Jalaluddin Rumi: Jawaban untuk Seseorang yang Bodoh Adalah Diam
Selasa, 08 September 2020 - 09:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Respons Pernyataan Menag, PKS: Jangan Terus Mendiskreditkan Umat Islam
Sang Raja puas dengan jawaban ini dan memberikan hadiah kepadanya. Pemabuk itu adalah sang sufi dan orang yang sadar itu juga adalah dirinya. Dalam hubungannya dengan realitas sejati, sang sufi telah bertindak dengan cara tertentu. Akibatnya ia diberi hadiah.
Ia juga melaksanakan suatu fungsi ketika menjelaskan kepada Raja bahwa orang tidak selalu bertanggung jawab atas berbagai tindakannya. Ia juga telah memberikan kesempatan kepada Raja untuk melakukan perbuatan baik.
Baca juga: Adik Ipar Ganjar Pranowo Jadi Penantang Patahana Dari PDIP
Tidak ada anggur yang matang menjadi mentah kembali. Evolusi manusia tidak dapat dihentikan. Meskipun demikian evolusi ini bisa diarahkan dan dicampuradukkan oleh mereka yang tidak mengetahui apa sesungguhnya intuisi itu.
Dengan demikian ajaran-ajaran sufisme bisa diselewengkan dan seorang yang telah "tercerahkan" juga bisa dihubungi jika ia membiarkan dirinya terlalu sering terlihat secara terbuka oleh orang kebanyakan. Sebab untuk mengajarkan masalah Sufistik kepada orang luar, seperti guru Sufi lainnya, Rumi selalu menyerukan:
Baca juga: Amien Rais: Pak Jokowi, Bersihkan Istana dari Elemen yang Merusak Kehidupan Bangsa Indonesia
Ketika lentera batin permata masih menyala, Potonglah segera sumbu atasnya dan berilah minyak. Namun ia sepakat dengan para guru lainnya yang menolak untuk membicarakan mistik kepada setiap orang, "Panggillah kuda-kuda ke tempat yang tidak berumput, mereka pun akan mempertanyakannya." -- tidak menjadi soal apa pertanyaannya itu. (Bersambung)
Sang Raja puas dengan jawaban ini dan memberikan hadiah kepadanya. Pemabuk itu adalah sang sufi dan orang yang sadar itu juga adalah dirinya. Dalam hubungannya dengan realitas sejati, sang sufi telah bertindak dengan cara tertentu. Akibatnya ia diberi hadiah.
Ia juga melaksanakan suatu fungsi ketika menjelaskan kepada Raja bahwa orang tidak selalu bertanggung jawab atas berbagai tindakannya. Ia juga telah memberikan kesempatan kepada Raja untuk melakukan perbuatan baik.
Baca juga: Adik Ipar Ganjar Pranowo Jadi Penantang Patahana Dari PDIP
Tidak ada anggur yang matang menjadi mentah kembali. Evolusi manusia tidak dapat dihentikan. Meskipun demikian evolusi ini bisa diarahkan dan dicampuradukkan oleh mereka yang tidak mengetahui apa sesungguhnya intuisi itu.
Dengan demikian ajaran-ajaran sufisme bisa diselewengkan dan seorang yang telah "tercerahkan" juga bisa dihubungi jika ia membiarkan dirinya terlalu sering terlihat secara terbuka oleh orang kebanyakan. Sebab untuk mengajarkan masalah Sufistik kepada orang luar, seperti guru Sufi lainnya, Rumi selalu menyerukan:
Baca juga: Amien Rais: Pak Jokowi, Bersihkan Istana dari Elemen yang Merusak Kehidupan Bangsa Indonesia
Ketika lentera batin permata masih menyala, Potonglah segera sumbu atasnya dan berilah minyak. Namun ia sepakat dengan para guru lainnya yang menolak untuk membicarakan mistik kepada setiap orang, "Panggillah kuda-kuda ke tempat yang tidak berumput, mereka pun akan mempertanyakannya." -- tidak menjadi soal apa pertanyaannya itu. (Bersambung)
(mhy)
Lihat Juga :