Kenapa Ramadhan Disebut Sebagai Bulan Al-Qur'an?
Senin, 26 April 2021 - 23:52 WIB
loading...
Umat Islam dianjurkan banyak melakukan tilawah Al-Quran di bulan Ramadhan. Foto/Ist
A
A
A
Selain Syahrus Shiyam (bulan berpuasa), Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul Qur'an atau Bulan Al-Qur'an. Masih banyak lagi julukan mulia untuk bulan Ramadhan. Pertanyaannya, mengapa Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur'an?
Seperti kita ketahui para ulama terdahulu memiliki kebiasaan sangat akrab dengan Al-Qur'an. Mereka rajin membaca, mengkhatamkannya berkali-kali dan tidak lupa merenungkan isi kandungannya. Sebut saja, Imam Hanafi khatam Al-Qur'an 61 kali dalam sebulan Ramadhan. Yaitu satu kali pada siang hari, satu kali pada malam hari, dan satu kali saat salat Tarawih.
Baca Juga: 5 Keutamaan Tadarus Al-Qur'an yang Jarang Diketahui Umat Islam
Hal serupa dilakukan Iman Syafi'i yang mengkhatamkan Al-Qur'an dua kali setiap hari setiap Ramadhan. Demikian juga Aswad, Shalih bin Kisan, Sa'id bin Jubair dan masih banyak lainnya. Sebagian mereka mengkhatamkan Al-Qur'an tiga kali setiap hari, seperti kebiasaan Sulaim bin Atar, seorang Tabi'in yang masyhur.
Al-Habib Quraisy Baharun dalam Jalsah Itsnain Majelis Rasulullah SAW Jawa Barat, mengatakan, Ramadhan disebut dengan bulan Al-Qur'an karena Nabi Muhammad sendiri menjadikan bulan ini sebagai bulan tadarus beliau bersama Malaikat Jibril. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup." (HR. Al-Bukhari No. 3554 dan Muslim no. 2307)
Salafus sholeh rahimahullah berkata, “Hadits di atas menunjukkan bahwa kaum muslimin dianjurkan untuk banyak mempelajari Al-Qur'an pada bulan Ramadhan dan berkumpul untuk mempelajarinya.
Hafalan Al-Qur'an pun bisa disetorkan pada orang yang lebih hafal darinya. Dalil tersebut juga menunjukkan dianjurkan banyak melakukan tilawah Al-Qur'an di bulan Ramadhan.”
Juga disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyetorkan Al-Qur'an pada Jibril di setiap tahunnya sekali dan dua kali di tahun diwafatkannya beliau. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
Seperti kita ketahui para ulama terdahulu memiliki kebiasaan sangat akrab dengan Al-Qur'an. Mereka rajin membaca, mengkhatamkannya berkali-kali dan tidak lupa merenungkan isi kandungannya. Sebut saja, Imam Hanafi khatam Al-Qur'an 61 kali dalam sebulan Ramadhan. Yaitu satu kali pada siang hari, satu kali pada malam hari, dan satu kali saat salat Tarawih.
Baca Juga: 5 Keutamaan Tadarus Al-Qur'an yang Jarang Diketahui Umat Islam
Hal serupa dilakukan Iman Syafi'i yang mengkhatamkan Al-Qur'an dua kali setiap hari setiap Ramadhan. Demikian juga Aswad, Shalih bin Kisan, Sa'id bin Jubair dan masih banyak lainnya. Sebagian mereka mengkhatamkan Al-Qur'an tiga kali setiap hari, seperti kebiasaan Sulaim bin Atar, seorang Tabi'in yang masyhur.
Al-Habib Quraisy Baharun dalam Jalsah Itsnain Majelis Rasulullah SAW Jawa Barat, mengatakan, Ramadhan disebut dengan bulan Al-Qur'an karena Nabi Muhammad sendiri menjadikan bulan ini sebagai bulan tadarus beliau bersama Malaikat Jibril. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:
كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup." (HR. Al-Bukhari No. 3554 dan Muslim no. 2307)
Salafus sholeh rahimahullah berkata, “Hadits di atas menunjukkan bahwa kaum muslimin dianjurkan untuk banyak mempelajari Al-Qur'an pada bulan Ramadhan dan berkumpul untuk mempelajarinya.
Hafalan Al-Qur'an pun bisa disetorkan pada orang yang lebih hafal darinya. Dalil tersebut juga menunjukkan dianjurkan banyak melakukan tilawah Al-Qur'an di bulan Ramadhan.”
Juga disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyetorkan Al-Qur'an pada Jibril di setiap tahunnya sekali dan dua kali di tahun diwafatkannya beliau. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
Lihat Juga :