga pandangan. Alasannya karena apabila perkara ini tidak dijauhi pada bulan Ramadan, maka ibadah puasa kita akan sia-sia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, 'Aku sedang puasa, aku sedang puasa." (HR Ibnu Khuzaimah)
Baca juga: Kenapa Ramadhan Disebut Sebagai Bulan Al-Qur'an?
Pada fase tengah ini, umat Muslim akan mendapatkan bonus berupa ampunan dari Allah Swt. Senada dengan janji pahalanya, umat Muslim di periode pertengahan Ramadan bisa memperbanyak berdoa memohon ampunan.
Di dalam Surah Ali `Imran: 133 dijelaskan, “dan bersegeralah kamu menuju ampunan (maghfiroh) Tuhanmu.”
Selain itu, fase pertengahan Ramadan juga menjadi momen Nuzulul Quran yang biasa diperingati pada malam ke-17 bulan tersebut. Karena itu, dianjurkan menghidupkan malam Nuzulul Qur'an dengan dzikir, sholat malam, serta membaca dan mentadabburi Al-Qur'an
Fase 10 hari terakhir bulan Ramadan juga terbilang istimewa. Dalam hal ini, ada beragam amalan yang bisa dikerjakan umat Muslim untuk mengambil pundi-pundi pahala.
-Menghidupkan Salat Malam
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
Artinya: "Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759).
-Menjauhi Ghibah dan Menjaga Pandangan
Berikutnya adalah anjuran menjauhi ghibah dan menjaga pandangan. Alasannya karena apabila perkara ini tidak dijauhi pada bulan Ramadan, maka ibadah puasa kita akan sia-sia.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, 'Aku sedang puasa, aku sedang puasa." (HR Ibnu Khuzaimah)
Baca juga: Kenapa Ramadhan Disebut Sebagai Bulan Al-Qur'an?
2. Fase Pertengahan
Fase pertengahan berlangsung pada tanggal 11-20 Ramadan. Biasa disebut juga sebagai fase maghfirah, periode ini menjadi masa transisi semangat karena sudah melalui 10 hari pertama puasa serta menantikan euforia Lebaran yang di depan mata.Pada fase tengah ini, umat Muslim akan mendapatkan bonus berupa ampunan dari Allah Swt. Senada dengan janji pahalanya, umat Muslim di periode pertengahan Ramadan bisa memperbanyak berdoa memohon ampunan.
Di dalam Surah Ali `Imran: 133 dijelaskan, “dan bersegeralah kamu menuju ampunan (maghfiroh) Tuhanmu.”
Selain itu, fase pertengahan Ramadan juga menjadi momen Nuzulul Quran yang biasa diperingati pada malam ke-17 bulan tersebut. Karena itu, dianjurkan menghidupkan malam Nuzulul Qur'an dengan dzikir, sholat malam, serta membaca dan mentadabburi Al-Qur'an
3. Fase Akhir
Fase terakhir berlangsung pada tanggal 21-30 Ramadan. Periode akhir ini biasa dikenal sebagai fase itqum minan nar atau pembebasan dari api neraka.Fase 10 hari terakhir bulan Ramadan juga terbilang istimewa. Dalam hal ini, ada beragam amalan yang bisa dikerjakan umat Muslim untuk mengambil pundi-pundi pahala.
-Menghidupkan Salat Malam
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759).
Lihat Juga :