Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Alasannya

Senin, 30 Juni 2025 - 07:57 WIB
loading...
Mengapa Hari Asyura...
Asyura merupakan hari paling suci di antara semua hari pada bulan Muharram, karenanya ketika Nabi SAW datang ke Madinah, beliau berpuasa pada hari Asyura dan mengarahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari tersebut. Foto ilustrasi/ist
A A A
Hari Asyura atau tanggal 10 Muharram begitu istimewa dan memiliki keutamaan bagi umat Islam. Mengapa demikian dan apa alasannya?

Muharram adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah ( kalender Islam ). Muharram merupakan salah satu bulan-bulan yang diagungkan Allah ( Asyhurul Hurum ).

Dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36, Allah Ta'ala mengabarkan 4 bulan yang wajib dimuliakan yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Pada bulan-bulan ini umat Islam dilarang menganiaya diri sendiri dan sebaliknya dianjurkan memperbanyak amal saleh.

Dalam surah lain (Surah Al Fajar ayat 1-3), Allah Ta'ala berfirman dengan kalimat sumpah: "Wal-Fajri (demi waktu Fajar), wa laya lin 'Asyrin (demi malam yang sepuluh), wassyaf'i wal-watri (demi yang genap dan yang ganjil).



Para mufassir menjelaskan ayat "demi malam yang sepuluh" itu adalah 10 hari terakhir bulan Ramadan, 10 hari pertama bulan Dzulhijjah dan 10 hari pertama bulan Muharram .

Sebelum kalender Hijriah mulai digunakan, umat Islam menggunakan 'Am Al-Fil’ (tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk menentukan tanggal dan waktu. Tetapi Khalifah kedua, Sayyidina Umar bin Khattab (RA) membuat kalender baru dengan mengumumkan bahwa tahun Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah menjadi tahun pertama dalam Kalender Hijriyah.

Merujuk kepada firman Allah dalam Al-Qur'an , para sahabat dan salafunassaleh (ulama terdahulu) menjadikan Muharram sebagai bulan memperbanyak amal saleh. Di bulan ini mereka menghidupkan puasa sunnah, berzikir dan memperbanyak amal kebaikan. Mereka tau bahwa keutamaan Muharram begitu mulia di sisi Allah sehingga tidak mau lewat begitu saja. (Baca Juga: Menghiasi Bulan Muharram dengan Amalan Sesuai Sunah Rasul )

Keistimewaan Hari Asyura

Di dalam bulan Muharram terdapat satu hari yang sangat agung yaitu hari ke-10 yang dikenal dengan nama 'Asyura . Dalam catatan islamicfinder disebutkan, awalnya puasa 10 Muharram merupakan suatu kewajiban. Namun kemudian puasa diwajibkan hanya di bulan Ramadhan saja dan puasa 10 Muharram dibuat opsional.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Barang siapa yang berniat puasa (pada hari Asyura ) maka lakukanlah; dan barang siapa yang berniat meninggalkannya dapat melakukannya." (Sahih Al-Bukhari)

Akan tetapi, perlu diingat berpuasa selama bulan Muharram merupakan amalan mulia dan paling berpahala di antara puasa opsional (Nafil) merujuk pada hadis Nabi berikut: "Puasa terbaik (paling afdhol) setelah bulan Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allah, Al-Muharram ." (HR An-Nasai)

Asyura merupakan hari paling suci di antara semua hari pada bulan tersebut. Ketika Nabi SAW datang ke Madinah, beliau berpuasa pada hari 'Asyura dan mengarahkan umat Islam untuk berpuasa pada hari ini. Tetapi ketika puasa Ramadan diwajibkan, puasa pada hari ini dibuat opsional. Namun, menurut banyak hadis otentik, puasa pada hari Asyura adalah sunnah Nabi SAW .

Baca juga: 3 Amalan Bertabur Pahala di Hari Asyura, Apa Saja?

Keistimewaan puasa 'Asyura ini sebagaimana sabda Beliau SAW: "Dan puasa di hari 'Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR Muslim)

Peristiwa Penting di Hari Asyura

Ulama ahli fiqih dan pakar hadis kelahiran Samarkand (Uzbekistan), Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin, meriwayatkan dari Ikrimah berkata Hari Asyura ialah hari diterimanya tobat Nabi Adam 'alaihissalam. Dan hari itu pula turunnya Nabi Nuh 'alahissalam dari perahunya, maka ia berpuasa sukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Kemudian hari itu pula Fir'aun ditenggelamkan dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa 'alaihissalam. Bani Israil pun berpuasa di Hari Asyura sebagai bentuk rasa syukur mereka.

Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata:

"Siapa yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu". Sufyan berkata: "Telah kami coba maka kami rasakan kebenarannya."

Said bin Jubair dari Ibn Abbas RA berkata, ketika Nabi SAW baru hijrah ke Madinah mendapatkan kaum Yahudi puasa pada hari Asyura , maka beliau bertanya kepada mereka tentang itu.

Jawab mereka: "Hari ini Allah memenangkan Nabi Musa dan Bani Israil terhadap Fir'aun dan kaumnya, maka kami puasa karena mengagungkan hari ini."

Maka Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Kami lebih layak (berhak) mengikuti jejak Musa dari kamu". Maka Nabi SAW menyuruh sahabat berpuasa.

Terkait keistimewaan Hari 'Asyura , Allah Ta'ala memuliakan para Nabi-nabi dengan sepuluh kehormatan, yakni

1. Allah menerima taubat Nabi Adam AS.
2. Allan menaikkan derajat Nabi Idris AS.
3. Hari berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS.
4. Nabi Ibrahim lahir pada hari Asyura dan diangkat sebagai khalilullah juga diselamatkan dari api.
5. Allah menerima taubat Nabi Daud AS 6. Allah mengangkat Nabi Isa AS ke langit.
7. Allah menyelamatkan Nabi Musa AS.
8. Allah menenggelamkan Fir'aun.
9. Allah mengeluarkan Nabi Yunus AS dari perut ikan.
10. Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman AS.

Semua peristiwa itu terjadi pada Hari Asyura . Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Sayydah Aisyah RA berkata: Bangsa Quraisy biasa berpuasa pada hari Asyura sejak zaman jahiliyah, juga Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam biasa berpuasa di Makkah. Kemudian setelah hijrah ke Madinah dan telah turun perintah wajib puasa bulan Ramadan, maka Nabi SAW bersabda:

"Saya dahulu telah menyuruh kamu sebagai perintah wajib suara Asyura, dan kini terserah siapa suka boleh puasa dan yang tidak suka boleh meninggalkannya". Sayyidah Aisyah RA berkata: " Hari Asyura itu hari kesembilan (tanggal 9), pendapat lain menyebut tanggal 11 Muharram. Tetapi yang umum adalah tanggal 10 dan disunnahkan puasa tanggal 9 yang disebut Hari Taasu'a".

Keutamaan puasa Asyura ini sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam :

"Dan puasa di hari Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR Muslim).

Demikian ulasan tentang keistimewaan Hari Asyura. semoga bermanfaat

Baca juga: Kisah Bulan Muharram : Tobat Nabi Adam AS Dikabulkan Setelah 300 Tahun Memohon Tanpa Henti
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hari Asyura dan Dalil-dalil...
Hari Asyura dan Dalil-dalil Amalannya
Hari Asyura di Mata...
Hari Asyura di Mata Penganut Syiah
Doa Hari Asyura Lengkap...
Doa Hari Asyura Lengkap dengan Artinya
12 Amalan Hari Asyura,...
12 Amalan Hari Asyura, 3 Sangat Dianjurkan Diamalkan
Tradisi Indonesia Hari...
Tradisi Indonesia Hari Asyura Disebut Lebaran Anak Yatim, Begini Penjelasannya
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Di Hari Asyura Nabi Idris Diangkat ke Langit
Rekomendasi
Kerangka yang Diyakini...
Kerangka yang Diyakini Biksu dari Abad 16 Ternyata Wanita Suku Aztec
Gigi Sapi Berusia 5.000...
Gigi Sapi Berusia 5.000 Tahun Jelaskan Bagaimana Stonehenge Dibangun
Ajaib, Siput Laut Ini...
Ajaib, Siput Laut Ini Bisa Memenggal Kepalanya dan Menumbuhkan Tubuh Baru
Artikel Terkini
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Infografis
Hari Ibu, Lakukan 4...
Hari Ibu, Lakukan 4 Hal Ini Bikin Dia Merasa Istimewa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved