Dzulqa'dah, Asal-usul dan Penamaannya sebagai Bulan Haram

Senin, 28 April 2025 - 05:15 WIB
loading...
Dzulqadah, Asal-usul...
Bulan ini disebut Dzulqadah karena pada bulan ini, kebiasaan masyarakat Arab duduk (tidak bepergian) di daerahnya dan tidak melakukan perjalanan atau peperangan. Foto ilustrasi/ist
A A A
Besok, Selasa (29/4) umat Islam memasuki bulan baru yakni Bulan Dzulqa'dah 1446 Hijriah . Bulan Dzulqa'dah adalah bulan ke-11 dalam kalender Islam (Hijriyah). Berikut asal-usul penamaan bulan tersebut dan bagaimana sejarahnya termasuk salah satu bulan mulia (bulan haram) .

Wakil Katib PCNU Ponorogo, Gus Muqorrobin dalam satu khutbah Jumatnya menjelaskan bahwa orang Jawa menyebut bulan ini Dzulqo'dah, Dzulqaidah, Dzulkadah dan Dulkangidah. Bulan ini dikenal pula dengan nama bulan Selo, Apit atau Hapit.

Menurut masyarakat Jawa, Apit berarti terjepit. Hal ini karena bulan ini terletak di antara dua hari raya besar yaitu, Idulfitri (Syawal) dan Iduladha (Dzulhijah). Juga disebut Selo karena bulan ini jeda dari dua hari raya besar tersebut.

Secara bahasa, Dzul Qa'dah terdiri dari dua kata: Dzul bermakna shohib artinya sesuatu yang memiliki. Sedangkan Al-Qa'dah artinya tempat yang diduduki. Bulan ini disebut Dzulqa'dah karena pada bulan ini, kebiasaan masyarakat Arab duduk (tidak bepergian) di daerahnya dan tidak melakukan perjalanan atau peperangan.

Secara bahasa, Dzulqa'dah juga berarti penguasa genjatan senjata karena pada saat itu orang Arab dilarang melakukan peperangan. Bulan ini memiliki nama lain. Orang Arab jahiliyah menyebut bulan ini dengan waranah. Ada juga yang menyebut bulan ini dengan nama Al-Hawa'. (Al-Mu'jam Al-Wasith)

Mengutip keterangan dari Hidayatullah bahwa Dzulqa'dah (dalam Kamus Ma'ajim juga bisa dibaca kasrah, Dzulqidah) terdiri dari dua kata, yaitu; Dzu dan Qi'dah. Dzu (ذو) bermakna memiliki, mempunyai, dan menguasai.

Apabila kata ini disandarkan pada kata benda, maka memiliki arti lain, seperti Dzu Ba'sin (yang kuat); Dzu Ta'sir (yang manjur); Dzu Nufudz (yang berpengaruh). Yang bermakna pemilik seperti Fulan Dzu Malin (فلان ذو مال) orang yang punya harta.

Baca juga: Keistimewaan Bulan Dzulqa'dah, Rasulullah SAW Hanya Melakukan Umrah di Bulan Ini

Kata Qa'dah atau Qi'dah adalah derivasi dari Qa'ada-Yaq'udu (َقَعَد يَقْعُد) yang memiliki beberapa arti. Di antaranya duduk (berdiri kemudian duduk, berbeda dengan Jalasa). Juga bermakna menahan, telat, bersandar, melayani dan beberapa makna lainnya. Jadi Dzulqa'dah secara umum diartikan dengan duduk, orang yang duduk, atau orang yang mengambil tempat duduk.

3 Keutamaan Bulan Dzulqa'dah sebagai Bulan Haram

1. Bulan Haram yang Diagungkan Allah

Imam At-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Dzulqa'dah adalah salah satu bulan haram. Yaitu bulan yang dijadikan Allah sebagai bulan suci dan diagungkan kehormatannya. Di dalamnya amalan-amalan baik dilipatgandakan pahalanya, sedangkan amalan-amalan buruk dilipatgandakan dosanya.

2. Bulan Rasulullah SAW Melaksanakan Umrah

Disebutkan dalam Hadis: "Bahwa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam melakukan umrah 4 kali, semuanya di bulan Dzulqa'dah, kecuali umrah yang mengiringi haji beliau. (yaitu) Umrah dari Hudaibiyah atau di tahun perjanjian Hudaibiyah di bulan Zulkaidah, Umrah di tahun berikutnya di bulan Zulkaidah, Umrah dari Ji'ranah, dimana beliau membagi ghanimah Hunain di bulan Zulkaidah, dan umrah ketika beliau haji." (HR Al-Bukhari dan Muslim)

3. Bulan Munajat Nabi Musa

Dzulqa'dah merupakan bulan munajat Nabi Musa 'alaihissalam sebelum menerima Kitab Taurat dari Allah. Berikut firman-Nya dalam Al-Qur'an: "Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya Kitab Taurat setelah berlalu tiga puluh malam (bulan Dzulqa'dah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi (sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya, yaitu Harun, 'Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al-A'raf ayat 142)

Baca juga: Bulan Dzulqa'dah Segera Tiba, Begini Amalan dan Keutamaannya
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Rekomendasi
Bisa Telan Bumi, Badai...
Bisa Telan Bumi, Badai Dahsyat Jadi Momok Menakutkan dari Balik Jupiter
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Wilayah Kosong Dipenuhi...
Wilayah Kosong Dipenuhi Kata Tolong Terdeteksi Google Earth
Artikel Terkini
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved