Sepercik Kisah Imam Hambal, Raja India, Perang Salib, dan Nabi Yusuf

Minggu, 06 September 2020 - 06:23 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Megawati Jangan Terpancing Maju Pilpres 2024, Jadi King Maker Lebih Terhormat

Mendengar ini, si Nasrani menyambutnya dengan sorak gembira, dan katanya, "Karena Tuhan dapat memperlihatkan kemurahannya padaku, musuhnya yang berdosa ini, dan menegur sahabatnya karena tak beriman, bagaimana dapat aku untuk tinggal tak beriman? Terangkan padaku asas-asas Islam agar aku dapat menerima agama yang benar dan dengan meninggalkan kemusyrikan melakukan upacara-upacara syariat. Oh, betapa aku menyesali kebutaan yang selama ini telah menghalangi aku dari pengakuan akan Junjungan yang demikian pemurah itu."

O kau yang lalai mencari tujuan keinginanmu, dan amat kurang dalam keimanan yang layak bagimu! Kukira saatnya akan tiba ketika di hadapanmu langit akan mengingatkan segala perbuatanmu satu demi satu.

Yusuf dan Saudara-Saudaranya
Di masa paceklik, kesepuluh saudara Yusuf pergi jauh ke Mesir. Dengan wajah berselubung cadar, Yusuf menerima mereka, dan mereka membeberkan kembali kesusahan mereka serta minta pertolongan menghadapi bahaya paceklik yang menakutkan. (Baca juga: Tak Harus di Masjid, Kang Babas: Nabi Yusuf Saja Terima Wahyu di Penjara )

Di muka Yusuf ada sebuah piala. Diketuknya piala itu dengan tangannya, dan benda itu memperdengarkan suara yang penuh kesedihan. Saudara-saudaranya itu pun terkejut; mereka tak dapat menahan bicara; maka kata mereka padanya, "O Aziz! Adakah Tuanku, atau adakah seseorang tahu akan arti suara itu?" "Aku tahu betul," kata Yusuf, "tetapi kalian tak akan tahan mendengar penuturannya; sebab piala itu mengatakan bahwa kalian mempunyai seorang saudara laki-laki yang istimewa karena kebagusan rupanya, dan namanya Yusuf."

Kemudian Yusuf mengetuk piala itu untuk yang kedua kali, lalu katanya, "Piala itu mengatakan padaku bahwa kalian melemparkan saudara kalian itu ke dalam sumur dan bahwa kalian membunuh serigala yang tak berdosa dan melumuri baju Yusuf dengan darah binatang itu." (Baca juga: Fira'un: Beda Antara Zaman Nabi Yusuf dan Zaman Nabi Musa )

Yusuf mengetuk piala itu buat yang ketiga kali, dan sekali lagi piala itu memperdengarkan suara yang penuh kesedihan. Yusuf menambahkan, "Piala itu mengatakan bahwa saudara-saudara Yusuf membuat ayah mereka tercebur ke lubuk kesedihan dan bahwa mereka telah menjual Yusuf. Nah, apakah yang telah diperbuat oleh orang-orang tak beriman ini terhadap saudara mereka? Setidak-tidaknya, takutlah hendaknya pada Tuhan, wahai kalian yang berdiri di hadapanku."

Ini membuat mereka berada dalam keadaan sedemikian rupa sehingga mereka berkeringat karena takut --mereka yang datang hendak meminta roti itu. Waktu menjual Yusuf, sebenarnya mereka telah menjual diri mereka sendiri; ketika mereka memasukkan dia ke dalam sumur, sebenarnya mereka sendiri terlontar ke dalam sumur penderitaan. (Baca juga: Burung Gereja, Kisah Nabi Ya'kub dan Nabi Yusuf )

Barangsiapa membaca kisah ini tanpa mendapat manfaat, dia itu buta. Janganlah mendengarkan dengan masa bodoh, sebab ini tak lain dari kisahmu sendiri. Kau terus juga melakukan banyak dosa dan kesalahan, karena kau tak diterangi dengan cahaya kesadaran.

Jika seseorang mengetuk piala hidupmu, maka tersingkaplah padamu sendiri perbuatan-perbuatan dosamu. Bila piala hidupmu diketuk dan kau terjaga dari tidur; bila kesalahan-kesalahan dan dosa-dosamu diperlihatkan satu demi satu, aku sangsi apakah kau akan tetap berpegang pada ketenangan atau pikiranmu.

Kau seperti seekor semut yang lumpuh dalam sebuah cambung. Betapa sering kau memalingkan kepalamu dari piala langit? Kembangkan sayapmu dan terbanglah membubung, kau, yang mempunyai pengetahuan tentang kebenaran. Jika tidak, kau akan senantiasa malu bila kau mendengar suara piala itu. (Baca juga: Nenek Mau Tunjukkan Makam Nabi Yusuf Asal Masuk Surga )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Rekomendasi
Penjelasan Tentang Lubang...
Penjelasan Tentang Lubang Hitam yang Ada Dalam Al-Qur’an
Identik dengan Nabi...
Identik dengan Nabi Musa, Keanehan di Laut Merah Kembali Ditemukan
Teliti Bencana Kebakaran...
Teliti Bencana Kebakaran Hutan, Ilmuwan Temukan Keajaiban pada Pohon
Artikel Terkini
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian dalam Islam, Kapan Anak Boleh Memilih Ayah atau Ibunya?
4 Kedudukan Anak Menurut...
4 Kedudukan Anak Menurut Al-Qur'an, Nomor Terakhir Paling Ditakuti Orang Tua
Kasus Perebutan Hak...
Kasus Perebutan Hak Asuh, Ini 6 Hak Anak dalam Islam yang Wajib Dipenuhi Orang Tua
Luncurkan Aplikasi Gerakan...
Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Hidayatullah Perkuat Filantropi Islam Berbasis Digital
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Infografis
5 Fakta Islam Makhachev,...
5 Fakta Islam Makhachev, Raja Baru UFC Kelas Ringan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved