Etika dan 7 Adab Berperang yang Diatur Syariat Islam
Jum'at, 13 Juni 2025 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Jika salah seorang dari pasukan musuh mengajak duel satu lawan satu, maka bagi orang yang merasa mampu dan berani disunnahkan atau dianjurkan untuk menerima tantangannya setelah meminta izin kepada pemimpin pasukan. Dan siapa saja yang keluar untuk berjihad di jalan Allah dengan membawa senjata miliknya sendiri kemudian meninggal maka dia mendapatkan dengannya dua pahala.
Jika seorang peminpin ingin menyerang suatu negeri atau kabilah yang berada di arah utara misalnya, maka hendaklah ia berusaha mengelabui musuh sehingga dirinya sekan-akan menyerang dari arah selatan, karena peperangan adalah tipu daya, dan hal ini memiliki dua manfaat:
Mengurangi jumlah korban nyawa dan harta dari kedua belah pihak, dan hal itu lebih baik. Menghemat kekuatan kaum muslimin baik dari segi jumlah pasukan maupun perlengkapan perang yang harus dikeluarkan.
Diriwayatkan oleh Ka’ab Radhiyallahu anhu bahwa jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin melakukan sebuah peperangan, maka beliau berusaha mengelabui musuh (dengan menunjuk) ke arah yang berlainan. (Muttafaq ‘alaih)
“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau tidak memulai peperangan di pagi hari maka beliau menundanya hingga tergelincir matahari dan waktu angin berhembus sehingga turunlah kemenangan.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Jika musuh menyerang kaum muslimin dengan tiba-tiba maka wajib bagi maum muslimin untuk melawan mereka kapan saja serangan itu datang. Wallahu A'lam
Baca juga: Perang Israel-Iran Pecah, Zionis Umumkan Keadaan Darurat Seluruh Negeri
Jika seorang peminpin ingin menyerang suatu negeri atau kabilah yang berada di arah utara misalnya, maka hendaklah ia berusaha mengelabui musuh sehingga dirinya sekan-akan menyerang dari arah selatan, karena peperangan adalah tipu daya, dan hal ini memiliki dua manfaat:
Mengurangi jumlah korban nyawa dan harta dari kedua belah pihak, dan hal itu lebih baik. Menghemat kekuatan kaum muslimin baik dari segi jumlah pasukan maupun perlengkapan perang yang harus dikeluarkan.
عن كعب رضي الله عنه قال: كَانَ رَسُولُ الله- صلى الله عليه وسلم- قَلَّمَا يُرِيدُ غَزْوَةً يَغْزُوهَا إلَّا وَرَّى بِغَيْرِهَا. متفق عليه
Diriwayatkan oleh Ka’ab Radhiyallahu anhu bahwa jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin melakukan sebuah peperangan, maka beliau berusaha mengelabui musuh (dengan menunjuk) ke arah yang berlainan. (Muttafaq ‘alaih)
Waktu berperang
Hadis yang diriwayatkan dari Nu’man bin Mukarrin Radhiyallahu anhu berkata:عن النعمان بن مقرِّن رضي الله عنه قال: شَهِدْتُ رَسُولَ الله- صلى الله عليه وسلم- إذَا لَمْ يُقَاتِلْ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَخَّرَ القِتَالَ حَتَّى تَزُولَ الشَّمْسُ، وَتهُبَّ الرِّيَاحُ، وَيَنْزِلَ النَّصَرُ. أخرجه أبو داود والترمذي
“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau tidak memulai peperangan di pagi hari maka beliau menundanya hingga tergelincir matahari dan waktu angin berhembus sehingga turunlah kemenangan.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Jika musuh menyerang kaum muslimin dengan tiba-tiba maka wajib bagi maum muslimin untuk melawan mereka kapan saja serangan itu datang. Wallahu A'lam
Baca juga: Perang Israel-Iran Pecah, Zionis Umumkan Keadaan Darurat Seluruh Negeri
(wid)
Lihat Juga :