Kisah Hikmah : Nilai Umur Manusia di Bulan Ramadan
Kamis, 13 Maret 2025 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu, malaikat tersebut muncul dari dalam surga, ke pintu surga, dan memberi izin kepada sahabat yang mati syahid tersebut untuk masuk surga. Terakhir, malaikat itu muncul kembali di pintu surga dan berkata kepada Thalhah, ‘Pulanglah engkau! Sebab, saat ini belum tiba waktumu untuk masuk surga.’”
Pada keesokan paginya, Thalhah menceritakan mimpinya kepada para sahabat. Maka mereka pun terheran-heran dengan mimpi itu. Cerita mimpi itu akhirnya terdengar sampai telinga Rasulullah SAW, karena para sahabat mengisahkannya kepada beliau.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat, “Bagian mana dari mimpi itu yang membuat kalian terheran-heran?”
Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, sahabat yang satu ini lebih tekun beribadah dibandingkan kawannya, dan ia berperang di jalan Allah, sampai akhirnya ia mati syahid. Anehnya, kawannya yang biasa-biasa saja ibadahnya justru masuk surga lebih dahulu dari kawannya yang mati syahid ini.”
Baca juga: Kisah Qais bin Shirman : Sahabat Nabi yang Tidak Sahur dan Tidak Berbuka Puasa
Dalam lanjutan hadis tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan alasannya kepada kita semua,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Bukankah ia hidup setahun lebih lama dibandingkan kawannya yang mati syahid?”
Para sahabat menjawab, “Benar.”
Beliau bertanya, “Jadi, ia mendapatkan bulan Ramadhan, menunaikan shaum Ramadhan, dan melakukan shalat sebanyak sekian kali sujud dalam satu tahun?”
Pada keesokan paginya, Thalhah menceritakan mimpinya kepada para sahabat. Maka mereka pun terheran-heran dengan mimpi itu. Cerita mimpi itu akhirnya terdengar sampai telinga Rasulullah SAW, karena para sahabat mengisahkannya kepada beliau.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada para sahabat, “Bagian mana dari mimpi itu yang membuat kalian terheran-heran?”
Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, sahabat yang satu ini lebih tekun beribadah dibandingkan kawannya, dan ia berperang di jalan Allah, sampai akhirnya ia mati syahid. Anehnya, kawannya yang biasa-biasa saja ibadahnya justru masuk surga lebih dahulu dari kawannya yang mati syahid ini.”
Baca juga: Kisah Qais bin Shirman : Sahabat Nabi yang Tidak Sahur dan Tidak Berbuka Puasa
Nilai Umur di Bulan Ramadan
Ustaz Yasir Abdull Barr menjelaskan tentang kisah tersebut dalam tausiyahnya di laman dakwah.id. Menurutnya, beribadah dengan sungguh-sungguh, berjihad di jalan Allah, bahkan gugur sebagai syahid, adalah prestasi amal yang sangat luar biasa. Tetapi, kenapa dalam mimpi Thalhah kedudukannya bisa dikalahkan oleh orang yang ibadahnya “biasa-biasa” saja?Dalam lanjutan hadis tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan alasannya kepada kita semua,
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ، وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Bukankah ia hidup setahun lebih lama dibandingkan kawannya yang mati syahid?”
Para sahabat menjawab, “Benar.”
Beliau bertanya, “Jadi, ia mendapatkan bulan Ramadhan, menunaikan shaum Ramadhan, dan melakukan shalat sebanyak sekian kali sujud dalam satu tahun?”
Lihat Juga :